<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774</id><updated>2012-01-20T05:10:20.134-08:00</updated><title type='text'>KUMPULAN ARTIKEL DAN MAKALAH</title><subtitle type='html'>Di blog ini menyajikan berbagai jenis ilmu pengetahuan di dalam blog ini di sediakan makalah dan artikel yang berguna untuk menambah ilmu pengatahuan bagi yang minat untuk membacanya
saya ucapkan terima kasih bagi yang melihat atau antusias melihat nlog saya 

jangan lupa untuk di bookmark ya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-4472276923408054247</id><published>2011-01-15T01:16:00.001-08:00</published><updated>2011-01-15T01:16:36.312-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH PERUBAHAN KEBUDAYAAN KARENA PENGARUH DARI LUAR</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam  masyarakat. Perubahan dalam masyarakat tersebut wajar, mengingat manusia  memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Kalian akan dapat melihat  perubahan itu setelah membandingkan keadaan pada beberapa waktu lalu  dengan keadaan sekarang. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek  kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian,  sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta  religi/keyakinan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan  budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi  kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi  perubahan tersebut tidak mempengaruhi  organisasi sosial masyarakatnya.  Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan  sosial. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis  perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto,  1990).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari  organisasi sosial. Pendapat tersebut dikembalikan pada pengertian  masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat adalah sistem hubungan dalam arti  hubungan antar organisasi dan bukan hubungan antar sel. Kebudayaan  mencakup segenap cara berfikir dan bertingkah laku, yang timbul karena  interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran  secara simbolik dan bukan warisan karena keturunan (Davis, 1960).  Apabila diambil definisi kebudayaan menurut Taylor dalam Soekanto  (1990), kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan,  kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dan setiap kemampuan  serta kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat, maka perubahan  kebudayaan dalah segala perubahan yang mencakup unsur-unsur tersebut.  Soemardjan (1982), mengemukakan bahwa perubahan sosial dan perubahan  kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut  dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam  cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Latar belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pertama-tama perlu saya kemukakan bahwa  masih banyak  di antara masyarakat awam kita yang mengartikan “kebudayaan” sebagai  “kesenian”, meskipun sebenarnya kita semua memahami bahwa kesenian  hanyalah sebagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian  memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan kandungan  nilai-nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari  nilai-nilai budaya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dan di tengah Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke  Indonesia, melalui cara  cara tertentu membuat Dampak Positif dan  Dampak Negatif nya sendiri Bagi Bangsa Indonesia. Terutama dalam Bidang  Kebudayaan. Karena semakin terkikisnya nilai – nilai Budaya kita oleh  pengaruh budaya Asing yang masuk ke Negara kita.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itu, untuk  meningkatkan ketahanan budaya  bangsa, maka Pembangunan Nasional perlu bertitik-tolak dari  upaya-upaya  pengem­bangan kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah  kultural”. Pakem-pakem seni (lokal dan nasional) perlu tetap  dilanggengkan, karena berakar dalam budaya masyarakat. Melalui  dekomposisi dan rekonstruksi, rekoreografi, renovasi, revitalisasi,  refung­sionalisasi, disertai improvisasi dengan aneka hiasan,  sentuhan-sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi  dan menumbuhkan sikap posesif terhadap pembaharuan dan pengayaan  karya-karya seni.  Di sinilah awal dari kesenian menjadi kekayaan budaya  dan “modal sosial-kultural” masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pembahasan masalah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam  menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta  mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat  membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta  memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan  perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat  lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis  dibandingkan dengan budaya lokal.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan  dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya  asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan  budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada  kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai  dilupakan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya  kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal  adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus  terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh  negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing  masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga  membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap  perkembangan di negranya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita  yang mulai menghilang sedikit demi sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan  erat dngan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya kita.Sebagai contoh  budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah  mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi  akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut  berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat serasa sudah menjadi  kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai contoh  lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh  budaya luar.Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang  berasal dari luar seperti KFC,steak,burger,dan lain-lain.Masyarakat  menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan praktis.Tanpa  kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian  dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai  jenis makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat  dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis  makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana  mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal  dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan  megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita  tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita  simak dalam rangka melestarikan budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Kekuatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan  sebagai ke aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara  lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap  daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat,  pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut.  Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan  budaya bangsa dimata Internasional.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kekhasan budaya Indonesia&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia  memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian,  alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini  sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis  asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian  khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan  buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki  cirri khas yang unik.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa  yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus  tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Kelemahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kurangnya kesadaran masyarakat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih  terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih  praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti  budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak  budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal  juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak  meningalkan cirri khas dari budaya tersebut.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Minimnya komunikasi budaya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah  pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini  sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya  ketahanan budaya bangsa.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kurangnya pembelajaran budaya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun  sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari  budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui  pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman  cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Peluang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik, Indonesia akan di  pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata  Internasioanal.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat  memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena  adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu  menjadi budaya bangsa yang kokoh.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kemajuan pariwisata&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis  mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan  devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena  banyaknya aksi pembajakan  budaya yang mungkin terjadi.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Multikuturalisme&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Dalam artikelnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang  Kuning, Riau, Dr Junaidi SS MHum, mengatakan bahwa multikulturalisme  meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan kudaya lokal Indonesia. Dua  pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan  komunikasi antar budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Tantangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perubahan lingkungan alam dan fisik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi  suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring  perubahan lingkungan alam dan fisik, pola piker serta pola hidup  masyakrkat juga ikt berubah&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kemajuan Teknologi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan  teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan  ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli  masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan  Maluku dan Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim  penangkapan iakn di wilayah adatnya, namun hal ini mulai tidak di  lupakan oleh masyarakatnya.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masuknya Budaya Asing&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal  tetap terjaga. Dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai  penyeimbang di tengah perkembangan zaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perubahan budaya dan arus globalisasi mengakibatkan beberapa budaya tersingkirkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat  tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat  yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju  pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya  globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara  mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah  menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa  cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia  sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus  dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna  globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sekarang ini setiap hari kita  bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju  seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di  tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap  melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia.  Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui  kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak  kehadirannya di tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti  tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil  memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga.  Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh  terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita  merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga  kelestariannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang  semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif  tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih  menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan  parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang  bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang  demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional  Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan  dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi  kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu  berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan  datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses  industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi,  maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi  komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan  kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian  tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih  menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa  harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi  atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh,  sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi  masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati  berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan  kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang  Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini  tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat  disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian  tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan  merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut  saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun  1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati  suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai  terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena  demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan  juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di  Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional  mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang  tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian  yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi  komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja  kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh  kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak  sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang  disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari  segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian  tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan  zaman. Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan  mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa  dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom  Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya,  maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar  yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam  minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah  satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun  tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang  kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan  sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan  sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Peran mahasiswa dalam kebudayaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan kreatif tentunya tidak  ingin kebudayaan kita menjadi pudar bahkan lenyap karena pengaruh dari  budaya-budaya luar.Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting  dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi  bahwa mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan  kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai  intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada  mereka harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan  negara bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran  kultural mahasiswa antara lain dapat dilakukan dengan pengoptimalan  peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Optimalisasi peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah  dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu intrakurikuler dan  ekstrakulikuler. Jalur Intrakurikuler dilakukan dengan menjadikan seni  dan budaya daerah sebagai substansi mata kuliah; sedangkan jalur  ekstrakurikuler dapat dilakukan melalui pemanfaatan unit kegiatan  mahasiswa (UKM) kesenian dan keikutsertaan mahasiswa dalam  kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh berbagai  pihak untuk pelestarian seni dan budaya daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;a.        Jalur Intrakurikuler&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam  pelestarian seni dan budaya daerah diperlukan adanya pemahaman mahasiswa  terhadap seni dan budaya daerah. Tanpa adanya pemahaman yang baik  terhadap hal itu, mustahil mahasiswa dapat menjalankan peran itu dengan  baik.  Peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap seni dan budaya daerah  dapat dilakukan melalui jalur intrakurikuler; artinya seni dan budaya  daerah dijadikan sebagai salah satu substansi atau materi pembelajaran  dalam satu mata kuliah atau dijadikan sebagai mata kuliah. Kemungkinan  yang pertama dapat dilakukan melalui mata kuliah  Ilmu Sosial dan Budaya  Dasar (ISBD) bagi mahasiswa program studi eksakta, dan Ilmu Budaya  Dasar dan Antropologi Budaya bagi mahasiswa program studi ilmu sosial.  Dalam dua mata kuliah itu terdapat beberapa pokok bahasan yang dapat  dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap seni dan  budaya daerah yaitu tentang manusia dan kebudayaan, manusia dan  peradaban, dan manusia, sains teknologi, dan sen&lt;a name="_ftnref6_4975"&gt;.&lt;/a&gt;Kemungkinan  yang kedua tampaknya telah diakomodasi dalam kurikulum program  studi-program studi yang termasuk dalam rumpun ilmu budaya seperti  program studi di lingkungan Fakultas Sastra atau Fakultas Ilmu Budaya.  Beberapa mata kuliah yang secara khusus dapat digunakan untuk  meningkatkan pemahaman terhadap seni dan budaya daerah adalah Masyarakat  dan Kesenian Indonesia, Manusia dan Kebudayaan Indonesia, dan  Masyarakat dan Kebudayaan Pesisir. Melalui mata kuliah-mata kuliah itu,  mahasiswa dapat diberi penugasan untuk melihat, memahami, mengapresiasi,  mendokumentasi, dan membahas seni dan budaya daerah. Dengan  kegiatan-kegiatan semacam itu pemahaman mahasiswa terhadap seni dan  budaya daearah akan meningkat yang juga telah melakukan pelestarian.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jalur intrakurikuler lainnya yang dapat digunakan  untuk meningkatkan pemahaman bahkan mengoptimalkan peran mahasiswa dalam  pelestarian seni dan budaya daerah adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Mahasiswa-mahasiswa yang telah mendapatkan pemahaman yang mencukupi  terhadap seni dan budaya daerah dapat berkiprah langsung dalam  pelestarian dan pengembangan seni dan budaya daerah. Kuliah Kerja  Profesi (KKP) yang merupakan bentuk lain dari KKN di Fakultas Ilmu  Budaya Universitas Diponegoro telah digunakan untuk berperan serta dalam  pelestarian dan  pengembangan seni dan budaya daerah. Mahasiswa  Fakultas Ilmu Budaya, khususnya yang berasal dari program studi Sejarah,  dalam tiga tahun terakhir sebagian telah membantu merevitalisasi seni  budaya yang tumbuh dan berkembang di Semarang, misalnya batik Semarang,  arsitektur Semarang, dan membantu mempromosikan perkumpulan Wayang Orang  Ngesthi Pandhawa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;b.        Jalur Ekstrakurikuler&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pembentukan dan pemanfaatan Unit Kegiatan Mahasiswa  (UKM) Kesenian Jawa (Daerah Lainnya) merupakan langkah lain yang dapat  ditempuh untuk mengoptimalkan peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan  budaya daerah. Sehubungan dengan hal itu, pimpinan perguruan tinggi  perlu mendorong pembentukan UKM Kesenian Daerah. Lembaga kemahasiswaan  itu merupakan wahana yang sangat strategis untuk upaya-upaya tersebut,  karena mereka adalah mahasiswa yang benar-benar berminat dan berbakat  dalam bidang seni tradisi. Latihan-latihan secara rutin sebagai salah  satu bentuk kegiatan UKM kesenian daerah (Jawa misalnya) yang pada  gilirannya akan berujung pada pementasan atau pergelaran merupakan  bentuk nyata dari pelestarian seni dan budaya daerah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Forum-forum festival seni mahasiswa semacam Pekan  Seni Mahasiswa Tingkat Nasional (Peksiminas) merupakan wahana yang lain  untuk pengoptimalan peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya  daerah.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari Penulisan Makalah ini saya dapat menyimpulkan  Bahwa Perubahan Dinamis dan arus Globalisasi yang tinggi menyebabkan  Masyarakat kita sebagai bangsa indonesia yang memiliki banyak dan  beragam kebudayaan kurang memiliki kesadaran akan pentingnya peranan  budaya lokal kita ini dalam memperkokoh ketahanan Budaya Bangsa. Padahal  sesungguhnya Budaya Lokal yang kita miliki ini dapat menjadikan kita  lebih bernilai dibandingkan bangsa lain karena betapa berharganya nilai –  nilai budaya lokal yang ada di negara ini. Untuk itu seharusnya kita  bisa lebih tanggap dan peduli lagi terhadap semua kebudayaan yang ada di  indonesia ini. Selain itu kita harus memahami arti kebudayaan serta  menjadikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia sebagai sumber  kekuatan untuk ketahanan budaya bangsa.Agar budaya kita tetap terjaga  dan tidak diambil oleh bangsa lain. Karena kekayaan bangsa Indonesia  yang tidak ternilai harganya itu dan tidak pula dimiliki oleh  bangsa-bangsa asing. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda, yang  merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya kita  demi masa depan anak cucu&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Daftar pustaka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://tiuii.ngeblogs.com/2009/10/23/peran-budaya-lokal-memperkokoh-ketahanan-budaya-bangsa-2/"&gt;http://tiuii.ngeblogs.com/2009/10/23/peran-budaya-lokal-memperkokoh-ketahanan-budaya-bangsa-2/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://staff.undip.ac.id/sastra/dhanang/2009/07/23/peningkatan-kualitas-pembelajaran-sejarah-dan/"&gt;http://staff.undip.ac.id/sastra/dhanang/2009/07/23/peningkatan-kualitas-pembelajaran-sejarah-dan/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/"&gt;http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-4472276923408054247?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/4472276923408054247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-perubahan-kebudayaan-karena.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/4472276923408054247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/4472276923408054247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-perubahan-kebudayaan-karena.html' title='MAKALAH PERUBAHAN KEBUDAYAAN KARENA PENGARUH DARI LUAR'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-2706613700356513031</id><published>2011-01-15T01:12:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T01:15:01.808-08:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN POLITIK</title><content type='html'>ecara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;etimologis&lt;/span&gt;, politik berasal dari kata Yunani &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;polis &lt;/span&gt;yang berarti kota atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;negara &lt;/span&gt;kota.  Kemudian arti itu berkembang menjadi polites yang berarti warganegara,  politeia yang berarti semua yang berhubungan dengan negara, politika  yang berarti pemerintahan &lt;a href="http://kuliahfilsafat.blogspot.com/2009/08/definisi-negara-oleh-para-ahli.html"&gt;negara &lt;/a&gt;dan politikos yang berarti kewarganegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aristoteles &lt;/span&gt;(384-322  SM) dapat dianggap sebagai orang pertama yang memperkenalkan kata  politik melalui pengamatannya tentang manusia yang ia sebut zoon  politikon. Dengan istilah itu ia ingin menjelaskan bahwa hakikat  kehidupan sosial adalah politik dan interaksi antara dua orang atau  lebih sudah pasti akan melibatkan hubungan politik. Aristoteles melihat  politik sebagai kecenderungan alami dan tidak dapat dihindari manusia,  misalnya ketika ia mencoba untuk menentukan posisinya dalam masyarakat,  ketika ia berusaha meraih kesejahteraan pribadi, dan ketika ia berupaya  memengaruhi orang lain agar menerima pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aristoteles &lt;/span&gt;berkesimpulan  bahwa usaha memaksimalkan kemampuan individu dan mencapai bentuk  kehidupan sosial yang tinggi adalah melalui interaksi politik dengan  orang lain. Interaksi itu terjadi di dalam suatu kelembagaan yang  dirancang untuk memecahkan konflik sosial dan membentuk tujuan negara.  Dengan demikian kata politik menunjukkan suatu aspek kehidupan, yaitu  kehidupan politik yang lazim dimaknai sebagai kehidupan yang menyangkut  segi-segi kekuasaan dengan unsur-unsur: &lt;a href="http://seputarpolitik.blogspot.com/2009/08/arti-negara.html"&gt;negara &lt;/a&gt;(state),  kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making), kebijakan  (policy, beleid), dan pembagian (distribution) atau alokasi  (allocation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik  (politics) adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik  (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari  sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan  (decision making) mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem  politik itu menyangkut seleksi terhadap beberapa alternatif dan  penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih.  Sedangkan untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan  kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan  dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation) dari  sumber-sumber (resources) yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa berperan aktif  melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu dimiliki kekuasaan (power)  dan kewenangan (authority) yang akan digunakan baik untuk membina  kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam  proses itu. Cara-cara yang digunakan dapat bersifat meyakinkan  (persuasive) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Tanpa unsur  paksaan, kebijakan itu hanya merupakan perumusan keinginan (statement of  intent) belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Politik &lt;/span&gt;merupakan  upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki. Namun banyak  pula yang beranggapan bahwa politik tidak hanya berkisar di lingkungan  kekuasaan &lt;a href="http://seputarpolitik.blogspot.com/2009/08/beberapa-tinjauan-tentang-negara-yang.html"&gt;negara &lt;/a&gt;atau  tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh penguasa negara. Dalam  beberapa aspek kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik,  baik politik dagang, budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan  lainnya. Demikianlah politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari  seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang  (private goals). Politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk  partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan (individu).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-2706613700356513031?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/2706613700356513031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/pengertian-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/2706613700356513031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/2706613700356513031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/pengertian-politik.html' title='PENGERTIAN POLITIK'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-1160502187443668294</id><published>2011-01-10T04:42:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T04:48:24.430-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH SOSIOLOGI  PROBLEMA SOSIAL DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL  “BUDAYA KONSUMERISME YANG TERJADI DI MASYARAKAT AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL”</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 177.75pt; text-indent: 2.25pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Disusun Oleh :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 126pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dwi Putri Astuti &lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;44209110056&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 126pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Edith Silyani &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;44209110068&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 126pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Eva Silvani &lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;44209110044&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 126pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Yuliana Andriyani &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;44209110032&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 5cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Fikom – Public Relation&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Universitas Mercu Buana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;KATA PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Puji  syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmatnya  sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang bertema “ Masalah Sosial  Dalam Menghadapi Perubahan Sosial” ini dengan baik dan lancar sesuai  dengan waktu yang ditetapkan. Adapun maksud pembuatan makalah ini adalah  sebagai bentuk kepedulian kami dalam menyikapi budaya konsumerisme yang  terjadi di masyarakat akibat perubahan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Pada kesempatan ini &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kami&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;juga ingin &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;mengucapkan  terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah  terlibat dalam pembuatan makalah ini secara langsung maupun tidak  langsung&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;.  Dalam pembuatan makalah ini kami juga merasa masih terdapat banyak  kekurangan, oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang membangun  dari pembaca untuk dapt memotivasi kami dalm pembuatan makalah yang  lebih baik di lain waktu. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                                                                                       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;Jakarta, 19 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Penyusun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;DAFTAR ISI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Kata Pengantar&lt;span style=""&gt;                                                                                   &lt;/span&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;I&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Pendahuluan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;I.1 &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Latar Belakang&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;4 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;I.2 &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Aspek-aspek yang terkait dengan PR&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;II&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Permasalahan &lt;span style=""&gt;                                                                        &lt;/span&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;III&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Teoritis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;III.1 &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Pengertian Perubahan Sosial&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;III.2&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Proses Perubahan Sosial&lt;span style=""&gt;                                           &lt;/span&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;III.3&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Faktor Pendorong Perubahan &lt;span style=""&gt;                                   &lt;/span&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;III.4&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Perspektif Perubahan Sosial&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;III.5&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Dampak / Akibat Perubahan Sosial&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;IV&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Pembahasan &lt;span style=""&gt;                                                              &lt;/span&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;V&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Kesimpulan dan Saran&lt;span style=""&gt;                                                           &lt;/span&gt;22 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Daftar Pustaka &lt;span style=""&gt;                                                                                   &lt;/span&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;I.PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;I.1&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt; LATAR&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;BELAKANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;a.Globalisasi Penyebab Perubahan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Setiap  manusia dalam hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan dan  perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat memang telah terjadi  sejak zaman dahulu. Seiring berjalannya perubahan waktu, sekarang ini  perubahan yang terjadi dalam masyarakat berjalan sangat cepat sehingga  membingungkan manusia yang menghadapinya. Untuk mempelajari perubahan  pada masyarakat, perlu diketahui sebab-sebab yang melatari terjadinya  perubahan itu. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu  perubahan masyarakat, mungkin karena adanya proses prubahan masyarakat  beserta dengan kebudayaannya dari hal-hal yang bersifat tradisional ke  modern yang sering disebut dengan istilah modernisasi.Serta akibat dari  Globalisasi yaitu penyeragaman budaya bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seluruh masyarakat dunia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;proses  globaliasi muncul sebagai akibat adanya arus informasi dan komunikasi  yang sering online setiap saat dan dapat di jangkau dengan biaya yang  relative murah. sebagai akibatnya adalah masyarakat dunia menjadi satu  lingkungan yang seolah-olah saling berdekatan dan menjadi satu sistem  pergaulan dan satu sistem budaya yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Karena  ketidaksiapan manusia-manusia tersebut dalam menghadapi perubahan  sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya menimbulkan adanya problema  sosial.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -21.8pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;b.&lt;b style=""&gt;Problema Sosial yang muncul akibat Globalisasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Munculnya  guncangan kebudayaan (cultural shock); guncangan budaya umumnya dialami  oleh golongan tua yang terkejut karena melihat adanya perubahan budaya  yang dilakukan oleh para generasi muda. Cultural Shock dapat diartikan  sebagai ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda sehingga  menghasilkan suatu pola yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang  bersangkutan. Perubahan unsur-unsur budaya seringkali ditanggapi oleh  masyarakat dengan beragam. Bagi masyarakat yang belum siap menerima  perubahan-perubahan yang terjadi maka akan timbul goncangan (shock)  dalam kehidupan sosial dan budayanya yang mengakibatkan seorang individu  menjadi tertinggal atau frustasi. Kondisi demikian dapat menyebabkan  timbulnya suatu keadaan yang tidak seimbang dan tidak serasi dalam  kehidupan. Contoh: di era globalisasi ini unsur-unsur budaya asing  seperti pola pergaulan hedonis (memuja kemewahan), pola hidup konsumtif  sudah menjadi pola pergaulan dan gaya hidup para remaja kita. Bagi  individu atau remaja yang tidak siap dan tidak dapat menyesuaikan pada  pola pergaulan tersebut, mereka akan menarik diri dari pergaulan atau  bahkan ada yang frustasi sehingga menimbulkan tindakan bunuh diri atau  perilaku penyimpangan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Munculnya  ketimpangan kebudayaan (cultural lag); kondisi ini terjadi manakala  unsur-unsur kebudayaan tidak berkembang secara bersamaan, salah satu  unsur kebudayaan berkembang sangat cepat sedangkan unsur lainnya  mengalami ketertinggalan. Ketertinggalan yang terlihat mencolok adalah  ketertinggalan alam pikiran dibandingkan pesatnya perkembangan  teknologi, kondisi ini terutama terjadi pada masyarakat yang sedang  berkembang seperti Indonesia. Untuk mengejar ketertinggalan ini  diperlukan penerapan sistem dan pola pendidikan yang berdisiplin tinggi.  Contoh: Akibat kenaikan harga BBM pemerintah mengkonversi bahan bakar  minyak menjadi gas dengan cara mensosialisasikan tabung gas ke  masyarakat. Namun berhubung sebagian masyarakat belum siap, terkait  dengan kenyamanan dan keamanan penggunaan tabung gas maka masyarakat  kebayakan menolak konversi tersebut. Kondisi demikian menunjukkan adanya  ketertinggalan budaya (cultural lag) oleh sebagian masyarakat terhadap  perubahan budaya dan perkembangan kemajuan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Adanya penurunan kualitas Moral(demoralisme)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Meningkatnya sikap Egoisme dan materialistic.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Timbulnya budaya Konsumerisme.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 50%; -moz-background-size: auto auto; margin-left: 66pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:white;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;I.2&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;ASPEK-ASPEK PERUBAHAN SOSIAL YANG TERKAIT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;DENGAN PUBLIC RELATIONS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Perubahan  sosial yang terjadi di masyarakat sangat erat kaitannya dalam dengan  ilmu komunikasi. Perubahan sosial budaya misalnya dapat terjadi karena  beberapa faktor, di antaranya &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;komunikasi;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan  jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan  faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan,  dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;;  perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat  tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam  masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut  jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan  ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Sebagai  sesorang PR (Public Relations) kita harus mampu memberikan atau  menyampaikan komunikasi / informasi yang baik kepada masyarakakat  mengenai hal-hal yang terkait dengan masuknya budaya- budaya asing yang  dapat memberikan dampak terhadap perubahan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;PR  juga harus memiliki perencanaan sosial (social planning) yang pada  dewasa ini menjadi ciri umum bagi masyarakat atau negara yang sedang  mengalami perkembangan. Suatu perencanaan sosial haruslah didasarkan  pada pengertian yang mendalam tentang bagaimana suatu kebudayaan dapat  berkembang dari taraf yang lebih rendah ke taraf yang lebih maju atau  modern. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Pada  era modern ini harus diakui bahwa peradaban manusia telah memasuki  tahapan baru, yaitu dengan adanya revolusi komunikasi. Dengan cepat,  teknik dan jasa telekomunikasi yang memanfaatkan spektrum frekuensi  radio dan satelit ini telah berkembang menjadi jaringan yang sangat luas  dan menjadi vital dalam berbagai aspek kehidupan dan keselamatan  bangsa-bangsa di dunia. Pemanfaatan jasa satelit tidak semata-mata untuk  usaha hiburan, namun berkembang secara meluas dan digunakan dalam  teknologi pertelevisian, komunikasi, komputer, analisis cuaca, hingga  penggunaan untuk survei sumber daya alam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Perubahan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Perubahan  sosial merupakan suatu gejala yang akan selalu ada dalam masyarakat,  karena masyarakat selalu berubah dalam aspek terkecil sekalipun.  Perubahan sosial maupun perubahan budaya sebenarnya dua konsep yang  berbeda tetapi saling berkaitan satu sama lain, di mana perubahan sosial  mengacu pada perubahan struktur sosial dan hubungan sosial di  masyarakat sedangkan perubahan budaya mengacu pada perubahan segi budaya  di masyarakat. Tetapi perubahan pada hubungan sosial akan menimbulkan  pula perubahan pada aspek nilai dan norma yang merupakan bagian dari  perubahan budaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Terdapat  berbagai teori yang dapat menjelaskan fenomena perubahan sosial di  masyarakat. Tetapi semua teori itu sebenarnya saling mengisi satu sama  lain, merupakan perbaikan ataupun juga memberikan sumbangan yang berarti  dalam memahami fenomena perubahan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Perubahan  sosial dapat terjadi karena sebab internal maupun eksternal. Faktor  internal berkaitan dengan permasalahan yang timbul dalam diri  masyarakat, sedangkan faktor eksternal mengacu pada sumber perubahan  yang berasal dari luar masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;iframe frameborder="0" src="http://kumpulblogger.com/machor.php?b=139394" width="100%" height="200px" marginwidth="0" marginheight="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;II.PERMASALAHAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Modernisasi  dan globalisasi sebagai suatu perkembangan baru memunculkan  pengaruh-pengaruh yang menguntungkan maupun merugikan.Pengaruh merugikan  inilah yang selanjutnya menimbulkan problema sosial di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dalam makalah ini kami akan fokuskan pada satu problema atau permasalahan yang terjadi di masyarakat, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Budaya Konsumerisme.Disini akan dibahas factor pembentuk konsumerisme&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta dampaknya.Juga &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;mengenai  banyaknya pembangunan – pembangunan Mal di Ibukota dan daerah – daerah  lain yang berimbas pada munculnya budaya konsumerisme dalam masyarakat  kita saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;III. TEORITIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Sebelum  masuk pada pembahasan dari permasalahan sosial, terlebih dahulu kami  akan menjabarkan secara teori mengenai pengertian, faktor-faktor dan  dampak dari perubahan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;III.1 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Perubahan  sosial adalah proses sosial yang dialami oleh anggota masyarakat serta  semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial, di mana semua tingkat  kehidupan masyarakat secara sukarela akan dipengaruhi oleh unsur-unsur  eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem-sistem  sosial lama kemudian menyesuaikan diri atau menggunakan pola-pola  kehidupan, budaya dan sistem-sistem sosial yang baru. Hal-hal penting  dalam perubahan sosial menyangkut aspek-aspek berikut, yaitu: perubahan  pola pikir masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan perubahan  budaya materi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Menurut para ahli, perubahan sosial memiliki definisi sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Kingsley Davis &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;mengatakan bahwa Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Mac Iver&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;mengatakan  bahwa Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam  hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan  (equilibrium) hubungan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;William F. Ogburn&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;  mengemukakan bahwa Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup  unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan  adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap  unsur-unsur immaterial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Gillin dan Gillin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;  mengatakan bahwa perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari  cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan  kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi  maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru (inovasi)  dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 21.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Selo Soemardjan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;  mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan segala perubahan-perubahan  pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang  mempengaruhi sistem sosialnya termasuk di dalamnya, nila-nilai, sikap  dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan  pada definisi tersebut terletak pada lembaga kemasyarakatan sebagai  himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana yang kemudian  mempengaruhi segi struktur masyarakat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Menurut  Soekanto (1990), penyebab perubahan sosial dalam suatu masyarakat  dibedakan menjadi dua macam yaitu faktor dari dalam dan luar. Faktor  penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri antara lain  bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk, penemuan baru, pertentangan  dalam masyarakat, terjadinya pemberontakan atau revolusi. Sedangkan  faktor penyebab dari luar masyarakat adalah lingkungan fisik sekitar,  peperangan, pengaruh kebudayaan masyarakat lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Menurut &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Soerjono Soekanto&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  problema atau masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara  unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan  kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada  dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam  kehidupan kelompok atau masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Problem  atau masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok  antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat  menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;perubahan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;sosial.  Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang  memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah,  organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Menurut  Alvin Betrand: awal dari proses perubahan sosial adalah komunikasi  yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, kepercayaan, keyakinan dsb, dari  satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai kata kesepahaman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Menurut  David Mc Clelland: dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih  prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;III. 2 &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;PROSES PERUBAHAN SOSIAL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap berurutan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 2.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Invensi, yaitu proses dimana ide-ide baru diciptakan dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 2cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dikembangkan; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 2.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Difusi, yaitu proses dimana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 2cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dalam sistem sosial; dan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 70.9pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Konsekwensi,  yaitu perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai  akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika  penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. Karena itu  perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 2.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;III.3.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Faktor  pendorong merupakan alasan yang mendukung terjadinya perubahan. Menurut  Soerjono Soekanto ada sembilan faktor yang mendorong terjadinya  perubahan sosial, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Bertemunya  budaya yang berbeda menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu  menghimpun berbagai penemuan yang telah dihasilkan, baik dari budaya  asli maupun budaya asing, dan bahkan hasil perpaduannya. Hal ini dapat  mendorong terjadinya perubahan dan tentu akan memperkaya kebudayaan yang  ada.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Sistem pendidikan formal yang maju.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Pendidikan  merupakan salah satu faktor yang bisa mengukur tingkat kemajuan sebuah  masyarakat. Pendidikan telah membuka pikiran dan membiasakan berpola  pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan  manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya memenuhi  perkembangan zaman, dan perlu sebuah perubahan atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Sebuah  hasil karya bisa memotivasi seseorang untuk mengikuti jejak karya.  Orang yang berpikiran dan berkeinginan maju senantiasa termotivasi untuk  mengembangkan diri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 2cm; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Penyimpangan  sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat  merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya. Untuk itu,  toleransi dapat diberikan agar semakin tercipta hal-hal baru yang  kreatif.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Open  stratification atau sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial  vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat.  Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin  hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para  individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;6. Penduduk yang heterogen.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Masyarakat  heterogen dengan latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda  akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan  sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya  perubahan-perubahan baru dalam masyarakat untuk mencapai keselarasan  sosial.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Rasa  tidak puas bisa menjadi sebab terjadinya perubahan. Ketidakpuasan  menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan berbagai gerakan  revolusi untuk mengubahnya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;8. Orientasi ke masa depan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Kondisi  yang senantiasa berubah merangsang orang mengikuti dan menyesusikan  dengan perubahan. Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan  membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya  penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan  zaman.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;9. Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk perbaikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;hidup.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Usaha  merupakan keharusan bagi manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang  tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.  Usaha-usaha ini merupakan faktor terjadinya perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;III.4.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Pengelompokkan  teori perubahan sosial telah dilakukan oleh Strasser dan Randall.  Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori, yaitu teori kemunculan  diktator dan demokrasi, teori perilaku kolektif, teori inkonsistensi  status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.5pt;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 135.75pt;" valign="top" width="181"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Perspektif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 271.5pt;" valign="top" width="362"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Penjelasan   Tentang Perubahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 135.75pt;" valign="top" width="181"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Barrington   Moore, teori kemunculan diktator dan demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 271.5pt;" valign="top" width="362"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Teori    ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang sejarah pada beberapa  negara   yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria  menuju basis   ekonomi industri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 135.75pt;" valign="top" width="181"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Teori   perilaku kolektif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 271.5pt;" valign="top" width="362"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Teori   dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan   daripada sumber perubahan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 135.75pt;" valign="top" width="181"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Teori   inkonsistensi status&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 271.5pt;" valign="top" width="362"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Teori    ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. Pada teori  ini,   individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidakkonsistenan antara  status   individu dan grop dengan aktivitas atau  sikap yang didasarkan  pada   perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 135.75pt;" valign="top" width="181"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Analisis   organisasi sebagai subsistem sosial&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 271.5pt;" valign="top" width="362"&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="IN" &gt;Alasan    kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa organisasi terutama  birokrasi dan   organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang  sebagai hasil transformasi   sosial yang muncul pada masyarakat modern.  Pada sisi lain, organisasi   meningkatkan hambatan antara sistem sosial  dan sistem interaksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Modernisasi dan Globalisasi dapat memberikan dampak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap  Budaya Indonesia, suatu kemajuan akan menghasilkan dampak positif dan  negatif. Hal ini harus dapat kalian sadari betul agar dapat meminimalkan  dampak negatif yang merugikan serta memaksimalkan dampak positif yang  menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.png" width="553" height="239" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;III. 5&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;DAMPAK / AKIBAT DARI GLOBALISASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;a . Akibat Positif Globalisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Semakin  dipercayanya kebudayaan Indonesia; dengan adanya internet, kalian bisa  mengetahui kebudayaan-kebudayaan bangsa lain, sehingga dapat  dibandingkan ragam kebudayaan antarnegara, bahkan dapat terjadi adanya  akulturasi budaya yang akan semakin memperkaya kebudayaan bangsa. Dengan  memperbandingkan itu pula kalian dapat mengetahui kekurangan dan  kelebihan budaya Indonesia bila dibandingkan dengan kebudayaan  bangsa-bangsa lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Ragam  kebudayaan dan kekayaan alam negara Indonesia lebih dikenal dunia; dulu  mungkin masyarakat Eropa hanya mengenal Bali sebagai objek wisata di  Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi,  masyarakat Eropa mulai mengenal keindahan alam Danau Toba di Sumatra  Utara, panorama Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara, keaslian alam  Perairan Raja Ampat di Papua, kelembutan tari Bedoyo Ketawang dari Solo  (Jawa Tengah), keanggunan tari Persembahan dari Sumatra Barat, atau  kemeriahan tari Perang dari suku Nias di Sumatra Utara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;IV. PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;A,Budaya Konsumerisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Keadaan  masyarakat yang sekarang ini semakin berubah seiring perkembangan zaman  dimana pengaruh dari budaya konsumerisme yang terjadi di masyarakat  dengan adanya perubahan pola pikir dimana masyarakat sekarang  terpengaruh adanya budaya yang berkembang sehingga sebuah substansi yang  ada terkalahkan oleh budaya yang ada sebuah substansi yang seharusnya  merupakan tujuan awal dan utama terkalahkan dengan adanya dominasi  budaya yang berkembang di masyarakat. Budaya merupakan hasil dari proses  sosial yang dilakukan manusia tetapi pada kenyataan sekarang ini budaya  yang ada menjadi pembentuk diri manusia&lt;b style=""&gt;. Batasan tipis antara kebutuhan dan keinginan yang menjadikan pemikiran masyarakat sekarang ini lebih kearah keinginan&lt;/b&gt;  dan budaya atau mode yang sedang berkembang, proses konsumsi dari  masyarakat sekarang ini tidak tergantung pada substansi kebutuhan tetapi  adanya pelekatan mode serta buadaya yang sedang berkembang dalam  masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Adanya kelas dalam masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;  juga dapat dijadikan perkembangan dalam adanya budaya konsumerisme,  adanya kelas sosial memberikan dampak budaya yang seharusnya ada dalam  masing-masing kelas sehingga pelekatan fashion serta mode yang ada  haruslah sesuai dengan budaya yang berkembang pada masing-masing kelas,  sehingga masyarakat kelas atas ketika mereka membeli barang haruslah  ber-merk dan mempunyai kelas sesuai kelasnya. Serta masyarakat yang  berada pada kelas yang lain yang ingin dimasukkan dalam kelasnya  haruslah mengikuti budaya pada kelas yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Peran media yang merupakan sarana pengkodean&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;  merupakan hal yang menjadikan budaya konsumerisme dapat berkembang,  karena adanya iklan yang berkembang pada masyarakat yang menjadikan  orang tidak berfikir secara rasional kebutuhan tetapi berdasarkan  penerimaan pengkodean yang telah ter-frame dalam pikiran yang  diungkapkan sebagai budaya yang ada dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dampak Konsumerisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Hidup Boros dan Enggan untuk Berbagi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Suatu  hari, saya pernah mendengar cerita dari seorang petugas geladak kapal  pesiar mewah yang beroperasi di Hawaii. Ia berujar begini, “tahu tidak!  Orang-orang barat itu serakah dan suka membuang-buang makanan..! di  kapal Pesiar, mereka masing-masing memesan makanan sampai satu meja  penuh. Lalu, makanan tersebut tidak dimakan semuanya, tapi Cuma &lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;dicuil-cuil&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  satu persatu.. sisanya.. dibuang kelaut!!”. Menanggapi ceritanya itu,  saya langsung menanggapi, “ooh.. pantas orang-orang di Afrika kekurangan  makanan.. rupanya makanan yang mereka cari-cari itu terpung-apung di  lautan pasifik!”. Kapitalisme dan konsumerisme tidak pernah peduli pada  siapa yang dapat bagian dan siapa yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Di televisi dan di acara-acara otomotif, kita sering melihat anak-anak muda menghabiskan uang &lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;jajan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dari orang tuanya untuk melengkapi perlengkapan &lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Multimedia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; untuk mobil mewahnya – dan tidak lupa &lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Airbrush&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  jika mereka mulai bosan dengan warna mobilnya! Semua itu bisa  menghabiskan berjuta-juta. Padahal, disisi lain, ada banyak orang yang  untuk makan saja sudah sulit. Konsumerisme membuat korbannya menjadi  hidup sedemikian boros dan enggan untuk berbagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Uniformitas dan Alienasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dampak yang paling menyeramkan – bagi saya – adalah Uniformitas dan alienasi. Unformitas diambil dari kata &lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;uniform&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  yang berarti seragam, sedang uniformitas itu sendiri adalah membuat  suatu kelompok entah itu masyarakat lokal atau komunitas internasional  menjadi sama atau seragam. Nah, akibat ada penyeragman atau uniformitas  inilah kemudian, mereka yang tidak sama atau menolak untuk menjadi sama  menjadi teralienasi dan dianggap asing dari suatu kelompok. Konsumerisme  secara tidak langsung membuat pola yang kemudian akan mendorong kita  pada uniformitas. Bahkan fenomena unformitas ini sudah terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Handphone&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;  atau Hp misalnya, dulu ketika Hp belum ada atau belum umum, tanpa benda  itu rasanya hidup kita baik-baik saja. Tapi sekarang, di kota seperti  Jogjakarta ini, tidak mungkin rasanya untuk tidak memiliki Hp.  Uniformitas tidak terjadi begitu saja, ada prosesnya. Misal dalam satu  kota hidup 1000 anggota masyarakat. Pada awalnya hanya 250 orang saja  yang memiliki Hp di kota tersebut, Hp belum umum dan mereka yang tidak  memiliki Hp masih baik-baik saja dan tidak merasa aneh. Namun pemasaran  Hp semakin agresif. Pemilik Hp berkembang menjadi 850 orang, jadilah 150  orang yang tidak memilik Hp merasa aneh dan ketinggalan zaman, &lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;rikiplik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;!  Terjadi alienasi. Akhirnya mereka yang 150 itu, terpaksa memasukkan Hp  sebagai daftar kebutuhan baru..! tadaaa!! Terjadilah unformitas!&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;V&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;KESIMPULAN :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;1.Gejala perubahan so&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;ial  dalam hal ini adalah Globalisasi budaya masyarakat Indonesia cenderung  kearah negative.Ini dapat dilihat dari timbulnya berbagai macam problema  social yang akhir-akhir ini sudah terjadi di lingkungan kita ,termasuk  salah satunya adalah konsumerisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;2.Bangsa  Indonesia harus beranjak dari posisi sebagai konsumen menjadi  produsen.Diperlukan strategi untuk mengkaji kembali secara dinamis  nilai-nilai budaya bangsa yang dapat digunakan sebagai alat untuk  menghadapi tantangan masa depan. Patut pula untuk disadari bahwa  terdapat kendala-kendala yang membutuhkan kecermatan yang mendalam dalam  proses pewarisan nilai itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Perkembangan budaya konsumerisme menguntungkan para pemilik modal dan memanfaatkan masyarakat yang menjadi objek. &lt;b style=""&gt;Peran  kita sebagai generasi muda seharusnya mempunyai pikiran kritis untuk  menyadari adanya hal ini dan menentang budaya tersebut karena hanya  merugikan bagi kita,&lt;/b&gt; serta jangan sampai kita menjadi orang (agen)  yang mendukung dan mengembangkan hal tersebut. Budaya konsumerisme telah  menjadikan mahasiswa lupa dengan posisi mereka sebagai intelektual dan  menjadikan mereka agen yang terjebak dalam posisi tersebut.”Budaya  merupakan bentukan manusia dan dapat dirubah oleh manusia, kesadaran  kritis dan proses transformasi sosial dapat dilakukan untuk merubah  keadaan menjadi lebih baik”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;SARAN&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Masyarakat  harus bersikap positif dalam menunjukkan bentuk penerimaan terhadap  arus modernisasi dan globalisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Penerimaan  secara terbuka (open minded); sikap ini merupakan langkah pertama dalam  upaya menerima pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap terbuka akan  membuat kita lebih dinamis, tidak terbelenggu hal-hal lama yang  bersikap kolot, dan akan lebih mudah menerima perubahan dan kemajuan  zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Mengembangkan sikap antisipatif dan selektif, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sikap  ini merupakan kelanjutan dari sikap terbuka. Setelah kita dapat membuka  diri dari hal-hal baru, langkah selanjutnya adalah kita harus memiliki  kepekaan (antisipatif) dalam menilai hal-hal yang akan atau sedang  terjadi. Kaitannya dengan pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap  antisipatif dapat menunjukkan pengaruh yang timbul akibat adanya arus  globalisasi dan modernisasi. Setelah kita mampu menilai pengaruh yang  terjadi, maka kita harus mampu memilih (selektif) pengaruh mana yang  baik bagi kita dan pengaruh mana yang tidak baik bagi kita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Adaptif,  sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap antisipatif dan selektif.  Sikap adaptif merupakan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap hasil  perkembangan modernisasi dan globalisasi. Tentu saja penyesuaian diri  yang dilakukan bersifat selektif, artinya memiliki pengaruh positif bagi  si pelaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Tidak  meninggalkan unsur-unsur budaya asli, seringkali kemajuan zaman  mengubah perilaku manusia, mengaburkan kebudayaan yang sudah ada, bahkan  menghilangkannya sama sekali. Kondisi ini menyebabkan  seseorang/masyarakat kehilangan jati diri mereka, kondisi ini harus  dapat dihindari. Semaju apa pun dampak modernisasi yang kita lalui, kita  tidak boleh meninggalkan unsur-unsur budaya asli sebagai identitas  diri. Jepang merupakan salah satu negara yang modern dan maju, namun  tetap mempertahankan identitas diri mereka sebagai masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.png" alt="*" width="12" height="12" /&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Anna Yulia Hartati, Staf Pengajar FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang Illustrasi Barma&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.png" alt="*" width="12" height="12" /&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.png" alt="*" width="12" height="12" /&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;a href="http://sosial-budaya.blogspot.com/"&gt;http://sosial-budaya.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.png" alt="*" width="12" height="12" /&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Gumgum Gumilar S.Sos., M.Si / Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://kuliahnyaevaa.blogspot.com/2010/11/makalah-sosiologi-problema-sosial-dalam.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-1160502187443668294?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/1160502187443668294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-sosiologi-problema-sosial-dalam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/1160502187443668294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/1160502187443668294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-sosiologi-problema-sosial-dalam.html' title='MAKALAH SOSIOLOGI  PROBLEMA SOSIAL DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL  “BUDAYA KONSUMERISME YANG TERJADI DI MASYARAKAT AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL”'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-8559830815642337884</id><published>2011-01-10T04:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T04:41:25.994-08:00</updated><title type='text'>Makalah Sosiologi Tentang Masalah Sosisal "Pengangguran"</title><content type='html'>BAB 1&lt;br /&gt;PENAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok  permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi.  Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan  positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi  adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum,  yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi  mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi  berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga.  Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga  suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing  power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat  sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu  bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil.  Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah  menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara  berkembang seperti di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, sudah tidak asing lagi ketika kita membicarakan masalah  pengangguran yang ada di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, saya  tertarik untuk lebih menjelaskan tentang masalah pengangguran yang  semakin bertambah kapasitasnya. Karena pengangguran merupakan masalah  negara saat ini yang sejak turun temurun belum teratasi. Pengangguran  dan setengah pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak  langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial  politik yang juga semakin meningkat.&lt;br /&gt;Penulisan makalah ini selain bertujuan untuk memenuhi nilai UTS mata  kuliah sosiologi, juga untuk memberikan penjelasan yang lebih dalam  mngenai faktor, dampak, dan solusi pengangguran yang menjadi masalah  sosial bangsa ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan  dosen pembimbing.&lt;br /&gt;1.2 Perumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa yang dimaksud dengan pengangguran dan faktor-faktor apa saja yang  menimbulkan terjadinya atau meningkatnya kapasitas pengangguran di  Indonesia ?&lt;br /&gt;2. sebutkan dan jelaskan jenis-jenis dan macam-macam pengangguran serta penyebabnya ?&lt;br /&gt;3. Dampak apa saja yang di timbulkan oleh adanya pengangguran dan jelaskan ?&lt;br /&gt;4. jelaskan solusi atau kebijakan pemerintah dalam menangani masalah pengangguran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Hipotesa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin  mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya dan faktor utama  yang menyebabkan timbulnya pengangguran salah satunya adalah besarnya  angkatan kerja tidak seimbang dengan kesempatan kerja.&lt;br /&gt;2. pengangguran memiliki jenis-jenis tersendiri yaitu pengangguran  terselubung, setengah menganggur, dan pengangguran terbuka. Adapun  macam-macam pengangguran adalah Pengangguran konjungtural, Pengangguran  struktural , Pengangguran friksional  , Pengangguran musiman ,  Pengangguran teknologi dan Pengangguran siklus.&lt;br /&gt;3. pengangguran merupakan masalah sosial bangsa ini yang merugikan, dan  tentu saja menimbulkan berbagai dampak negatifnya yaitu munculnya  kemiskinan dan kriminalisme dklangan masyarakat.&lt;br /&gt;4. sampai sekarang masalah pengangguran belum teratasi penuh, bahkan  tingkat pengangguran setiap tahunnya selalu bertambah. Banyak solusi dan  kebijakan-kebijakan dalam mengatasi pengangguran misalnya meningkatkan  wawasan penganggur dan memberi peatihan tenaga kerja untuk mengisi  lowongan-lowongan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 2&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Pengertian dan Faktor-Faktor timbulnya pengangguran&lt;br /&gt;a. Pengertian Pengangguran&lt;br /&gt;Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin  mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah  pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat  kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah  pokok makro ekonomi yang paling utama.&lt;br /&gt;b. Faktor – Faktor timbulnya pengangguran&lt;br /&gt;Adapun faktor – faktor yang mendorong timbulnya pengangguran adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- jumlah pencari kerja lebih besar dari jumlah peluang kerja yang tersedia (kesenjangan antara supply and demand).&lt;br /&gt;- kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja.&lt;br /&gt;- masih adanya anak putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan yang tidak  terserap dunia kerja/berusaha mandiri karena tidak memiliki  keterampilan yang memadai.&lt;br /&gt;- terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) karena krisis global.&lt;br /&gt;- terbatasnya sumber daya alam di kota yang tidak memungkinkan lagi  warga masyarakat untuk mengolah sumber daya alam menjadi mata  pencaharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Jenis Dan Macam-Macam Pengangguran&lt;br /&gt;Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja  atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka  pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga  kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.&lt;br /&gt;2. Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang  tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan,  biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja  yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.&lt;br /&gt;3. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang  sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup  banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha  secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa  jenis, yaitu  :&lt;br /&gt;a. Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran  yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan  perekonomian/siklus ekonomi.&lt;br /&gt;b. Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran  yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi  dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa diakibatkan oleh  beberapa kemungkinan, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akibat permintaan berkurang&lt;br /&gt;- Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi&lt;br /&gt;- Akibat kebijakan pemerintah         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengangguran friksional  (Frictional Unemployment) adalah  pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi  kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran  sukarela.&lt;br /&gt;d. Pengangguran musiman adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.&lt;br /&gt;e. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat  perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin&lt;br /&gt;f. Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh  menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran  siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat  demand).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Dampak Pengangguran&lt;br /&gt;Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan  gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga  merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus mengkonsumsi  beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan  sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa  kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi  setiap harinya&lt;br /&gt;a. Dampak Pengangguran terhadap  Perekonomian suatu Negara&lt;br /&gt;Tujuan  akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah  meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil  dan dalam keadaan naik terus.&lt;br /&gt;Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut  akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah  dicita-citakan.&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:&lt;br /&gt; Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan  tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran  bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai  masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan  yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh  masyarakat pun akan lebih rendah.&lt;br /&gt; Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari  sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi  akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun  sehingga pendapatan  masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar  dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana  untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan  pembangunan pun akan terus menurun.&lt;br /&gt; Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya  pengangguran akan menye-babkan daya beli masyarakat akan berkurang  sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan  berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor  (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru.  Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan  ekonomipun tidak akan terpacu.&lt;br /&gt;b. Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat&lt;br /&gt;Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:&lt;br /&gt; Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian&lt;br /&gt; Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan&lt;br /&gt; Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.&lt;br /&gt; Bertambahnya tingkat kemiskinan&lt;br /&gt; Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Solusi atau Kebijakan – Kebijakan Mengatasi Masalah Pengangguran&lt;br /&gt;Ketika membahas mengenai pengangguran, semuanya ini tidak sesuai dengan  perundang undangan di Indonesia, artinya masalah pengangguran yang  merupakan masalah sosial bangsa indonesia masih jauh melenceng dari  Undang-Undang Dasar 1945 seperti tercantum dalam pasal 27 ayat 2 yang  berbunyi ”Tiap – tiap warga negara berhak atas penkerjaan dan  penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Untuk itu , ada berbagai  solusi atau kebijakan untuk mengatasi masalah pengangguran, yaitu :&lt;br /&gt;1. Pengembangan mindset dan wawasan penganggur, berangkat dari kesadaran  bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun  sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Dengan  demikian, diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi  terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik, bernilai dan  berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas.&lt;br /&gt;2. Segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya yang  tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas  transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para  penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan  berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia maupun keuangan  (finansial).&lt;br /&gt;3. Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan  penganggur. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan  Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga  Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri  dari berbagai devisi menurut sasarannya. Dengan membangun lembaga itu,  setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat  perhatian khusus.&lt;br /&gt;4. Segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak  jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing  (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat  secara perorangan maupun berkelompok.&lt;br /&gt;5. Mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah  di wilayah perkotaan lainnya, seperti sampah, pengendalian banjir, dan  lingkungan yang tidak sehat. Sampah, misalnya, terdiri dari bahan  organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan non-organik yang dapat  didaur ulang.&lt;br /&gt;6. Mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Lembaga  itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan  secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para  pencari kerja. Pengembangan lembaga itu mencakup, antara lain sumber  daya manusianya (brainware), perangkat keras (hardware), perangkat lunak  (software), manajemen dan keuangan. Lembaga itu dapat di bawah lembaga  jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya.&lt;br /&gt;7. Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar  negeri. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar  negeri. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). Hal itu  dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.&lt;br /&gt;8. Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional  (Sisdiknas). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas  pendidikan.&lt;br /&gt;9. Upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK).&lt;br /&gt;10. Segera mengembangkan potensi kelautan kita. Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian  besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai  negara maritim. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik  supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 3&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Kritik dan Saran&lt;br /&gt;Harusnya pemimpin yang akan datang harus terus mengupayakan program  pendidikan keterampilan yang menunjang industri keratif, guna menekan  angka pengangguran akibat kurangnya lapangan kerja. Untuk itu para  sarjana harus berfikir dari sekarang bagaimana menciptakan lapangan  pekerjaan seperti berwira usaha (entrepreneur).&lt;br /&gt;Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah kembali agar  dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa pengangguran merupakan  masalah sosial bangsa indonesia saat ini yang belum bisa teratasi,  bahkan tingkat pengangguran setiap tahunnya semakin bertambah. Faktor  utama yang menimbulkan adanya pengangguran adalah kurangnya penggalian  potensi setiap individu dan kurangnya skill diluar sarjana bagi para  sarjana. Pengangguran jelas merugikan bangsa, oleh sebab itu banyak  dampak negatif yang di hasilkan yaitu menimbulkan kerawanan berbagai  kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://r4g3sblog.blogspot.com/2010/07/makalah-sosiologi-tentang-masalah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-8559830815642337884?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/8559830815642337884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-sosiologi-tentang-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/8559830815642337884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/8559830815642337884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-sosiologi-tentang-masalah.html' title='Makalah Sosiologi Tentang Masalah Sosisal &quot;Pengangguran&quot;'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-6854556406897015998</id><published>2011-01-10T04:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T04:39:21.368-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH SOSIOLOGI TENTANG PEMUDA DAN SOSIALISASINYA DALAM PERMASALAHAN GENERASI NASIONAL</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Masalah pemuda  merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi  dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda  ini disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang,  penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap  pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya.  Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur (evolusi)&lt;br /&gt;Sebagian  besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya.  Orang tua sebagai peer group yang memberikan bimbingan, pengarahan,  karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan  dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena  kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya.&lt;br /&gt;Dewasa  ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik  seorang pemuda sudah dewasa akan  tetapi secara ekonomis, psikologis  masih kurang dewasa. Contohnya seperti pemuda-pemuda yang sudah menikah,  mempunyai keluarga, menikmati hak politiknya sebagai warga Negara tapi  dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya.&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Dalam perumusan masalah ini penulis akan merumuskan tentang:&lt;br /&gt;1. Bagaimana Pengertian tentang pemuda.&lt;br /&gt;2. Bagaimana pengertian sosialiasi&lt;br /&gt;3. Bagaimana pengertian Internalisasi&lt;br /&gt;4. Bagaimana gambaran  pemuda dan identiasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;Tujuan  penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana  pengertian dari pemuda, bagaimana pengertian dari sosialisasi dan  Internalisasi pemuda. Dan bagaimana gambaran pemuda dengan identitas  dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Metode Penulisan&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam  penulisan makalah ini adalah menggunakan metode pustaka yaitu penulis  menggunakan media pustaka dalam penyusunan makalah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMUDA DAN SOSIALISASINYA DALAM PERMASALAHAN GENERASI NASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Pemuda&lt;br /&gt;Telah  kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep  yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. hal ini merupakan pengertian  idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakat  pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita  perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma  pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai  pemuda akan menguasai masa depan.&lt;br /&gt;Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:&lt;br /&gt;a. Kemurnian idealismenya&lt;br /&gt;b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru&lt;br /&gt;c. Semangat pengabdiannya&lt;br /&gt;d. Sepontanitas dan dinamikanya&lt;br /&gt;e. Inovasi dan kreativitasnya&lt;br /&gt;f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru&lt;br /&gt;g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri&lt;br /&gt;h. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sosialisasi Pemuda&lt;br /&gt;Sosialisasi  adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan  penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat  berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota  masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi,  antara lain: Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan  Sosialisasi.&lt;br /&gt;a) Proses sosialisasi&lt;br /&gt;Istilah sosialisasi menunjuk  pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam  hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat  seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku  ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari proses  tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan  hidupnya.&lt;br /&gt;Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa  kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau  mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja  ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.&lt;br /&gt;b) Media Sosialisasi&lt;br /&gt;• Orang tua dan keluarga&lt;br /&gt;• Sekolah&lt;br /&gt;• Masyarakat&lt;br /&gt;• Teman bermain&lt;br /&gt;• Media Massa.&lt;br /&gt;c) Tujuan Pokok Sosialisasi&lt;br /&gt;• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.&lt;br /&gt;• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.&lt;br /&gt;• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.&lt;br /&gt;•  Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan  kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada  masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Internalisasi&lt;br /&gt;Adalah proses norma-norma  yang mencakup norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai  institusional saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah  mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.&lt;br /&gt;a. Pendekatan klasik tentang pemuda&lt;br /&gt;Melihat  bahwa muda merupakan masa perkembangan yang enak dan menarik.  Kepemudaan merupakan suatu fase dalam pertumbuhan biologis seseorang  yang bersifat seketika dan suatu waktu akan hilang dengan sendirinya,  maka keanehan-keanehan yang menjadi ciri khas masa muda akan hilang  sejalan dengan berubahnya usia.&lt;br /&gt;Menurut pendekatan yang klasik ini,  pemuda dianggap sebagai suatu kelompok yang mempunyai aspirasi sendiri  yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat. Selanjutnya munculah  persoalan-persoalan frustasi dan kecemasan pemuda karena  keinginan-keinginan mereka tidak sejalan dengan kenyataan. Dan timbulah  konflik dalam berbagai bentuk proses. Di sinilah pemuda bergejolak untuk  mencari identitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dalam hal ini hakikat kepemudaan ditinjau dari dua asumsi pokok.&lt;br /&gt;Penghayatan  mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu koninum yang  sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah dan setiap  pragmen mempunyai arti sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Asumsi wawasan kehidupan  adalah posisi pemuda dalam arah kehidupan sendiri. Perbedaan antar  kelompok-kelompok yang ada, antar generasi tua dan pemuda, misalnya  hanya terletak pada derajat ruang lingkup tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;Generasi  tua sebagai angkatan-angkatan yang lalu (passing generation) yang  berkewajiban membimbing generasi muda sebagai generasi penerus. Dan  generasi pemuda yang penuh dinamika hidup berkewajiban mengisi  akumulator generasi tua yang mulai melemah, disamping memetik buah-buah  pengalamannya, yang telah terkumpul oleh pengalamannya.&lt;br /&gt;Pihak  generasi tua tidak bisa menuntut bahwa merekalah satu-satunya penyelamat  masyarakat dan dunia. Dana melihat generasi muda sebagai perusak  tatanan sosial yang sudah mapan, sebaliknya generasi muda juga tidak  bisa melepaskan diri dari kewajiban untuk memelihara dunia. Dengan  demikian maka adanya penilaian yang baku (fixed standard) yang melihat  generasi tua adalah sebagai ahli waris. Dari segala ukuran dan nilai  dalam masyarakat, karena itu para pemuda menghakimi karena cenderung  menyeleweng dari ukuran dan nilai tersebut karena tidak bisa diterima.  Bertolak dari suatu kenyataan, bahwa bukan saja pemuda tapi generasi tua  pun harus sensitif terhadap dinamika lingkungan dengan ukuran standard  yang baik.&lt;br /&gt;Dengan pendapat di atas jelas kiranya bahwa pendekatan  ekosferis mengenai pemuda, bahwa segala jenis ”kelainan” yang hingga  kini seolah-olah menjadi hak paten pemuda akan lebih dimengerti sebagai  suatu keresahan dari masyarakat sendiri sebagai keseluruhan. Secara  spesifiknya lagi, gejolak hidup pemuda dewasa ini adalah respon terhadap  lingkungan yang kini berubah dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pemuda Dan Identitas&lt;br /&gt;Telah  kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep  yang selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para  pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti  kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan  narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara  keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;Kaum  muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang  dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan  masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu  mengalami perubahan.&lt;br /&gt;Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:&lt;br /&gt;1. Sosial psikologi&lt;br /&gt;2. sosial budaya&lt;br /&gt;3. sosial ekonomi&lt;br /&gt;4. sosial politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:&lt;br /&gt;a. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda&lt;br /&gt;b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya&lt;br /&gt;c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia&lt;br /&gt;d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.&lt;br /&gt;e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan&lt;br /&gt;f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur&lt;br /&gt;g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental&lt;br /&gt;h. Pergaulan bebas&lt;br /&gt;i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika&lt;br /&gt;j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.&lt;br /&gt; Peran pemuda dalam masyarakat&lt;br /&gt;a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.&lt;br /&gt;b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya&lt;br /&gt;c. Asas edukatif&lt;br /&gt;d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa&lt;br /&gt;e. Asas swakarsa&lt;br /&gt;f. Asas keselarasan dan terpadu&lt;br /&gt;g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi&lt;br /&gt; Arah Pembinaan Dan Pengembangan Generasi Muda&lt;br /&gt;Arah  pembinaan dan pengembangan generasi muda ditunjukan pada pembangunan  yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi  hidupnya yakni.&lt;br /&gt;a. Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa.&lt;br /&gt;b. Orientasi dalam dirinya sendiri&lt;br /&gt;c. Orientasi ke luar hidup di lingkungan&lt;br /&gt;Peranan mahasiswa dalam masyarakat&lt;br /&gt;a. Agen of change&lt;br /&gt;b. Agen of development&lt;br /&gt;c. Agen of modernization&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda  merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita  perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan  agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar  intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain  mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga  berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau  bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus  memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang  lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.&lt;br /&gt;1. Jika  dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya, setiap  generasi memiliki cirri-ciri khas corak atau watak pergerakan /  perjuangan. Sehubungan dengan itu, sejak kebangkitan Nasional, di  Indonesia pernah  tumbuh dan berkembang tiga generasi yaitu generasi  20-an generasi 45 dan generasi 66, dengan masing-masing ciri khasnya.&lt;br /&gt;2. Ada dua regenerasi, yaitu&lt;br /&gt;a.  Regenerasi yang berlangsung alamiah. Artinya generasi berjalan lumrah  seperti yang terjadi pada kelompok dunia tumbuhan atau hewan. Proses  regenerasi ini berjalan sebagai biasa-biasa saja, berlangsung secara  alami, tidak di ekspos atau dipublikasikan.&lt;br /&gt;b. Regenerasi berencana,  artinya proses regenerasi ini sungguh-sungguh direncanakan,  dipersiapkan. Pada masyarakat, suku-suku primitip, proses regenerasi  dibakukan dalam lembaga dapat yang disebut inisiasi. Oleh karena itu  system regenerasi seperti ini lebih tepat disebut regenerasi Kaderisasi.  Pada hakikatnya system regenerasi-kaderisasi adalah proses tempat para  kader pimpinan para suku atau bangsa digembleng serta dipersiapkan  sebagai pimpinan suku atau bangsa pada generasi berikutnya. Menggantikan  generasi tua. Regenerasi-kaderisasi suatu suku atau bangsa diperlukan  untuk dipertahankan kelangsungan eksistensinya serta kesinambungan suatu  generasi atau bangsa, disamping dihadapkan terjaminnya kelestarian  nilai-nilai budaya nenek moyang.&lt;br /&gt;3. Demi kesinambungan generasi dan  kepemimpinan bangsa Indonesia telah memiliki KNPI dan AMPI sebagai wadah  forum komunikasi dan tempat penggembleng. Menempa dan mencetak  kader-kader dan pimpinan bangsa yang tangguh dan merakyat.&lt;br /&gt;4. Generasi muda Indonesia mulai turut dalam peraturan aksi-aksi Tritura, Supersemar,&lt;br /&gt;5.  Bidang pendidikan yang dapat menopang pembangunan dengan melahirkan  tenaga-tenaga terampil dalam bidangnya masing-masing dapat digolongkan  dalam tiga bidang yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal dan  pendidikan informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah, taufik, Pemuda dan Perubahan Social, LP3ES, Jakarta, 1974.&lt;br /&gt;Drs. H. Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta, 2003&lt;br /&gt;http://www.homeartikel.co.cc&lt;br /&gt;http://www.anakciremai.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-6854556406897015998?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/6854556406897015998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-sosiologi-tentang-pemuda-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/6854556406897015998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/6854556406897015998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-sosiologi-tentang-pemuda-dan.html' title='MAKALAH SOSIOLOGI TENTANG PEMUDA DAN SOSIALISASINYA DALAM PERMASALAHAN GENERASI NASIONAL'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-4525707329149783553</id><published>2011-01-07T03:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T03:12:26.986-08:00</updated><title type='text'>SEJARAH INDONESIA</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sejarah Indonesia&lt;/b&gt; meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah" title="Prasejarah"&gt;prasejarah&lt;/a&gt; berdasarkan penemuan "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_Jawa" title="Manusia Jawa"&gt;Manusia Jawa&lt;/a&gt;" yang berusia 1,7 juta tahun yang lalu. Periode &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah" title="Sejarah"&gt;sejarah&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; dapat dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu" title="Hindu" class="mw-redirect"&gt;Hindu&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha" title="Buddha"&gt;Buddha&lt;/a&gt; serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;Jawa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera" title="Sumatera"&gt;Sumatera&lt;/a&gt; yang terutama mengandalkan perdagangan; Era &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonialisme" title="Kolonialisme"&gt;Kolonial&lt;/a&gt;, masuknya orang-orang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt; (terutama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda"&gt;Belanda&lt;/a&gt;) yang menginginkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rempah-rempah" title="Rempah-rempah"&gt;rempah-rempah&lt;/a&gt; mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-17" title="Abad ke-17"&gt;abad ke-17&lt;/a&gt; hingga pertengahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20" title="Abad ke-20"&gt;abad ke-20&lt;/a&gt;; Era Kemerdekaan Awal, pasca-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia" title="Proklamasi Kemerdekaan Indonesia"&gt;Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945" title="1945"&gt;1945&lt;/a&gt;) sampai jatuhnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;Soekarno&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966" title="1966"&gt;1966&lt;/a&gt;); Era &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru" title="Orde Baru" class="mw-redirect"&gt;Orde Baru&lt;/a&gt;, 32 tahun masa pemerintahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto" title="Soeharto"&gt;Soeharto&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966" title="1966"&gt;1966&lt;/a&gt;–&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998"&gt;1998&lt;/a&gt;); serta Era Reformasi yang berlangsung sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Prasejarah"&gt;Prasejarah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara_pada_periode_prasejarah" title="Nusantara pada periode prasejarah"&gt;Nusantara pada periode prasejarah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Secara geologi, wilayah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; modern (untuk kemudahan, selanjutnya disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara" title="Nusantara"&gt;Nusantara&lt;/a&gt;) merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Eurasia" title="Lempeng Eurasia"&gt;Lempeng Eurasia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Indo-Australia" title="Lempeng Indo-Australia"&gt;Lempeng Indo-Australia&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Pasifik" title="Lempeng Pasifik"&gt;Lempeng Pasifik&lt;/a&gt; (lihat artikel &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geologi_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Geologi Indonesia (halaman belum tersedia)"&gt;Geologi Indonesia&lt;/a&gt;). Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Es" title="Es"&gt;es&lt;/a&gt; setelah berakhirnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Es" title="Zaman Es" class="mw-redirect"&gt;Zaman Es&lt;/a&gt;, hanya 10.000 tahun yang lalu.&lt;/p&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width:222px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Sangiran_17-02.JPG&amp;amp;filetimestamp=20080928125344" class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/16/Sangiran_17-02.JPG/220px-Sangiran_17-02.JPG" class="thumbimage" height="155" width="220" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Sangiran_17-02.JPG&amp;amp;filetimestamp=20080928125344" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Replika tempurung kepala manusia Jawa yang pertama kali ditemukan di Sangiran&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pleistosen" title="Pleistosen"&gt;Pleistosen&lt;/a&gt;, ketika masih terhubung dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia" title="Asia"&gt;Asia&lt;/a&gt; Daratan, masuklah pemukim pertama. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni pertama adalah fosil-fosil &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Homo_erectus" title="Homo erectus"&gt;Homo erectus&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_Jawa" title="Manusia Jawa"&gt;manusia Jawa&lt;/a&gt; dari masa 2 juta hingga 500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa "manusia Flores" (&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Homo_floresiensis" title="Homo floresiensis"&gt;Homo floresiensis&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;)&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Liang_Bua" title="Liang Bua"&gt;Liang Bua&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flores" title="Flores"&gt;Flores&lt;/a&gt;, membuka kemungkinan masih bertahannya &lt;i&gt;H. erectus&lt;/i&gt; hingga masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Es" title="Zaman Es" class="mw-redirect"&gt;Zaman Es&lt;/a&gt; terakhir.&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Homo_sapiens" title="Homo sapiens" class="mw-redirect"&gt;Homo sapiens&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu melewati jalur pantai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia" title="Asia"&gt;Asia&lt;/a&gt; dari Asia Barat, dan pada sekitar 50.000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia.&lt;sup id="cite_ref-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia#cite_note-2"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Mereka, yang berciri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ras" title="Ras"&gt;rasial&lt;/a&gt; berkulit gelap dan berambut ikal rapat (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negroid" title="Negroid" class="mw-redirect"&gt;Negroid&lt;/a&gt;), menjadi nenek moyang penduduk asli &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melanesia" title="Melanesia"&gt;Melanesia&lt;/a&gt; (termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua" title="Papua"&gt;Papua&lt;/a&gt;) sekarang dan membawa kultur kapak lonjong (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paleolitikum" title="Paleolitikum" class="mw-redirect"&gt;Paleolitikum&lt;/a&gt;). Gelombang pendatang ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Austronesia" title="Bahasa Austronesia" class="mw-redirect"&gt;bahasa Austronesia&lt;/a&gt; dengan kultur &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neolitikum" title="Neolitikum" class="mw-redirect"&gt;Neolitikum&lt;/a&gt; datang secara bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Formosa" title="Formosa"&gt;Formosa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;Filipina&lt;/a&gt; membawa kultur beliung persegi (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Dongson" title="Kebudayaan Dongson"&gt;kebudayaan Dongson&lt;/a&gt;). Proses migrasi ini merupakan bagian dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendudukan_Pasifik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pendudukan Pasifik (halaman belum tersedia)"&gt;pendudukan Pasifik&lt;/a&gt;. Kedatangan gelombang penduduk berciri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mongoloid" title="Mongoloid" class="mw-redirect"&gt;Mongoloid&lt;/a&gt;  ini cenderung ke arah barat, mendesak penduduk awal ke arah timur atau  berkawin campur dengan penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;Maluku&lt;/a&gt; serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara" title="Nusa Tenggara" class="mw-redirect"&gt;Nusa Tenggara&lt;/a&gt;. Pendatang ini membawa serta teknik-teknik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian" title="Pertanian"&gt;pertanian&lt;/a&gt;, termasuk bercocok tanam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padi" title="Padi"&gt;padi&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sawah" title="Sawah"&gt;sawah&lt;/a&gt; (bukti paling lambat sejak abad ke-8 SM), be&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peternakan" title="Peternakan"&gt;ternak&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerbau" title="Kerbau"&gt;kerbau&lt;/a&gt;, pengolahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zaman_Perundagian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Zaman Perundagian (halaman belum tersedia)"&gt;perunggu&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zaman_Perundagian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Zaman Perundagian (halaman belum tersedia)"&gt;besi&lt;/a&gt;, teknik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tenun_ikat" title="Tenun ikat"&gt;tenun ikat&lt;/a&gt;, praktek-praktek &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megalitikum" title="Megalitikum" class="mw-redirect"&gt;megalitikum&lt;/a&gt;, serta pemujaan roh-roh (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Animisme" title="Animisme"&gt;animisme&lt;/a&gt;) serta benda-benda keramat (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinamisme" title="Dinamisme"&gt;dinamisme&lt;/a&gt;).  Pada abad pertama SM sudah terbentuk pemukiman-pemukiman serta  kerajaan-kerajaan kecil, dan sangat mungkin sudah masuk pengaruh  kepercayaan dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/India" title="India"&gt;India&lt;/a&gt; akibat hubungan perniagaan.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Sunting bagian: Era pra kolonial"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Era_pra_kolonial"&gt;Era pra kolonial&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Sunting bagian: Sejarah awal"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Sejarah_awal"&gt;Sejarah awal&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;Lihat pula: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara" title="Sejarah Nusantara"&gt;Sejarah Nusantara&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Para cendekiawan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/India" title="India"&gt;India&lt;/a&gt; telah menulis tentang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dwipantara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Dwipantara (halaman belum tersedia)"&gt;Dwipantara&lt;/a&gt; atau kerajaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu" title="Hindu" class="mw-redirect"&gt;Hindu&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jawa_Dwipa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jawa Dwipa (halaman belum tersedia)"&gt;Jawa Dwipa&lt;/a&gt; di pulau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;Jawa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra" title="Sumatra" class="mw-redirect"&gt;Sumatra&lt;/a&gt; sekitar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/200_SM" title="200 SM"&gt;200 SM&lt;/a&gt;. Bukti fisik awal yang menyebutkan tanggal adalah dari abad ke-5 mengenai dua kerajaan bercorak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hinduisme" title="Hinduisme" class="mw-redirect"&gt;Hinduisme&lt;/a&gt;: Kerajaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara" title="Tarumanagara" class="mw-redirect"&gt;Tarumanagara&lt;/a&gt; menguasai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai" title="Kerajaan Kutai"&gt;Kerajaan Kutai&lt;/a&gt; di pesisir &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Mahakam" title="Sungai Mahakam"&gt;Sungai Mahakam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan" title="Kalimantan"&gt;Kalimantan&lt;/a&gt;. Pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/425" title="425"&gt;425&lt;/a&gt; agama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha" title="Buddha"&gt;Buddha&lt;/a&gt; telah mencapai wilayah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di saat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt; memasuki masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Renaisans" title="Renaisans" class="mw-redirect"&gt;Renaisans&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara" title="Nusantara"&gt;Nusantara&lt;/a&gt; telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya" title="Sriwijaya"&gt;Sriwijaya&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra" title="Sumatra" class="mw-redirect"&gt;Sumatra&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit" title="Majapahit"&gt;Majapahit&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;Jawa&lt;/a&gt;, ditambah dengan puluhan kerajaan kecil yang sering kali menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vazal" title="Vazal" class="mw-redirect"&gt;vazal&lt;/a&gt; tetangganya yang lebih kuat atau saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;Maluku&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Sunting bagian: Kerajaan Hindu-Buddha"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kerajaan_Hindu-Buddha"&gt;Kerajaan Hindu-Buddha&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_pada_era_kerajaan_Hindu-Buddha" title="Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha"&gt;Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width:202px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Prasasti_tugu.jpg&amp;amp;filetimestamp=20080515211418" class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5c/Prasasti_tugu.jpg/200px-Prasasti_tugu.jpg" class="thumbimage" height="267" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Prasasti_tugu.jpg&amp;amp;filetimestamp=20080515211418" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Prasasti Tugu peninggalan Raja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Purnawarman_dari_Taruma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Purnawarman dari Taruma (halaman belum tersedia)"&gt;Purnawarman dari Taruma&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha yaitu kerajaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara" title="Tarumanagara" class="mw-redirect"&gt;Tarumanagara&lt;/a&gt; yang dilanjutkan dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt; sampai abad ke-16. Pada masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-7" title="Abad ke-7"&gt;abad ke-7&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-14" title="Abad ke-14"&gt;abad ke-14&lt;/a&gt;, kerajaan Buddha &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya" title="Sriwijaya"&gt;Sriwijaya&lt;/a&gt; berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/I_Ching" title="I Ching"&gt;I Ching&lt;/a&gt; mengunjungi ibukotanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang" title="Palembang" class="mw-redirect"&gt;Palembang&lt;/a&gt; sekitar tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/670" title="670"&gt;670&lt;/a&gt;. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Melayu" title="Semenanjung Melayu" class="mw-redirect"&gt;Semenanjung Melayu&lt;/a&gt;. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu" title="Hindu" class="mw-redirect"&gt;Hindu&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur"&gt;Jawa Timur&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit" title="Majapahit"&gt;Majapahit&lt;/a&gt;. Patih Majapahit antara tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1331" title="1331"&gt;1331&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1364" title="1364"&gt;1364&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada" title="Gajah Mada"&gt;Gajah Mada&lt;/a&gt;  berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya  adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari  masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa,  seperti yang terlihat dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wiracarita" title="Wiracarita"&gt;wiracarita&lt;/a&gt; &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramayana" title="Ramayana"&gt;Ramayana&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5" title="Sunting bagian: Kerajaan Islam"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kerajaan_Islam"&gt;Kerajaan Islam&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_pada_era_kerajaan_Islam" title="Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam"&gt;Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-12" title="Abad ke-12"&gt;abad ke-12&lt;/a&gt;, namun sebenarnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; sudah sudah masuk ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; pada abad 7 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi" title="Masehi"&gt;Masehi&lt;/a&gt;. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Tang" title="Dinasti Tang"&gt;Dinasti Tang&lt;/a&gt; di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah" title="Bani Umayyah"&gt;Bani Umayyah&lt;/a&gt; di Asia Barat sejak abad 7.&lt;sup id="cite_ref-3" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia#cite_note-3"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut sumber-sumber &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina" title="Cina"&gt;Cina&lt;/a&gt; menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab" title="Bangsa Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt; menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera" title="Sumatera"&gt;Sumatera&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raja" title="Raja"&gt;Raja&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya" title="Sriwijaya"&gt;Sriwijaya&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi" title="Jambi"&gt;Jambi&lt;/a&gt; yang bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Srindravarman&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Srindravarman (halaman belum tersedia)"&gt;Srindravarman&lt;/a&gt; mengirim surat kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah" title="Khalifah"&gt;Khalifah&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Abdul_Aziz" title="Umar bin Abdul Aziz" class="mw-redirect"&gt;Umar bin Abdul Aziz&lt;/a&gt;  dari Kekhalifahan Bani Umayyah meminta dikirimkan da'i yang bisa  menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang  adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja,  yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di  wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu  wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau  jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain  dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt;.  Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan  hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya  ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;  kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua  tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu" title="Hindu" class="mw-redirect"&gt;Hindu&lt;/a&gt;,  masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama 'Sribuza Islam'.  Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang" title="Palembang" class="mw-redirect"&gt;Palembang&lt;/a&gt; yang masih menganut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budha" title="Budha"&gt;Budha&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-4" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia#cite_note-4"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Peureulak" title="Kesultanan Peureulak" class="mw-redirect"&gt;Kesultanan Peureulak&lt;/a&gt;  didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain  adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini  tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bayanullah_dari_Ternate" title="Bayanullah dari Ternate"&gt;Bayanullah&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Islam_di_Indonesia" title="Kerajaan Islam di Indonesia" class="mw-redirect"&gt;Kesultanan Islam&lt;/a&gt;  kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui  pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-16" title="Abad ke-16"&gt;abad ke-16&lt;/a&gt; di Jawa dan Sumatera. Hanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali" title="Bali"&gt;Bali&lt;/a&gt; yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen" title="Kristen" class="mw-redirect"&gt;Kristen&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-17" title="Abad ke-17"&gt;17&lt;/a&gt;, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyebaran Islam dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dakwah" title="Dakwah"&gt;dakwah&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mubaligh&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Mubaligh (halaman belum tersedia)"&gt;mubaligh&lt;/a&gt; merupakan utusan dari pemerintahan Islam yang datang dari luar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mubaligh&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Mubaligh (halaman belum tersedia)"&gt;mubaligh&lt;/a&gt; ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pedagang" title="Pedagang"&gt;pedagang&lt;/a&gt;  dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan  meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli  kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan Islam  penting termasuk diantaranya: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Samudera_Pasai" title="Kerajaan Samudera Pasai" class="mw-redirect"&gt;Kerajaan Samudera Pasai&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten" title="Kesultanan Banten"&gt;Kesultanan Banten&lt;/a&gt; yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Mataram" title="Kerajaan Mataram"&gt;Kerajaan Mataram&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Ternate" title="Kesultanan Ternate"&gt;Kesultanan Ternate&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Tidore" title="Kesultanan Tidore"&gt;Kesultanan Tidore&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;Maluku&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=6" title="Sunting bagian: Era kolonial"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Era_kolonial"&gt;Era kolonial&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=7" title="Sunting bagian: Kolonisasi Portugis dan Spanyol"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kolonisasi_Portugis_dan_Spanyol"&gt;Kolonisasi Portugis dan Spanyol&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Nusantara_Zaman_Portugis_dan_Spanyol&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sejarah Nusantara Zaman Portugis dan Spanyol (halaman belum tersedia)"&gt;Sejarah Nusantara Zaman_Portugis dan Spanyol&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Afonso&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Afonso (halaman belum tersedia)"&gt;Afonso&lt;/a&gt; (kadang juga ditulis Alfonso) de Albuquerque. Karena tokoh inilah, yang membuat kawasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara" title="Nusantara"&gt;Nusantara&lt;/a&gt; waktu itu dikenal oleh orang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt; dan dimulainya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonisasi" title="Kolonisasi"&gt;Kolonisasi&lt;/a&gt; berabad-abad oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis" title="Portugis" class="mw-redirect"&gt;Portugis&lt;/a&gt; bersama bangsa Eropa lain, terutama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris" title="Inggris"&gt;Inggris&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda"&gt;Belanda&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Tagus" title="Sungai Tagus" class="mw-redirect"&gt;Sungai Tagus&lt;/a&gt; yang bermuara ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Atlantik" title="Samudra Atlantik"&gt;Samudra Atlantik&lt;/a&gt; itulah armada Portugis mengarungi Samudra Atlantik, mungkin makan waktu sebulan hingga tiga bulan, melewati &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanjung_Harapan_Afrika&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tanjung Harapan Afrika (halaman belum tersedia)"&gt;Tanjung Harapan Afrika&lt;/a&gt;, menuju &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Malaka" title="Selat Malaka" class="mw-redirect"&gt;Selat Malaka&lt;/a&gt;. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut  negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar  melalui Sungai Tagus,” kata Teresa. Biara St Jeronimus atau Biara Dos  Jeronimos dalam bahasa Portugis itu didirikan oleh Raja Manuel pada  tahun 1502 di tempat saat Vasco da Gama memulai petualangan ke timur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Museum Maritim atau orang Portugis menyebut Museu de Marinha itu  didirikan oleh Raja Luis pada 22 Juli 1863 untuk menghormati sejarah  maritim Portugis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain patung di taman, lukisan Afonso de Albuquerque juga menjadi  koleksi museum itu. Di bawah lukisan itu tertulis, ”Gubernur India  1509-1515. Peletak dasar Kerajaan Portugis di India yang berbasis di  Ormuz, Goa, dan Malaka. Pionir kebijakan kekuatan laut sebagai kekuatan  sentral kerajaan”. Berbagai barang perdagangan Portugis juga dipamerkan  di museum itu, bahkan gundukan lada atau merica.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sejumlah motivasi mengapa Kerajaan Portugis memulai petualangan  ke timur. Ahli sejarah dan arkeologi Islam Uka Tjandrasasmita dalam buku  Indonesia-Portugal: Five Hundred Years of Historical Relationship  (Cepesa, 2002), mengutip sejumlah ahli sejarah, menyebutkan tidak hanya  ada satu motivasi Kerajaan Portugis datang ke Asia. Ekspansi itu mungkin  dapat diringkas dalam tiga kata bahasa Portugis, yakni &lt;i&gt;feitoria, fortaleza&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;igreja&lt;/i&gt;. Arti harfiahnya adalah emas, kejayaan, dan gereja atau perdagangan, dominasi militer, dan penyebaran agama Katolik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Uka, Albuquerque, Gubernur Portugis Kedua dari Estado da  India, Kerajaan Portugis di Asia, merupakan arsitek utama ekspansi  Portugis ke Asia. Dari Goa, ia memimpin langsung ekspedisi ke Malaka dan  tiba di sana awal Juli 1511 membawa 15 kapal besar dan kecil serta 600  tentara. Ia dan pasukannya mengalahkan Malaka 10 Agustus 1511. Sejak itu  Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa.  Setelah menguasai Malaka, ekspedisi Portugis yang dipimpin Antonio de  Abreu mencapai Maluku, pusat rempah-rempah.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=8" title="Sunting bagian: Periode Kejayaan Portugis di Nusantara"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Periode_Kejayaan_Portugis_di_Nusantara"&gt;Periode Kejayaan Portugis di Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Periode 1511-1526, selama 15 tahun, Nusantara menjadi pelabuhan  maritim penting bagi Kerajaan Portugis, yang secara reguler menjadi rute  maritim untuk menuju Pulau Sumatera, Jawa, Banda, dan Maluku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1511 Portugis mengalahkan Kerajaan Malaka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1512 Portugis menjalin komunikasi dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt;  untuk menandatangani perjanjian dagang, terutama lada. Perjanjian  dagang tersebut kemudian diwujudkan pada tanggal 21 Agustus 1522 dalam  bentuk dokumen kontrak yang dibuat rangkap dua, satu salinan untuk raja  Sunda dan satu lagi untuk raja Portugal. Pada hari yang sama dibangun  sebuah prasasti yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Perjanjian_Sunda-Portugal" title="Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal"&gt;Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal&lt;/a&gt;  di suatu tempat yang saat ini menjadi sudut Jalan Cengkeh dan Jalan  Kali Besar Timur I, Jakarta Barat. Dengan perjanjian ini maka Portugis  dibolehkan membangun gudang atau benteng di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kelapa" title="Sunda Kelapa"&gt;Sunda Kelapa&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1512 juga Afonso de Albuquerque mengirim Antonio Albreu  dan Franscisco Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat  asal rempah-rempah di Maluku. Sepanjang perjalanan, mereka singgah di  Madura, Bali, dan Lombok. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa,  armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara hingga  tiba di Ternate.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran Portugis di perairan dan kepulauan Indonesia itu telah  meninggalkan jejak-jejak sejarah yang sampai hari ini masih  dipertahankan oleh komunitas lokal di Nusantara, khususnya flores, Solor  dan Maluku, di Jakarta Kampong Tugu yang terletak di bagian Timur  Jakarta, antara Kali Cakung, pantai Cilincing dan tanah Marunda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bangsa Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis, pada  tahun 1512. Pada waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing dibawah  pimpinan Anthony d'Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan  Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan  penduduk dan raja-raja setempat - seperti dengan Kerajaan Ternate di  pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli,  begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau Ambon.Namun hubungan  dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama, karena Portugis  menerapkan sistem monopoli sekaligus melakukan penyebaran agama Kristen.  Salah seorang misionaris terkenal adalah Francis Xavier. Tiba di Ambon  14 Pebruari 1546, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate, tiba pada  tahun 1547, dan tanpa kenal lelah melakukan kunjungan ke pulau-pulau di  Kepulauan Maluku untuk melakukan penyebaran agama. Persahabatan Portugis  dan Ternate berakhir pada tahun 1570. Peperangan dengan Sultan Babullah  selama 5 tahun (1570-1575), membuat Portugis harus angkat kaki dari  Ternate dan terusir ke Tidore dan Ambon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis, dimanfaatkan Belanda  untuk menjejakkan kakinya di Maluku. Pada tahun 1605, Belanda berhasil  memaksa Portugis untuk menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven  van der Hagen dan di Tidore kepada Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula  benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram, dihancurkan oleh Belanda. Sejak  saat itu Belanda berhasil menguasai sebagian besar wilayah Maluku.  Kedudukan Belanda di Maluku semakin kuat dengan berdirinya VOC pada  tahun 1602, dan sejak saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di  Maluku. Di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, Kepala Operasional  VOC, perdagangan cengkih di Maluku sepunuh di bawah kendali VOC selama  hampir 350 tahun. Untuk keperluan ini VOC tidak segan-segan mengusir  pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan puluhan ribu orang  Maluku menjadi korban kebrutalan VOC.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kemudian mereka membangun benteng di Ternate tahun 1511, kemudian  tahun 1512 membangun Benteng di Amurang Sulawesi Utara. Portugis kalah  perang dengan Spanyol maka daerah Sulawesi utara diserahkan dalam  kekuasaan Spanyol (1560 hingga 1660). Kerajaan Portugis kemudian  dipersatukan dengan Kerajaan Spanyol. (Baca buku :Sejarah Kolonial  Portugis di Indonesia, oleh David DS Lumoindong). Abad 17 datang armada  dagang VOC (Belanda) yang kemudian berhasil mengusir portugis dari  ternate, sehingga kemudian Portugis mundur dan menguasai Timor timur  (sejak 1515).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kolonialisme dan Imperialisme mulai merebak di Indonesia sekitar abad  ke-15, yaitu diawali dengan pendaratan bangsa Portugis di Malaka dan  bangsa Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtmen pada tahun 1596, untuk  mencari sumber rempah-rempah dan berdagang.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=9" title="Sunting bagian: Perlawanan Rakyat terhadap Portugis"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Perlawanan_Rakyat_terhadap_Portugis"&gt;Perlawanan Rakyat terhadap Portugis&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Kedatangan bangsa Portugis ke Semenanjung Malaka dan ke Kepulauan Maluku merupakan perintah dari negaranya untuk berdagang.&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=10" title="Sunting bagian: Perlawanan Rakyat Malaka terhadap Portugis"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Perlawanan_Rakyat_Malaka_terhadap_Portugis"&gt;Perlawanan Rakyat Malaka terhadap Portugis&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1511, armada Portugis yang dipimpin oleh Albuquerque  menyerang Kerajaan Malaka. Untuk menyerang colonial Portugis di Malaka  yang terjadi pada tahun 1513 mengalami kegagalan karena kekuatan dan  persenjataan Portugis lebih kuat. Pada tahun 1527, armada Demak di bawah  pimpinan Falatehan dapat menguasai Banten,Suda Kelapa, dan Cirebon.  Armada Portugis dapat dihancurkan oleh Falatehan dan ia kemudian  mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (Jakarta)&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=11" title="Sunting bagian: Perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Perlawanan_rakyat_Aceh_terhadap_Portugis"&gt;Perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Mulai tahun 1554 hingga tahun 1555, upaya Portugis tersebut gagal  karena Portugis mendapat perlawanan keras dari rakyat Aceh. Pada saat  Sultan Iskandar Muda berkuasa, Kerajaan Aceh pernah menyerang Portugis  di Malaka pada tahun 1615 dan 1629.&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=12" title="Sunting bagian: Perlawanan Rakyat Maluku terhadap Portugis"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Perlawanan_Rakyat_Maluku_terhadap_Portugis"&gt;Perlawanan Rakyat Maluku terhadap Portugis&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Bangsa Portugis pertama kali mendarat di Maluku pada tahun 1511.  Kedatangan Portugis berikutnya pada tahun 1513. Akan tetapi, Tertnate  merasa dirugikan oleh Portugis karena keserakahannya dalam memperoleh  keuntungan melalui usaha monopoli perdagangan rempah-rempah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1533, Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat  Maluku untuk mengusir Portugis di Maluku. Pada tahun 1570, rakyat  Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun dapat kembali melakukan  perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat diperdaya oleh Portugis  hingga akhirnya tewas terbunuh di dalam Benteng Duurstede. Selanjutnya  dipimpin oleh Sultan Baabullah pada tahun 1574. Portugis diusir yang  kemudian bermukim di Pulau Timor.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=13" title="Sunting bagian: Kolonisasi Spanyol"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kolonisasi_Spanyol"&gt;Kolonisasi Spanyol&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Nusantara_Zaman_Spanyol&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sejarah Nusantara Zaman Spanyol (halaman belum tersedia)"&gt;Sejarah Nusantara Zaman_Spanyol&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fernando_Magelhans&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Fernando Magelhans (halaman belum tersedia)"&gt;Fernando Magelhans&lt;/a&gt;  (kadang juga ditulis Ferdinan) Magelan. Karena tokoh inilah, yang  memimpin armada yang pertama kali mengelilingi dunia dan membuktikan  bahwa bumi bulat, saat itu itu dikenal oleh orang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt; bumi datar. Dimulainya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonisasi" title="Kolonisasi"&gt;Kolonisasi&lt;/a&gt; berabad-abad oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol" title="Spanyol"&gt;Spanyol&lt;/a&gt; bersama bangsa Eropa lain, terutama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis" title="Portugis" class="mw-redirect"&gt;Portugis&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris" title="Inggris"&gt;Inggris&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda"&gt;Belanda&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol" title="Spanyol"&gt;Spanyol&lt;/a&gt; ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik" title="Samudra Pasifik"&gt;Samudra Pasifik&lt;/a&gt; itulah armada Portugis mengarungi Samudra Pasifik, melewati &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanjung_Harapan_Afrika&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tanjung Harapan Afrika (halaman belum tersedia)"&gt;Tanjung Harapan Afrika&lt;/a&gt;, menuju &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Malaka" title="Selat Malaka" class="mw-redirect"&gt;Selat Malaka&lt;/a&gt;. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut  negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar  melalui samudera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tanggal 20 September 1519, San Antonio, Concepción, Victoria,  dan Santiago—yang terbesar hingga yang terkecil—mengikuti kapal induk  Magelhaens, Trinidad, kapal terbesar kedua, seraya mereka berlayar  menuju Amerika Selatan. Pada tanggal 13 Desember, mereka mencapai  Brasil, dan sambil menatap Pāo de Açúcar, atau Pegunungan Sugarloaf,  yang mengesankan, mereka memasuki teluk Rio de Janeiro yang indah untuk  perbaikan dan mengisi perbekalan. Kemudian mereka melanjutkan ke selatan  ke tempat yang sekarang adalah Argentina, senantiasa mencari-cari el  paso, jalur yang sulit ditemukan yang menuju ke samudera lain. Sementara  itu, udara semakin dingin dan gunung es mulai tampak. Akhirnya, pada  tanggal 31 Maret 1520, Magelhaens memutuskan untuk melewatkan musim  salju di pelabuhan San Julián yang dingin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelayaran tersebut kini telah memakan waktu enam kali lebih lama  daripada pelayaran Columbus mengarungi Samudra Atlantik yang pertama  kali—dan belum terlihat satu selat pun! Semangat juang mereka mulai  sedingin cuaca di San Julián, dan pria-pria, termasuk beberapa kapten  serta perwira, merasa putus asa dan ingin pulang saja. Tidaklah  mengherankan bila terjadi pemberontakan. Namun, berkat tindakan yang  cepat dan tegas di pihak Magelhaens, hal itu digagalkan dan dua pemimpin  pemberontak tersebut tewas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran kapal asing di pelabuhan pastilah menarik perhatian  penduduk lokal yang kuat—dan berbadan besar. Merasa seperti orang kerdil  dibandingkan dengan raksasa-raksasa ini, para pengunjung tersebut  menyebut daratan itu Patagonia—dari kata Spanyol yang berarti "kaki  besar"—hingga hari ini. Mereka juga mengamati 'serigala laut sebesar  anak lembu, serta angsa berwarna hitam dan putih yang berenang di bawah  air, makan ikan, dan memiliki paruh seperti gagak'. Tentu saja tidak  lain tidak bukan adalah anjing laut dan pinguin!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daerah lintang kutub cenderung mengalami badai yang ganas secara  tiba-tiba, dan sebelum musim dingin berakhir, armada itu mengalami  korban pertamnya—Santiago yang kecil. Namun, untunglah para awaknya  dapat diselamatkan dari kapal yang karam itu. Setelah itu, keempat kapal  yang masih bertahan, bagaikan ngengat kecil bersayap yang terpukul di  tengah arus laut yang membeku dan tak kunjung reda, berjuang sekuat  tenaga menuju ke selatan ke perairan yang semakin dingin—hingga tanggal  21 Oktober. Berlayar di bawah guyuran air hujan yang membeku, semua mata  terpaku pada sebuah celah di sebelah barat. El paso? Ya! Akhirnya,  mereka berbalik dan memasuki selat yang belakangan dikenal sebagai Selat  Magelhaens! Namun, bahkan momen kemenangan ini ternoda. San Antonio  dengan sengaja menghilang di tengah jaringan rumit selat itu dan kembali  ke Spanyol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga kapal yang masih bertahan, diimpit oleh teluk yang sempit di  antara tebing-tebing berselimut salju, dengan gigih berlayar melewati  selat yang berkelok-kelok itu. Merek mengamati begitu banyaknya api di  sebelah selatan, kemungkinan dari perkemahan orang Indian, jadi mereka  menyebut daratan itu Tierra del Fuego, “Tanah Api”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba di Pilipina Magelhaens mengajak banyak penduduk lokal dan  penguasa mereka pada agama Katolik. Tetapi semangatnya juga menjadi  kebinasaannya. Ia menjadi terlibat dalam pertikaian antarsuku dan,  dengan hanya 60 pria, menyerang sekitar 1.500 penduduk pribumi, dengan  keyakinan bahwa senapan busur, senapan kuno, dan Allah akan menjamin  kemenangannya. Sebaliknya, ia dan sejumlah bawahannya tewas. Magelhaens  berusia sekitar 41 tahun. Pigafetta yang setia meratap, 'Mereka membunuh  cerminan, penerang, penghibur, dan penuntun sejati kita'. Beberapa hari  kemudian, sekitar 27 perwira yang hanya menyaksikan dari kapal mereka,  dibunuh oleh para kepala suku yang sebelumnya bersahabat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Karena sekarang jumlah awak pelayaran itu tinggal sedikit, tidak mungkin  untuk berlayar dengan tiga kapal, jadi mereka menenggelamkan Concepción  dan berlayar dengan dua kapal yang masih tinggal ke tujuan terakhir  mereka, Kepulauan Rempah. Kemudian, setelah mengisi muatan dengan  rempah-rempah, kedua kapal itu berpisah. Akan tetapi, awak kapal  Trinidad ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, Victoria, di bawah komando mantan pemberontak Juan Sebastián  de Elcano, luput. Sambil menghindari semua pelabuhan kecuali satu,  mereka mengambil risiko melewati rute Portugal mengelilingi Tanjung  Harapan. Namun, tanpa berhenti untuk mengisi perbekalan merupakan  strategi yang mahal. Sewaktu mereka akhirnya mencapai Spanyol pada  tanggal 6 September 1522—tiga tahun sejak keberangkatan mereka—hanya 18  pria yang sakit dan tidak berdaya yang bertahan hidup. Meskipun  demikian, tidak dapat dibantah bahwa merekalah orang pertama yang  berlayar mengelilingi bumi. Juan Sebastián de Elcano pun menjadi  pahlawan. Sungguh suatu hal yang menakjubkan, muatan rempah Victoria  seberat 26 ton menutup ongkos seluruh ekspedisi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika satu kapal yang selamat, Victoria, kembali ke pelabuhan  setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi dunia yang pertama kali,  hanya 18 orang laki-laki dari 237 laki-laki yang berada di kapal pada  awal keberangkatan. Diantara yang selamat, terdapat dua orang Itali,  Antonio Pigafetta dan Martino de Judicibus. Martino de Judicibus (bahasa  Spanyol: Martín de Judicibus) adalan orang dari Genoa[1] yang bertindak  sebagai Kepala Pelayan. Ia bekerja dengan Ferdinand Magellan pada  perjalanan historisnya untuk menemukan rute barat ke Kepulauan  Rempah-rempah Indonesia. [2] Sejarah perjalanannya diabadikan dalam  pendaftaran nominatif pada Archivo General de Indias di Seville,  Spanyol. Nama keluarga ini disebut dengan patronimik Latin yang tepat,  yakni: "de Judicibus". Pada awalnya ia ditugaskan pada Caravel  Concepción, satu dari lima armada Spanyol milik Magellan. Martino de  Judicibus memulai ekspedisi ini dengan gelar kapten. (baca selengkapnya  dalam buku "Sejarah Kolonial Spanyol di Indonesia" oleh David DS  Lumoindong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menguasai kepulauan Filipina pada 1543, Spanyol menjadikan pulau  Manado Tua sebagai tempat persinggahan untuk memperoleh air tawar. Dari  pulau tersebut kapal-kapal Spanyol memasuki daratan Sulawesi-Utara  melalui sungai Tondano. Hubungan musafir Spanyol dengan penduduk  pedalaman terjalin melalui barter ekonomi bermula di Uwuran (sekarang  kota Amurang) ditepi sungai Rano I Apo. Perdagangan barter berupa beras,  damar, madu dan hasil hutan lainnya dengan ikan dan garam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gudang Kopi Manado dan Minahasa menjadi penting bagi Spanyol, karena  kesuburan tanahnya dan digunakan Spanyol untuk penanaman kofi yang  berasal dari Amerika-Selatan untuk dipasarkan ke daratan Cina. Untuk itu  di- bangun Manado sebagai menjadi pusat niaga bagi pedagang Cina yang  memasarkan kofi kedaratan Cina. Nama Manado dicantumkan dalam peta dunia  oleh ahli peta dunia, Nicolas_Desliens‚ pada 1541. Manado juga menjadi  daya tarik masyarakat Cina oleh kofi sebagai komoditi ekspor masyarakat  pedalaman Manado dan Minahasa. Para pedagang Cina merintis pengembangan  gudang kofi (kini seputar Pasar 45) yang kemudian menjadi daerah pecinan  dan pemukiman. Para pendatang dari daratan Cina berbaur dan  berasimilasi dengan masyarakat pedalaman hingga terbentuk masyarakat  pluralistik di Manado dan Minahasa bersama turunan Spanyol, Portugis dan  Belanda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemunculan nama Manado di Sulawesi Utara dengan berbagai kegiatan  niaga yang dilakukan Spanyol menjadi daya tarik Portugis sejak  memapankan posisinya di Ternate . Untuk itu Portugis melakukan  pendekatan mengirim misi Katholik ke tanah Manado dan Minahasa pada 1563  dan mengembangkan agama dan pendidikan Katholik. Lomba Adu Pengaruh di  Laut Sulawesi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Antara Minahasa dengan Ternate ada dua pulau kecil bernama Mayu dan  Tafure. Kemudian kedua pulau tadi dijadikan pelabuhan transit oleh  pelaut Minahasa. Waktu itu terjadi persaingan Portugis dan Spanyol  dimana Spanyol merebut kedua pulau tersebut. Pandey asal Tombulu yang  menjadi raja di pulau itu lari dengan armada perahunya kembali ke  Minahasa, tapi karena musim angin barat lalu terdampar di Gorontalo.  Anak lelaki Pandey bernama Potangka melanjutkan perjalanan dan tiba di  Ratahan. Di Ratahan, dia diangkat menjadi panglima perang karena dia  ahli menembak meriam dan senapan Portugis untuk melawan penyerang dari  Mongondouw di wilayah itu. Tahun 1563 diwilayah Ratahan dikenal orang  Ternate dengan nama “Watasina” karena ketika diserang armada Kora-kora  Ternate untuk menhalau Spanyol dari wilayah itu (buku “De Katholieken en  hare Missie” tulisan A.J. Van Aernsbergen). Tahun 1570 Portugis dan  Spanyol bersekongkol membunuh raja Ternate sehinga membuat keributan  besar di Ternate. Ketika itu banyak pedagang Islam Ternate dan Tidore  lari ke Ratahan. Serangan bajak laut meningkat di Ratahan melalui  Bentenan, bajak laut menggunakan budak-budak sebagai pendayung. Para  budak tawanan bajak laut lari ke Ratahan ketika malam hari armada perahu  bajak laut dirusak prajurit Ratahan – Pasan. Kesimpulan sementara yang  dapat kita ambil dari kumpulan cerita ini adalah Penduduk asli wilayah  ini adalah Touwuntu di wilayah dataran rendah sampai tepi pantai  Toulumawak di pegunungan, mereka adalah keturunan Opok Soputan abad  ke-tujuh. Nama Opo' Soputan ini muncul lagi sebagai kepala walak wilayah  itu abad 16 dengan kepala walak kakak beradik Raliu dan Potangkuman.  Penduduk wilayah ini abad 16 berasal dari penduduk asli dan para  pendatang dari Tombulu, Tompakewa (Tontemboan), Tonsea, Ternate dan  tawanan bajak laut mungkin dari Sangihe.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=14" title="Sunting bagian: Perjuangan Minahasa Melawan Spanyol"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Perjuangan_Minahasa_Melawan_Spanyol"&gt;Perjuangan Minahasa Melawan Spanyol&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Ratu Oki berkisar di tahun 1644 sampai 1683. Waktu itu, terjadi  perang yang hebat antara anak suku Tombatu (juga biasa disebut Toundanow  atau Tonsawang) dengan para orang-orang Spanyol. Perang itu dipicu oleh  ketidaksenangan anak suku Tombatu terhadap orang-orang Spanyol yang  ingin menguasai perdagangan terutama terhadap komoditi beras, yang kala  itu merupakan hasil bumi andalan warga Kali. Di samping itu kemarahan  juga diakibatkan oleh kejahatan orang-orang Spanyol terhadap warga  setempat, terutama kepada para perempuannya. Perang itu telah  mengakibatkan tewasnya 40 tentara Spanyol di Kali dan Batu (lokasi Batu  Lesung sekarang – red). Naasnya, di pihak anak suku Tombatu, telah  mengakibatkan tewasnya Panglima Monde bersama 9 orang tentaranya.  Panglima Monde tidak lain adalah suaminya Ratu Oki. Menurut yang  dikisahkan dalam makalah itu, Panglima Monde tewas setelah mati-matian  membela istrinya, Ratu Oki.Menurut P.A. Gosal, dkk., dalam masa  kekuasaan Ratu Oki, anak suku Toundanow (sebutan lain untuk anak suku  Tombatu atau Tonsawang) yang mendiami sekitar danau Bulilin hidup  sejahtera, aman dan tenteram. “Atas kebijaksanaan dan kearifannya  memimpin anak suku Toudanow maka Ratu Oki disahkan juga sebagai Tonaas  atau Balian. Selama kepemimpinnan Ratu Oki, Spanyol dan Belanda tidak  pernah menguasai atau menjajah anak Toundanow,”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perang Minahasa lawan Spanyol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pelaut awak kapal Spanyol berdiam di Minahasa dan bahkan membaur  dengan masyarakat. Mereka menikah dengan wanita-wanita Minahasa,  sehingga keturunan mereka menjadi bersaudara dengan warga pribumi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahun 1643 pecah perang Minaesa Serikat melawan kerajaan Spanyol.  dalam suatu peperangan di Tompaso, pasukan spanyol dibantu pasukan Raja  Loloda Mokoagouw II dipukul kalah, mundur oleh gabungan pasukan serikat  Minaesa, dikejar hingga dipantai tapi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahun 1694 dalam suatu peperangan di Tompaso, pasukan Raja Loloda  Mokoagouw II dipukul kalah, mundur oleh gabungan pasukan serikat  Minahasa, dikejar hingga ke pantai tapi dicegah dan ditengahi oleh  Residen V.O.C. Herman Jansz Steynkuler. Pada tahun 1694 bulan September  tanggal 21, diadakanlah kesepakatan damai, dan ditetapkan perbatasan  Minahasa adalah sungai Poigar. Pasukan Serikat Minaesa yang berasal dari  Tompaso menduduki Tompaso Baru, Rumoong menetap di Rumoong Bawah,  Kawangkoan mendiami Kawangkoan bawah, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pada pasa pemerintahan kolonial Belanda maka daerah ini semula masih  otonom tetapi lama kelamaan kelamaan kekuasaan para raja dikurangi  dengan diangkatnya raja menjadi pejabat pemerintahan Belanda, sehingga  raja tinggal menjadi pejabat wilayah setingkat 'camat'.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=15" title="Sunting bagian: Tahun 1521 Spanyol Mulai Masuk perairan Indonesia"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Tahun_1521_Spanyol_Mulai_Masuk_perairan_Indonesia"&gt;Tahun 1521 Spanyol Mulai Masuk perairan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Awak kapal Trinidad yang ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan  kemudian dengan bantuan pelaut Minahasa dan Babontewu dari kerajaan  Manado mereka dapat meloloskan diri. Ke 12 pelaut ini kemudian berdiam  dipedalaman Minahasa, ke Amurang terus ke Pontak, kemudian setelah  beberapa tahun mereka dapat melakukan kontak kembali dengan armada  Spanyol yang telah kembali ke Pilipina. 1522 Spanyol memulai kolonisasi  di Sulawesi Utara 1560 Spanyol mendirikan pos di Manado&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Minahasa memegang peranan sebagai lumbung beras bagi Spanyol ketika melakukan usaha penguasaan total terhadap Filipina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1550 Spanyol telah mendirikan benteng di Wenang dengan  cara menipu Kepala Walak Lolong Lasut menggunakan kulit sapi dari  Benggala India yang dibawa Portugis ke Minahasa. Tanah seluas kulit sapi  yang dimaksud spanyol adalah tanah seluas tali yang dibuat dari kulit  sapi itu. Spanyol kemudian menggunakan orang Mongodouw untuk menduduki  benteng Portugis di Amurang pada tahun 1550-an sehingga akhirnya Spanyol  dapat menduduki Minahasa. Dan Dotu Kepala Walak (Kepala Negara) Lolong  Lasut punya anak buah Tonaas Wuri' Muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama Kema dikaitkan dengan pembangunan pangkalan militer Spanyol ketika&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bartholomeo de Soisa mendarat pada 1651 dan mendirikan pelabuhan di  daerah yang disebutnya ‘La Quimas.’ Penduduk setempat mengenal daerah  ini dengan nama ‘Maadon’ atau juga ‘Kawuudan.’ Letak benteng Spanyol  berada di muara sungai Kema, yang disebut oleh Belanda, "Spanyaardsgat, "  atau Liang Spanyol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dr. J.G.F. Riedel menyebutkan bahwa armada Spanyol sudah mendarat di  Kema tepat 100 tahun sebelumnya.Kema berkembang sebagai ibu negeri  Pakasaan Tonsea sejak era pemerintahan Xaverius Dotulong, setelah  taranak-taranak Tonsea mulai meninggalkan negeri tua, yakni Tonsea Ure  dan mendirikan perkampungan- perkampungan baru. Surat Xaverius Dotulong  pada 3 Februrari 1770 kepada Gubernur VOC di Ternate mengungkapkan bahwa  ayahnya, I. Runtukahu Lumanauw tinggal di Kema dan merintis pembangunan  kota ini. Hal ini diperkuat oleh para Ukung di Manado yang mengklaim  sebagai turunan dotu Bogi, putera sulung dari beberapa dotu bersaudara  seperti juga dikemukakan Gubernur Ternate dalam surat balasannya kepada  Xaverius Dotulong pada 1 November 1772.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asal nama Kema&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misionaris Belanda, Domine Jacobus Montanus dalam surat laporan  perjalanannya pada 17 November 1675, menyebutkan bahwa nama Kema, yang  mengacu pada istilah Spanyol, adalah nama pegunungan yang membentang  dari Utara ke Selatan. Ia menulis bahwa kata ‘Kima’ berasal dari bahasa  Minahasa yang artinya Keong. Sedangkan pengertian ‘Kema’ yang berasal  dari kata Spanyol, ‘Quema’ yaitu, nyala, atau juga menyalakan.  Pengertian itu dikaitkan dengan perbuatan pelaut Spanyol sering membuat  onar membakar daerah itu. Gubernur Robertus Padtbrugge dalam memori  serah terima pada 31 Agustus 1682 menyebutkan tempat ini dengan sebutan  "Kemas of grote Oesterbergen, " artinya adalah gunung-gunung besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;menyerupai Kerang besar. Sedangkan dalam kata Tonsea disebut ‘Tonseka,’ karena berada di wilayah Pakasaan Tonsea.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hendrik Berton dalam memori 3 Agustus 1767, melukiskan Kema selain  sebagai pelabuhan untuk musim angin Barat, juga menjadi ibu negeri  Tonsea. Hal ini terjadi akibat pertentangan antara Manado dengan Kema  oleh sengketa sarang burung di pulau Lembeh. Pihak ukung-ukung di Manado  menuntut hak sama dalam bagi hasil dengan ukung-ukung Kema. Waktu itu  Ukung Tua Kema adalah Xaverius Dotulong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Portugis dan Spanyol merupakan tumpuan kekuatan gereja Katholik Roma  memperluas wilayah yang dilakukan kesultanan Ottoman di Mediterania pada  abad ke-XV. Selain itu Portugis dan Spanyol juga tempat pengungsian  pengusaha dan tenaga-tenaga terampil asal Konstantinopel ketika dikuasai  kesultanan Ottoman dari Turki pada 1453. Pemukiman tersebut menyertakan  alih pengetahuan ekonomi dan maritim di Eropa Selatan. Sejak itupun  Portugis dan Spanyol menjadi adikuasa di Eropa. Alih pengetahuan  diperoleh dari pendatang asal Konstantinopel yang memungkinkan bagi  kedua negeri Hispanik itu melakukan perluasan wilayah-wilayah baru  diluar daratan Eropa dan Mediterania. Sasaran utama adalah Asia-Timur  dan Asia-Tenggara. Mulanya perluasan wilayah antara kedua negeri terbagi  dalam perjanjian Tordisalles, tahun 1492. Portugis kearah Timur  sedangkan Spanyol ke Barat. Masa itu belum ada gambaran bahwa bumi itu  bulat. Baru disadari ketika kapal-kapal layar kedua belah pihak bertemu  di perairan Laut Sulawesi. Kenyataan ini juga menjadi penyebab terjadi  proses reformasi gereja, karena tidak semua yang menjadi "fatwa" gereja  adalah Undang-Undang, hingga citra kekuasaan Paus sebagai penguasa dan  wakil Tuhan di bumi dan sistem pemerintahan absolut theokratis ambruk.  Keruntuhan ini terjadi dengan munculnya gereja Protestan rintisan Martin  Luther dan Calvin di Eropa yang kemudian menyebar pula ke berbagai  koloni Eropa di Asia, Afrika dan Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari kesepakatan Tordisalles itu, Portugis menelusuri dari pesisir  pantai Afrika dan samudera Hindia. Sedangkan Spanyol menelusuri Samudera  Atlantik, benua Amerika Selatan dan melayari samudera Pasifik.  Pertemuan terjadi ketika kapal-kapal Spanyol pimpinan Ferdinand Maggelan  menelusuri Pasifik dan tiba di pulau Kawio, gugusan kepulauan Sangir  dan Talaud di Laut Sulawesi pada 1521. Untuk mencegah persaingan di  perairan Laut Sulawesi dan Maluku Utara, kedua belah pihak memperbarui  jalur lintas melalui perjanjian Saragosa pada tahun 1529. Perjanjian  tersebut membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuhbelas derajat  lintang timur di perairan Maluku Utara. Namun dalam perjanjian  tersebut,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintas niaga dengan  gugusan kepulauan penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan  ekspedisi menuju Pasifik Barat pada 1542. Pada bulan Februari tahun itu  lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal pimpinan Ruy Lopez de  Villalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk  melakukan perluasan wilayah dan sekaligus memperoleh konsesi perdagangan  rempah-rempah di Maluku Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara  disebut Filipina, di ambil dari nama putera Raja Carlos V, yakni  Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol. Sekalipun Filipina tidak  menghasilkan rempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan  kepulauan tersebut menimbulkan protes keras dari Portugis. Alasannya  karena gugusan kepulauan itu berada di bagian Barat, di lingkungan  wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan perhatiannya di Amerika-Tengah,  Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempah Maluku-Utara yang  juga ingin didominasi Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis  hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol kehilangan pengaruh  di Sulawesi Utara yang sebelumnya menjadi kantong ekonomi dan menjalin  hubungan dengan masyarakat Minahasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengenalan kuliler asal Spanyol di Minahasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peperangan di Filipina Selatan turut mempengaruhi perekonomian  Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan  pendayung yang melayani kapal-kapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol  bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol.  Biasanya kapal Spanyol dilayani sekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya  diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya  pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan  terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang, untuk mengatasinya Spanyol  menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe  (goraka), kunyit dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak itu budaya makan "pidis" yang di ramu dengan berbagai bumbu  masak yang diperkenalkan pelaut Spanyol menyebar pesat dan menjadi  kegemaran masyarakat Minahasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada pula yang menarik dari peninggalan kuliler Spanyol, yakni budaya  Panada. Kue ini juga asal dari penduduk Amerika-Latin yang di bawa oleh  Spanyol melalui lintasan Pasifik. Bedanya, adonan panada, di isi dengan  daging sapi ataupun domba, sedangkan panada khas Minahasa di isi dengan  ikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kota Kema merupakan pemukiman orang Spanyol, dimulai dari kalangan  "pendayung" yang menetap dan tidak ingin kembali ke negeri leluhur  mereka. Mereka menikahi perempuan-perempuan penduduk setempat dan hidup  turun-temurun. Kema kemudian juga dikenal para musafir Jerman, Belanda  dan Inggris. Mereka ini pun berbaur dan berasimilasi dengan penduduk  setempat, sehingga di Kema terbentuk masyarakat pluralistik dan  memperkaya Minahasa dengan budaya majemuk dan hidup berdampingan  harmonis. Itulah sebabnya hingga masyarakat Minahasa tidak canggung dan  mudah bergaul menghadapi orang-orang Barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Minahasa juga pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617  dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol  terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras,  sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada  tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol,  sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=16" title="Sunting bagian: Dampak Spanyol Bagi Ekonomi Indonesia Utara"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Dampak_Spanyol_Bagi_Ekonomi_Indonesia_Utara"&gt;Dampak Spanyol Bagi Ekonomi Indonesia Utara&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Diplomasi para pemimpin pemerintahan Walak mendekati Belanda berhasil  mengusir Spanyol dari Minahasa. Namun konsekwensi yang harus dialami  adalah rintisan jalur niaga laut di Pasifik hasil rintisan Spanyol sejak  abad ke-17 terhenti dan mempengaruhi perekonomian Sulawesi Utara. Sebab  jalur niaga ini sangat bermanfaat bagi penyebaran komoditi eskpor ke  Pasifik. Sejak itupun pelabuhan Manado menjadi sepi dan tidak berkembang  yang turut mempengaruhi pengembangan kawasan Indonesia bagian Timur  hingga Pasifik Barat Daya. Dilain pihak, pelabuhan Manado hanya menjadi  persinggahan jalur niaga dari Selatan (berpusat di Surabaya, Tanjung  Priok yang dibangun oleh Belanda sejak abad ke-XVIII) ke Asia-Timur  melalui lintasan Selat Makassar. Itupun hanya digunakan musiman saat  laut Cina Selatan tidak di landa gelombang ganas bagi kapal-kapal.  Sedangkan semua jalur niaga Asia-Timur dipusatkan melalui Laut Cina  Selatan, Selat Malaka, Samudera Hindia, Tanjung Harapan Atlantik-Utara  yang merupakan pusat perdagangan dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai akibatnya kegiatan hubungan ekonomi diseputar Laut Sulawesi  secara langsung dengan dunia luar praktis terlantar. Karena penyaluran  semua komoditi diseluruh gugusan nusantara melulu diatur oleh Batavia  yang mengendalikan semua jaringan tata-niaga dibawah kebijakan satu  pintu. Penekanan ini membawa derita berkepanjangan bagi kegiatan usaha  penduduk pedalaman Minahasa.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=17" title="Sunting bagian: Garis waktu kolonialisasi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Garis_waktu_kolonialisasi"&gt;Garis waktu kolonialisasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=18" title="Sunting bagian: Kolonialisasi Spanyol"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kolonialisasi_Spanyol"&gt;Kolonialisasi Spanyol&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1521 Spanyol memulai petualangannya di Sulawesi Utara &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1560 Spanyol mendirikan pos di Manado.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1617 Gerakan perlawanan rakyat Minahasa di Sulawesi Utara untuk mengusir kolonial Spanyol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1646 Spanyol di usir dari Minahasa dan Sulawesi Utara. Tahun  selanjutnya Spanyol masih mencoba mempengaruhi kerajaan sekitar untuk  merebut kembali minahasa tapi gagal, terakhir dengan mendukung Bolaang  Mongondow yang berakhir tahun 1692.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=19" title="Sunting bagian: Kolonialisasi Portugis"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kolonialisasi_Portugis"&gt;Kolonialisasi Portugis&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1509 Portugis tiba pertama kali di Melaka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1511 April, Admiral Portugis Alfonso de Albuquerque memutuskan berlayar dari Goa ke Melaka. &lt;ul&gt;&lt;li&gt;10 Agustus, Pasukan Albuquerque menguasai Melaka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sultan Melaka melarikan diri ke Riau.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis di Melaka menghancurkan armada Jawa. Kapal mereka karam dengan seluruh hartanya dalam perjalanan kembali ke Goa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Patih Unus menaklukkan Jepara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Desember, Albuquerque mengirim tiga kapal di bawah Antonio de Abreu dari Melaka untuk menjelajah ke arah Timur.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1512 Perjalanan ekspedisi De Abreu dari Melaka menuju Madura, Bali, Lombok, Aru dan Banda. &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dua kapal rusak di Banda. Da Breu kembali ke Melaka; Francisco  Serrão memperbaiki kapal dan melanjutkan menuju ke Ambon, Ternate, dan  Tidore. Serrão menawarkan dukungan bagi Ternate dalam perselisihannya  dengan Tidore, pasukannya mendirikan sebuah pos Portugis di Ternate.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1513 Pasukan dari Jepara dan Palembang menyerang Portugis di Melaka,  tetapi berhasil dipukul mundur. Maret, Portugis mengirim seorang duta  menemui Raja Sunda di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakuan_Pajajaran" title="Pakuan Pajajaran"&gt;Pajajaran&lt;/a&gt;. Portugis diizinkan untuk membangun sebuah benteng di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta). &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis menghubungi Raja Udara, anak dari Girindrawardhana dan penguasa bekas kerajaan Majapahit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis membangun pabrik-pabrik di Ternate dan Bacan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Udara menyerang Demak dengan bantuan dari Raja Klungkung dari Bali.  Pasukan Majapahit dipukul mundur, tapi Sunan Ngudung tewas dalam  pertempuran. Banyak pendukung Majapahit melarikan diri ke Bali.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1514 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ali Mughayat Syah mendirikan Kesultanan Aceh, dan menjadi Sultan Aceh pertama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1515 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis pertama kali tiba di Timor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1518 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sultan Mahmud dari Melaka mengambil alih kekuasaan di Johore.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Raden Patah meninggal dunia; Patih Unus menjadi Sultan Demak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1520 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aceh mulai menguasai pantai timur laut Sumatra.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakyat Bali menyerang Lombok.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para pedagang Portugis mulai mengunjungi Flores dan Solor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banjar di Kalimantan menjadi Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1521" title="1521"&gt;1521&lt;/a&gt; – &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1530" title="1530"&gt;1530&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1521 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Unus memimpin armada dari Demak dan Cirebon melawan orang-orang  Portugis di Melaka. Unus terbunuh dalam pertempuran. Trenggono menjadi  Sultan Demak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis merebut Pasai di Sumatra;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunungjati (dari Cirebon) meninggalkan Pasai berangkat ke Mekkah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapal terakhir dari ekspedisi Magelhaenz mengeliling dunia berlayar antarapulau Lembata dan Pantar di Nusa Tenggara.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1522 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Februari ekspedisi Portugis di bawah De Brito tiba di Banda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mei, ekspedisi De Brito tiba di Ternate, membangung sebuah benteng Portugis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt;,  yang masih beragama Hindu, meminta bantuan Portugis untuk menghadapi  kemungkinan serangan Demak yang Muslim. Kontrak kerjasama ditandatangani  dan sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Perjanjian_Sunda-Portugal" title="Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal"&gt;padrao&lt;/a&gt; didirikan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kalapa" title="Sunda Kalapa" class="mw-redirect"&gt;Sunda Kalapa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisa-sisa ekspedisi Magelhaenz berkeliling dunia mengunjungi Timor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis membangun benteng di Hitu, Ambon.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1523 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gunungjati kembali dari Mekkah, kembali ke Cirebon, dan menetap di Demak, menikahi saudara perempuan Sultan Trenggono.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1524 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gunungjati dari Cirebon dan anaknya Hasanuddin (di Banten) melakukan  dakwah secara terbuka dan rahasia di Jawa Barat untuk memperlemah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt; yang beribukota di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakuan_Pajajaran" title="Pakuan Pajajaran"&gt;Pajajaran&lt;/a&gt;  dan persekutuannya dengan Portugis. Pemerintah lokal di Banten, yang  tadinya tergantung pada Pajajaran, masuk Islam dan bergabung dengan  pihak Cirebon dan Demak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aceh merebut Pasai dan Pedir di Sumatra utara.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1525 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hasanuddin (dari Banten}, anak dari Gunungjati (dari Cirebon), melakukan dakwah di Lampung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1526 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis membangun benteng pertama di Timor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1527 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Demak menaklukkan Kediri, sisa-sisa Hindu dari kerajaan Majapahit;  Sultan-sultan Demak mengklaim sebagai pengganti Majapahit; Sunan Kudus  ikut serta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demark merebut Tuban.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cirebon, dibantu Demak, menduduki &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kelapa" title="Sunda Kelapa"&gt;Sunda Kelapa&lt;/a&gt;, pelabuhan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt;.  Fatahilah mengganti namanya menjadi Jayakarta. (Sukses ini dikatakan  berkat pimpinan "Fatahillah"—atau, sesuai dengan kekeliruan ucapan  Portugis, "Falatehan"—namun mungkin ini adalah nama yang diberikan  kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sunan_Gunungjati&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sunan Gunungjati (halaman belum tersedia)"&gt;Sunan Gunungjati&lt;/a&gt;  dari Cirebon.) Para penjaga keamanan pelabuhan Kerajaan Sunda didorong  mundur meninggalkan daerah pesisir. Dengan demikian pembangunan gudang  atau benteng sesuai perjanjian dagang antara Portugis dengan Kerajaan  Sunda batal terwujud.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerajaan Palakaran di Madura, yang berbasis di Arosbaya (kini Bangkalan), menjadi Islam di bawah Kyai Pratanu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ekspedisi dari Spanyol dan Meksiko berusaha mengusir Portugis dari Maluku.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1529 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Demak menaklukkan Madiun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Raja-raja Spanyol dan Portugal sepakat bahwa Maluku harus menjadi milik Portugal, dan Filipina menjadi milik Spanyol.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1530 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Salahuddin menjadi Sultan Aceh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surabaya dan Pasuruan takluk kepada Demak. Demak merebut Balambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Jawa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gowa mulai meluas dari dari Makassar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banten memperluas pengaruhnya atas Lampung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1531" title="1531"&gt;1531&lt;/a&gt; – &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1540" title="1540"&gt;1540&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1536 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Serangan besar Portugis terhadap Johore.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antonio da Galvão menjadi gubernur di pos Portugis di Ternate; mendirikan pos Portugis di Ambon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis membawa Sultan Tabariji dari Ternate ke Goa karena  mencurigainya melakukan kegiatan-kegiatan anti Portugis activity,  menggantikannya dengan saudara-saudaranya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1537 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Serangan Aceh atas Melaka gagal. Salahuddin dari Aceh digantikan oleh Alaudin Riayat Syah I.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1539 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aceh menyerang suku Batak di selatan mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1540 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis berhubungan dengan Gowa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesultanan Butung didirikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1541" title="1541"&gt;1541&lt;/a&gt; – &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1550" title="1550"&gt;1550&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1545 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Demak menaklukkan Malang.Gowa membangun benteng di Ujung Pandang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1546 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Demak menyerang Balambangan namun gagal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trenggono dari Demak meninggal dan digantikan oleh Prawata.  Menantunya, Joko Tingkir memperluas pengaruhnya dari Pajang (dekat  Sukoharjo sekarang).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;St. Fransiskus Xaverius pergi ke Morotai, Ambon, dan Ternate.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1547 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aceh menyerang Melaka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1550 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis mulai membangun benteng-benteng di Flores.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1551" title="1551"&gt;1551&lt;/a&gt; – &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1560" title="1560"&gt;1560&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1551 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Johore menyerang Portugis Melaka dengan bantuan dari Jepara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasukan-pasukan dari Ternate menguasai Kesultanan Jailolo di Halmahera dengan bantuan Portugis.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1552 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hasanuddin memisahkan diri dari Demak dan mendirikan Kesultanan Banten, lalu merebut Lampung untuk Kesultanan yang baru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aceh mengirim duta ke Sultan Ottoman di Istanbul.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1558 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Leiliato memimpin suatu pasukan dari Ternate untuk menyerang Portugis di Hitu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis membangun benteng di Bacan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ki Ageng Pemanahan menerima distrik Mataram dari Joko Tinggir, memerintah di Pajang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wabah cacar di Ternate.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1559 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para misionaris Portugis mendarat di Timor. Khairun menjadi Sultan Ternate.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1560 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis mendirikan pos misi dan perdagangan di Panarukan, di ujung timur Jawa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spanyol mendirikan pos di Manado.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1561" title="1561"&gt;1561&lt;/a&gt; – &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1570" title="1570"&gt;1570&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1561 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sultan Prawata dari Demak meninggal dunia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Misi Dominikan Portugis didirikan di Solor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1564 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wabah cacar di Ambon.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1565 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aceh menyerang Johore.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kutai di Kalimantan menjadi Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1566 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Misi Dominikan Portugis di Solor membangun sebuah benteng batu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1568 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Serangan yang gagal oleh Aceh di Melaka Portugis.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1569 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis membangun benteng kayu di pulau Ambon.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1570 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aceh menyerang Johore lagi, namun gagal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sultan Khairun dari Ternate menandatangani sebuah perjanjian damai  dengan Portugis, tetapi esok harinya ternyata ia diracuni. Agen-agen  Portugis dicurigai melakukannya. Babullah menjadi Sultan (hingga *  1583), dan bersumpah untuk mengusir Portugis keluar dari benteng-benteng  mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maulana Yusup menjadi Sultan Banten.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1571" title="1571"&gt;1571&lt;/a&gt; – &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1580" title="1580"&gt;1580&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1571 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Alaudin Riayet Shah meninggal, kekacauan di Aceh hingga 1607.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1574 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jepara memimpin serangan yang gagal di Melaka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1575 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sultan Babullah mengusir Portugis dari Ternate. Karena itu Portugis membangun sebuah benteng di Tidore.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1576 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Portugis membangun benteng di kota Ambon sekarang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1577 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ki Ageng Pemanahan mendirikan Kota Gede (dekat Yogyakarta sekarang).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1579 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banten menyerang dan meluluhlantakkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakuan_Pajajaran" title="Pakuan Pajajaran"&gt;Pajajaran&lt;/a&gt;  merebut sisa-sisa Kerajaan Sunda, dan menjadikannya Islam. Raja Sunda  terakhir yang enggan memeluk Islam, yaitu Prabu Ragamulya atau Prabu  Suryakancana, meninggalkan ibukota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt; tersebut dan meninggal dalam pelarian di daerah Banten.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;November, Sir Francis Drake dari Britania, setelah menyerang kapal  dan pelabuhan Spanyol di Amerika, tiba di Ternate. Sultan Babullah, yang  juga membenci orang-orang Spanyol, mengadakan perjanjian persahabatan  dengan Britania.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1580 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Maulana Muhammad menjadi Sultan Banten.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugal jatuh ke tangan kerajaan Spanyol; usaha-usaha kolonial Portugis tidak dipedulikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drake mengunjungi Sulawesi dan Jawa, dalam perjalanan pulang ke Britania.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ternate menguasai Butung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1581 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sekitar saat ini, Kyai Ageng Pemanahan mengambil alih distrik  Mataram (yang telah dijanjikan kepadanya oleh Joko Tingkir, yang  menundanya hingga Sunan Kalijaga dari Wali Songo mendesaknya), mengubah  namanya menjadi Kyai Gedhe Mataram.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1584 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sutawijaya menggantikan ayahnya Kyai Gedhe Mataram sebagai pemerintah lokal dari Mataram, memerintah dari Kota Gede.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1585 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sultan Aceh mengirim surat kepada Elizabeth I dari Britania.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapal Portugis yang dikirim untuk membangun sebuah benteng dan misi di Bali karam tepat di lepas pantai.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1587 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sutawijaya mengalahkan Pajang dan Joko Tingkir meninggal; garis keturunan beralih kepada Sutawijaya. Gunung Merapi meletus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis di Melaka menyerang Johore.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis menandatangani perjanjian perdamaian dengan Sultan Aceh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sir Thomas Cavendish dari Britania mengunjungi Jawa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1588 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sutawijaya mengganti namanya menjadi Senopati; merebut Pajang dan Demak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1590 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Desa asli Medan didirikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1591" title="1591"&gt;1591&lt;/a&gt; – &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1659" title="1659"&gt;1659&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1591 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Senopati merebut Madiun, lalu Kediri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sir James Lancaster dari Britania tiba di Aceh dan Penang, tetapi misinya gagal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ternate menyerang Portugis di Ambon.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1593 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ternate mengepung Portugis di Ambon kembali.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;1595 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;2 April, ekspedisi Belanda di bawah De Houtman berangkat ke Hindia Belanda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suriansyah menjadikan Banjar di Kalimantan sebuah Kesultanan (belakangan Banjarmasin).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Portugis membangun benteng di Ende, Flores.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=20" title="Sunting bagian: Kolonisasi VOC"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kolonisasi_VOC"&gt;Kolonisasi VOC&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Mulai tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1602" title="1602"&gt;1602&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda"&gt;Belanda&lt;/a&gt;  secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah  Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan  kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak  terpengaruh adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Portugis" title="Timor Portugis"&gt;Timor Portugis&lt;/a&gt;, yang tetap dikuasai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugal" title="Portugal"&gt;Portugal&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975" title="1975"&gt;1975&lt;/a&gt; ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur" title="Timor Timur"&gt;Timor Timur&lt;/a&gt;.  Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk  suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Britania" title="Britania" class="mw-redirect"&gt;Britania&lt;/a&gt; setelah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Jawa_Britania-Belanda" title="Perang Jawa Britania-Belanda"&gt;Perang Jawa Britania-Belanda&lt;/a&gt; dan masa penjajahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang"&gt;Jepang&lt;/a&gt; pada masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II" title="Perang Dunia II"&gt;Perang Dunia II&lt;/a&gt;. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia-Belanda" title="Hindia-Belanda"&gt;Hindia-Belanda&lt;/a&gt;  menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun  penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena  wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati  kebangkrutannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung  oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC" title="VOC" class="mw-redirect"&gt;Perusahaan Hindia Timur Belanda&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Belanda" title="Bahasa Belanda"&gt;bahasa Belanda&lt;/a&gt;: &lt;i&gt;Verenigde Oostindische Compagnie&lt;/i&gt;  atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan  aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1602" title="1602"&gt;1602&lt;/a&gt;. Markasnya berada di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia" title="Batavia"&gt;Batavia&lt;/a&gt;, yang kini bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta" class="mw-redirect"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tujuan utama VOC adalah mempertahankan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monopoli" title="Monopoli" class="mw-redirect"&gt;monopolinya&lt;/a&gt; terhadap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perdagangan_rempah-rempah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perdagangan rempah-rempah (halaman belum tersedia)"&gt;perdagangan rempah-rempah&lt;/a&gt; di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rempah-rempah" title="Rempah-rempah"&gt;rempah-rempah&lt;/a&gt;, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Banda" title="Kepulauan Banda"&gt;Kepulauan Banda&lt;/a&gt; terus menjual &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pala" title="Pala"&gt;biji pala&lt;/a&gt;  kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi  hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut  dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan  pala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan  bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mataram" title="Mataram"&gt;Mataram&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banten" title="Banten"&gt;Banten&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=21" title="Sunting bagian: Kolonisasi pemerintah Belanda"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Kolonisasi_pemerintah_Belanda"&gt;Kolonisasi pemerintah Belanda&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Belanda" title="Indonesia: Era Belanda" class="mw-redirect"&gt;Indonesia: Era Belanda&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-18" title="Abad ke-18"&gt;abad ke-18&lt;/a&gt; dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Stamford_Raffles" title="Thomas Stamford Raffles" class="mw-redirect"&gt;Thomas Stamford Raffles&lt;/a&gt;, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1816" title="1816"&gt;1816&lt;/a&gt;. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Diponegoro" title="Perang Diponegoro"&gt;Perang Diponegoro&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1825" title="1825"&gt;1825&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1830" title="1830"&gt;1830&lt;/a&gt;. Setelah tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1830" title="1830"&gt;1830&lt;/a&gt; sistem &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanam_paksa" title="Tanam paksa" class="mw-redirect"&gt;tanam paksa&lt;/a&gt; yang dikenal sebagai &lt;i&gt;cultuurstelsel&lt;/i&gt; dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Belanda" title="Bahasa Belanda"&gt;bahasa Belanda&lt;/a&gt;  mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam  hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat  itu, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teh" title="Teh"&gt;teh&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi" title="Kopi"&gt;kopi&lt;/a&gt;  dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini  membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya - baik yang Belanda  maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli  pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1870" title="1870"&gt;1870&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1901" title="1901"&gt;1901&lt;/a&gt; pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik_Etis" title="Politik Etis"&gt;Politik Etis&lt;/a&gt; (bahasa Belanda: &lt;i&gt;Ethische Politiek&lt;/i&gt;), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pribumi" title="Pribumi"&gt;pribumi&lt;/a&gt;, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Johannes_Benedictus_van_Heutsz" title="Johannes Benedictus van Heutsz" class="mw-redirect"&gt;J.B. van Heutsz&lt;/a&gt;  pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara  langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi  bagi negara Indonesia saat ini.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=22" title="Sunting bagian: Gerakan nasionalisme"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Gerakan_nasionalisme"&gt;Gerakan nasionalisme&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1905" title="1905"&gt;1905&lt;/a&gt; gerakan nasionalis yang pertama, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serikat_Dagang_Islam" title="Serikat Dagang Islam" class="mw-redirect"&gt;Serikat Dagang Islam&lt;/a&gt; dibentuk dan kemudian diikuti pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1908" title="1908"&gt;1908&lt;/a&gt; oleh gerakan nasionalis berikutnya, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo" title="Budi Utomo"&gt;Budi Utomo&lt;/a&gt;.  Belanda merespon hal tersebut setelah Perang Dunia I dengan  langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari  kelompok kecil yang terdiri dari profesional muda dan pelajar, yang  beberapa di antaranya telah dididik di Belanda. Banyak dari mereka yang  dipenjara karena kegiatan politis, termasuk Presiden Indonesia yang  pertama, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;Soekarno&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=23" title="Sunting bagian: Perang Dunia II"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Perang_Dunia_II"&gt;Perang Dunia II&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada Mei &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1940" title="1940"&gt;1940&lt;/a&gt;, awal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II" title="Perang Dunia II"&gt;Perang Dunia II&lt;/a&gt;, Belanda diduduki oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nazi" title="Nazi" class="mw-redirect"&gt;Nazi&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman" title="Jerman"&gt;Jerman&lt;/a&gt;. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Britania" title="Britania" class="mw-redirect"&gt;Britania&lt;/a&gt;. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1941" title="1941"&gt;1941&lt;/a&gt;,  dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun  itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang  untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda  yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=24" title="Sunting bagian: Pendudukan Jepang"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Pendudukan_Jepang"&gt;Pendudukan Jepang&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Jepang" title="Indonesia: Era Jepang" class="mw-redirect"&gt;Indonesia: Era Jepang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada Juli 1942, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;Soekarno&lt;/a&gt;  menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk  pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan  militer Jepang. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;Soekarno&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta" title="Mohammad Hatta"&gt;Mohammad Hatta&lt;/a&gt;,  dan para Kyai memperoleh penghormatan dari Kaisar Jepang pada tahun  1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat  bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang  tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam  peperangan, mereka mengalami &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siksaan" title="Siksaan"&gt;siksaan&lt;/a&gt;, terlibat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbudakan_seks_pada_Perang_Dunia_II" title="Perbudakan seks pada Perang Dunia II" class="mw-redirect"&gt;perbudakan seks&lt;/a&gt;, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kejahatan_perang" title="Kejahatan perang"&gt;kejahatan perang&lt;/a&gt; lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan  Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soepomo" title="Soepomo"&gt;Soepomo&lt;/a&gt; membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Yamin" title="Muhammad Yamin" class="mw-redirect"&gt;Muhammad Yamin&lt;/a&gt; mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sarawak" title="Sarawak"&gt;Sarawak&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sabah" title="Sabah"&gt;Sabah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaya" title="Malaya" class="mw-redirect"&gt;Malaya&lt;/a&gt;, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/9_Agustus" title="9 Agustus"&gt;9 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945" title="1945"&gt;1945&lt;/a&gt; Soekarno, Hatta dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radjiman_Widjodiningrat" title="Radjiman Widjodiningrat" class="mw-redirect"&gt;Radjiman Widjodiningrat&lt;/a&gt; diterbangkan ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam" title="Vietnam"&gt;Vietnam&lt;/a&gt; untuk bertemu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marsekal_Terauchi" title="Marsekal Terauchi" class="mw-redirect"&gt;Marsekal Terauchi&lt;/a&gt;.  Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi  Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=25" title="Sunting bagian: Era kemerdekaan"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Era_kemerdekaan"&gt;Era kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=26" title="Sunting bagian: Proklamasi kemerdekaan"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Proklamasi_kemerdekaan"&gt;Proklamasi kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia" title="Proklamasi Kemerdekaan Indonesia"&gt;Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan seperti itu pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Agustus" title="16 Agustus"&gt;16 Agustus&lt;/a&gt;,  Soekarno membacakan "Proklamasi" pada hari berikutnya. Kabar mengenai  proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan  militer Indonesia pada masa perang, Pasukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembela_Tanah_Air" title="Pembela Tanah Air"&gt;Pembela Tanah Air&lt;/a&gt; (PETA), para pemuda, dan lainnya langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/18_Agustus" title="18 Agustus"&gt;18 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945" title="1945"&gt;1945&lt;/a&gt; Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno sebagai Presiden dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta" title="Mohammad Hatta"&gt;Mohammad Hatta&lt;/a&gt;  sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan konstitusi yang dirancang  beberapa hari sebelumnya. Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia  Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat  dilaksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/31_Agustus" title="31 Agustus"&gt;31 Agustus&lt;/a&gt; dan menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8 provinsi: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra" title="Sumatra" class="mw-redirect"&gt;Sumatra&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan" title="Kalimantan"&gt;Kalimantan&lt;/a&gt; (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah" title="Jawa Tengah"&gt;Jawa Tengah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur"&gt;Jawa Timur&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi" title="Sulawesi"&gt;Sulawesi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;Maluku&lt;/a&gt; (termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua" title="Papua"&gt;Papua&lt;/a&gt;) dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Sunda_Kecil" title="Kepulauan Sunda Kecil" class="mw-redirect"&gt;Nusa Tenggara&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=27" title="Sunting bagian: Perang kemerdekaan"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Perang_kemerdekaan"&gt;Perang kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_1945-1949" title="Indonesia: Era 1945-1949" class="mw-redirect"&gt;Indonesia: Era 1945-1949&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width:252px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Proklamasi.png&amp;amp;filetimestamp=20100914053139" class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/07/Proklamasi.png/250px-Proklamasi.png" class="thumbimage" height="168" width="250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Proklamasi.png&amp;amp;filetimestamp=20100914053139" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Teks Proklamasi&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945" title="1945"&gt;1945&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949" title="1949"&gt;1949&lt;/a&gt;,  persatuan kelautan Australia yang bersimpati dengan usaha kemerdekaan,  melarang segala pelayaran Belanda sepanjang konflik ini agar Belanda  tidak mempunyai dukungan logistik maupun suplai yang diperlukan untuk  membentuk kembali kekuasaan kolonial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usaha Belanda untuk kembali berkuasa dihadapi perlawanan yang kuat.  Setelah kembali ke Jawa, pasukan Belanda segera merebut kembali ibukota  kolonial Batavia, akibatnya para nasionalis menjadikan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta" title="Yogyakarta" class="mw-redirect"&gt;Yogyakarta&lt;/a&gt; sebagai ibukota mereka. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Desember" title="27 Desember"&gt;27 Desember&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949" title="1949"&gt;1949&lt;/a&gt; (lihat artikel tentang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Desember_1949" title="27 Desember 1949" class="mw-redirect"&gt;27 Desember 1949&lt;/a&gt;), setelah 4 tahun peperangan dan negosiasi, Ratu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Juliana_dari_Belanda" title="Juliana dari Belanda"&gt;Juliana dari Belanda&lt;/a&gt; memindahkan kedaulatan kepada pemerintah Federal Indonesia. Pada 1950, Indonesia menjadi anggota ke-60 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB" class="mw-redirect"&gt;PBB&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=28" title="Sunting bagian: Demokrasi parlementer"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Demokrasi_parlementer"&gt;Demokrasi parlementer&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Tidak lama setelah itu, Indonesia mengadopsi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/UUD_%2745" title="UUD '45" class="mw-redirect"&gt;undang-undang baru&lt;/a&gt; yang terdiri dari sistem parlemen di mana dewan eksekutifnya dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/MPR" title="MPR" class="mw-redirect"&gt;MPR&lt;/a&gt;. MPR terbagi kepada partai-partai politik sebelum dan sesudah pemilu pertama pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1955" title="1955"&gt;1955&lt;/a&gt;, sehingga koalisi pemerintah yang stabil susah dicapai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peran Islam di Indonesia menjadi hal yang rumit. Soekarno lebih memilih negara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekuler" title="Sekuler" class="mw-redirect"&gt;sekuler&lt;/a&gt; yang berdasarkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila" title="Pancasila"&gt;Pancasila&lt;/a&gt;  sementara beberapa kelompok Muslim lebih menginginkan negara Islam atau  undang-undang yang berisi sebuah bagian yang menyaratkan umat Islam  takluk kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syariah" title="Syariah" class="mw-redirect"&gt;hukum Islam&lt;/a&gt;.Demokrasi  Parlementer, adalah suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan  legislatif lebih tinggi dari pada badan eksekutif. Kepala pemerintahan  dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Perdana menteri dan  menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen.  Dalam demokrasi parlementer Presiden menjabat sebagai kepala negara.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=29" title="Sunting bagian: Demokrasi Terpimpin"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Demokrasi_Terpimpin"&gt;Demokrasi Terpimpin&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Demokrasi_Terpimpin" title="Indonesia: Era Demokrasi Terpimpin" class="mw-redirect"&gt;Indonesia: Era Demokrasi Terpimpin&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pemberontakan yang gagal di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera" title="Sumatera"&gt;Sumatera&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi" title="Sulawesi"&gt;Sulawesi&lt;/a&gt;,  Jawa Barat dan pulau-pulau lainnya yang dimulai sejak 1958, ditambah  kegagalan MPR untuk mengembangkan konstitusi baru, melemahkan sistem  parlemen Indonesia. Akibatnya pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1959" title="1959"&gt;1959&lt;/a&gt; ketika Presiden &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;Soekarno&lt;/a&gt;  secara unilateral membangkitkan kembali konstitusi 1945 yang bersifat  sementara, yang memberikan kekuatan presidensil yang besar, dia tidak  menemui banyak hambatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari 1959 hingga 1965, Presiden Soekarno berkuasa dalam rezim yang otoriter di bawah label "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi_Terpimpin" title="Demokrasi Terpimpin" class="mw-redirect"&gt;Demokrasi Terpimpin&lt;/a&gt;".  Dia juga menggeser kebijakan luar negeri Indonesia menuju non-blok,  kebijakan yang didukung para pemimpin penting negara-negara bekas  jajahan yang menolak aliansi resmi dengan Blok Barat maupun Blok &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Soviet" title="Uni Soviet"&gt;Uni Soviet&lt;/a&gt;. Para pemimpin tersebut berkumpul di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung" title="Bandung" class="mw-redirect"&gt;Bandung&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1955" title="1955"&gt;1955&lt;/a&gt; dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KTT_Asia-Afrika" title="KTT Asia-Afrika" class="mw-redirect"&gt;KTT Asia-Afrika&lt;/a&gt; untuk mendirikan fondasi yang kelak menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Non-Blok" title="Gerakan Non-Blok"&gt;Gerakan Non-Blok&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhir &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950-an" title="1950-an"&gt;1950-an&lt;/a&gt; dan awal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960-an" title="1960-an"&gt;1960-an&lt;/a&gt;, Soekarno bergerak lebih dekat kepada negara-negara komunis Asia dan kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia" title="Partai Komunis Indonesia"&gt;Partai Komunis Indonesia&lt;/a&gt; (PKI) di dalam negeri. Meski PKI merupakan partai komunis terbesar di dunia di luar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Soviet" title="Uni Soviet"&gt;Uni Soviet&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RRC" title="RRC" class="mw-redirect"&gt;China&lt;/a&gt;, dukungan massanya tak pernah menunjukkan penurutan ideologis kepada partai komunis seperti di negara-negara lainnya.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=30" title="Sunting bagian: Nasib Irian Barat"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Nasib_Irian_Barat"&gt;Nasib Irian Barat&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Papua_Barat" title="Konflik Papua Barat" class="mw-redirect"&gt;Konflik Papua Barat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada saat kemerdekaan, pemerintah Belanda mempertahankan kekuasaan terhadap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_bagian_barat" title="Papua bagian barat"&gt;belahan barat&lt;/a&gt; pulau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nugini" title="Nugini" class="mw-redirect"&gt;Nugini&lt;/a&gt; (Papua), dan mengizinkan langkah-langkah menuju pemerintahan-sendiri dan pendeklarasian kemerdekaan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Desember" title="1 Desember"&gt;1 Desember&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961" title="1961"&gt;1961&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negosiasi dengan Belanda mengenai penggabungan wilayah tersebut  dengan Indonesia gagal, dan pasukan penerjun payung Indonesia mendarat  di Irian pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/18_Desember" title="18 Desember"&gt;18 Desember&lt;/a&gt;  sebelum kemudian terjadi pertempuran antara pasukan Indonesia dan  Belanda pada 1961 dan 1962. Pada 1962 Amerika Serikat menekan Belanda  agar setuju melakukan perbincangan rahasia dengan Indonesia yang  menghasilkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_New_York" title="Perjanjian New York"&gt;Perjanjian New York&lt;/a&gt; pada Agustus 1962, dan Indonesia mengambil alih kekuasaan terhadap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irian_Jaya" title="Irian Jaya" class="mw-redirect"&gt;Irian Jaya&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Mei" title="1 Mei"&gt;1 Mei&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1963" title="1963"&gt;1963&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=31" title="Sunting bagian: Konfrontasi Indonesia-Malaysia"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Konfrontasi_Indonesia-Malaysia"&gt;Konfrontasi Indonesia-Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konfrontasi_Indonesia-Malaysia" title="Konfrontasi Indonesia-Malaysia"&gt;Konfrontasi Indonesia-Malaysia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Soekarno menentang pembentukan Federasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt; dan menyebut bahwa hal tersebut adalah sebuah "rencana neo-kolonial" untuk mempermudah rencana komersial &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris" title="Inggris"&gt;Inggris&lt;/a&gt; di wilayah tersebut. Selain itu dengan pembentukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi_Malaysia" title="Federasi Malaysia" class="mw-redirect"&gt;Federasi Malaysia&lt;/a&gt;, hal ini dianggap akan memperluas pengaruh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme" title="Imperialisme"&gt;imperialisme&lt;/a&gt;  negara-negara Barat di kawasan Asia dan memberikan celah kepada negara  Inggris dan Australia untuk mempengaruhi perpolitikan regional Asia.  Menanggapi keputusan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB" class="mw-redirect"&gt;PBB&lt;/a&gt; untuk mengakui kedaulatan Malaysia dan menjadikan Malaysia anggota tidak tetap &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Keamanan_PBB" title="Dewan Keamanan PBB" class="mw-redirect"&gt;Dewan Keamanan PBB&lt;/a&gt;, presiden Soekarno mengumumkan pengunduran diri negara Indonesia dari keanggotaan PBB pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/20_Januari" title="20 Januari"&gt;20 Januari&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965"&gt;1965&lt;/a&gt; dan mendirikan Konferensi Kekuatan Baru (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CONEFO" title="CONEFO"&gt;CONEFO&lt;/a&gt;) sebagai tandingan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB" class="mw-redirect"&gt;PBB&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/GANEFO" title="GANEFO"&gt;GANEFO&lt;/a&gt; sebagai tandingan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olimpiade" title="Olimpiade"&gt;Olimpiade&lt;/a&gt;.  Pada tahun itu juga konfrontasi ini kemudian mengakibatkan pertempuran  antara pasukan Indonesia dan Malaysia (yang dibantu oleh Inggris).&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=32" title="Sunting bagian: Gerakan 30 September"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Gerakan_30_September"&gt;Gerakan 30 September&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September" title="Gerakan 30 September"&gt;Gerakan 30 September&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965"&gt;1965&lt;/a&gt;,  PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno  untuk memperkuat dukungan untuk rezimnya dan, dengan persetujuan dari  Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angkatan_Kelima" title="Angkatan Kelima"&gt;Angkatan Kelima&lt;/a&gt;" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/30_September" title="30 September"&gt;30 September&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965"&gt;1965&lt;/a&gt;, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kudeta" title="Kudeta"&gt;kudeta&lt;/a&gt; yang disalahkan kepada para pengawal istana yang loyal kepada PKI. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto" title="Soeharto"&gt;Soeharto&lt;/a&gt;,  menumpas kudeta tersebut dan berbalik melawan PKI. Soeharto lalu  menggunakan situasi ini untuk mengambil alih kekuasaan. Lebih dari  puluhan ribu orang-orang yang dituduh komunis kemudian dibunuh. Jumlah  korban jiwa pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966" title="1966"&gt;1966&lt;/a&gt; mencapai setidaknya 500.000; yang paling parah terjadi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;Jawa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali" title="Bali"&gt;Bali&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=33" title="Sunting bagian: Era Orde Baru"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Era_Orde_Baru"&gt;Era Orde Baru&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Orde_Baru" title="Indonesia: Era Orde Baru" class="mw-redirect"&gt;Indonesia: Era Orde Baru&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Setelah Soeharto menjadi Presiden, salah satu pertama yang  dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi.  Indonesia pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/19_September" title="19 September"&gt;19 September&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966" title="1966"&gt;1966&lt;/a&gt;  mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama  dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB", dan  menjadi anggota PBB kembali pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_September" title="28 September"&gt;28 September&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966" title="1966"&gt;1966&lt;/a&gt;, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1968" title="1968"&gt;1968&lt;/a&gt;,  MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai  presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada  tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden Soeharto memulai "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru" title="Orde Baru" class="mw-redirect"&gt;Orde Baru&lt;/a&gt;"  dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan  luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada  akhir masa jabatannya. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan  ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui  struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari  ahli ekonomi didikan Barat. Selama masa pemerintahannya,  kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara  besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak  merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelaparan" title="Kelaparan"&gt;kelaparan&lt;/a&gt; dikurangi dengan besar pada tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970-an" title="1970-an"&gt;1970-an&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980-an" title="1980-an"&gt;1980-an&lt;/a&gt;. Dia juga memperkaya dirinya, keluarganya, dan rekan-rekat dekat melalui korupsi yang merajalela.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=34" title="Sunting bagian: Irian Jaya"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Irian_Jaya"&gt;Irian Jaya&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Setelah menolak supervisi dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB" class="mw-redirect"&gt;PBB&lt;/a&gt;,  pemerintah Indonesia melaksanakan "Act of Free Choice" (Aksi Pilihan  Bebas) di Irian Jaya pada 1969 di mana 1.025 wakil kepala-kepala daerah  Irian dipilih dan kemudian diberikan latihan dalam bahasa Indonesia.  Mereka secara konsensus akhirnya memilih bergabung dengan Indonesia.  Sebuah resolusi Sidang Umum PBB kemudian memastikan perpindahan  kekuasaan kepada Indonesia. Penolakan terhadap pemerintahan Indonesia  menimbulkan aktivitas-aktivitas gerilya berskala kecil pada tahun-tahun  berikutnya setelah perpindahan kekuasaan tersebut. Dalam atmosfer yang  lebih terbuka setelah 1998, pernyataan-pernyataan yang lebih eksplisit  yang menginginkan kemerdekaan dari Indonesia telah muncul.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=35" title="Sunting bagian: Timor Timur"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Timor_Timur"&gt;Timor Timur&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1596" title="1596"&gt;1596&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975" title="1975"&gt;1975&lt;/a&gt;, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor yang dikenal sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Portugis" title="Timor Portugis"&gt;Timor Portugis&lt;/a&gt; dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Timor" title="Laut Timor"&gt;Laut Timor&lt;/a&gt;. Akibat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Revolusi_Anyelir&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Revolusi Anyelir (halaman belum tersedia)"&gt;kejadian politis di Portugal&lt;/a&gt;, pejabat Portugal secara mendadak mundur dari Timor Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fretilin" title="Fretilin"&gt;Fretilin&lt;/a&gt;, sebuah partai yang dipimpin sebagian oleh orang-orang yang membawa paham &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marxisme" title="Marxisme"&gt;Marxisme&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/UDT" title="UDT"&gt;UDT&lt;/a&gt;, menjadi partai-partai terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk mengkampanyekan kemerdekaan dari Portugal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Desember" title="7 Desember"&gt;7 Desember&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975" title="1975"&gt;1975&lt;/a&gt;, pasukan Indonesia masuk ke Timor Timur dalam sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Operasi_militer" title="Operasi militer"&gt;operasi militer&lt;/a&gt; yang disebut &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Operasi_Seroja" title="Operasi Seroja"&gt;Operasi Seroja&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Indonesia, yang mempunyai dukungan material dan diplomatik, dibantu peralatan persenjataan yang disediakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia" title="Australia"&gt;Australia&lt;/a&gt;,  berharap dengan memiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan  cadangan minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/ABRI" title="ABRI" class="mw-redirect"&gt;ABRI&lt;/a&gt;) membunuh hampir 200.000 warga Timor Timur — melalui pembunuhan, pemaksaan kelaparan dan lain-lain. Banyak pelanggaran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/HAM" title="HAM" class="mw-redirect"&gt;HAM&lt;/a&gt; yang terjadi saat Timor Timur berada dalam wilayah Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/30_Agustus" title="30 Agustus"&gt;30 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999" title="1999"&gt;1999&lt;/a&gt;, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia dalam sebuah pemungutan suara yang diadakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB" class="mw-redirect"&gt;PBB&lt;/a&gt;.  Sekitar 99% penduduk yang berhak memilih turut serta; 3/4-nya memilih  untuk merdeka. Segera setelah hasilnya diumumkan, dikabarkan bahwa pihak  militer Indonesia melanjutkan pengrusakan di Timor Timur, seperti  merusak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infrastruktur" title="Infrastruktur"&gt;infrastruktur&lt;/a&gt; di daerah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Oktober 1999, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/MPR" title="MPR" class="mw-redirect"&gt;MPR&lt;/a&gt;  membatalkan dekrit 1976 yang mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah  Indonesia, dan Otorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung  jawab untuk memerintah Timor Timur sehingga kemerdekaan penuh dicapai  pada Mei &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2002" title="2002"&gt;2002&lt;/a&gt; sebagai negara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste" title="Timor Leste"&gt;Timor Leste&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=36" title="Sunting bagian: Krisis ekonomi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Krisis_ekonomi"&gt;Krisis ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width:302px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Suharto_resigns.jpg&amp;amp;filetimestamp=20050410012214" class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/1/14/Suharto_resigns.jpg" class="thumbimage" height="180" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Suharto_resigns.jpg&amp;amp;filetimestamp=20050410012214" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya didampingi B.J. Habibie.&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_finansial_Asia" title="Krisis finansial Asia" class="mw-redirect"&gt;Krisis finansial Asia&lt;/a&gt;), disertai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemarau" title="Kemarau" class="mw-redirect"&gt;kemarau&lt;/a&gt; terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah" title="Rupiah"&gt;Rupiah&lt;/a&gt;  jatuh, inflasi meningkat tajam, dan perpindahan modal dipercepat. Para  demonstran, yang awalnya dipimpin para mahasiswa, meminta pengunduran  diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas, serta  ribuan mahasiswa yang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendudukan_Gedung_DPR/MPR" title="Pendudukan Gedung DPR/MPR"&gt;menduduki gedung DPR/MPR&lt;/a&gt;, Soeharto mengundurkan diri pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/21_Mei" title="21 Mei"&gt;21 Mei&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998"&gt;1998&lt;/a&gt;, tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/B._J._Habibie" title="B. J. Habibie" class="mw-redirect"&gt;B. J. Habibie&lt;/a&gt;, untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=37" title="Sunting bagian: Era reformasi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Era_reformasi"&gt;Era reformasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="dablink noprint"&gt;&lt;img alt="!" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" height="20" width="20" /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia:_Era_Reformasi" title="Indonesia: Era Reformasi" class="mw-redirect"&gt;Indonesia: Era Reformasi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=38" title="Sunting bagian: Pemerintahan Habibie"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Pemerintahan_Habibie"&gt;Pemerintahan Habibie&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dana_Moneter_Internasional" title="Dana Moneter Internasional"&gt;Dana Moneter Internasional&lt;/a&gt;  dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia  juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada  kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=39" title="Sunting bagian: Pemerintahan Wahid"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Pemerintahan_Wahid"&gt;Pemerintahan Wahid&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pemilu untuk MPR, DPR, dan DPRD diadakan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Juni" title="7 Juni"&gt;7 Juni&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999" title="1999"&gt;1999&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PDI_Perjuangan" title="PDI Perjuangan" class="mw-redirect"&gt;PDI Perjuangan&lt;/a&gt; pimpinan putri Soekarno, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Sukarnoputri" title="Megawati Sukarnoputri" class="mw-redirect"&gt;Megawati Sukarnoputri&lt;/a&gt; keluar menjadi pemenang pada pemilu parlemen dengan mendapatkan 34% dari seluruh suara; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golkar" title="Golkar" class="mw-redirect"&gt;Golkar&lt;/a&gt; (partai Soeharto - sebelumnya selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) memperoleh 22%; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Persatuan_Pembangunan" title="Partai Persatuan Pembangunan"&gt;Partai Persatuan Pembangunan&lt;/a&gt; pimpinan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hamzah_Haz" title="Hamzah Haz"&gt;Hamzah Haz&lt;/a&gt; 12%; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Kebangkitan_Bangsa" title="Partai Kebangkitan Bangsa"&gt;Partai Kebangkitan Bangsa&lt;/a&gt; pimpinan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid" title="Abdurrahman Wahid"&gt;Abdurrahman Wahid&lt;/a&gt; (Gus Dur) 10%. Pada Oktober &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999" title="1999"&gt;1999&lt;/a&gt;,  MPR melantik Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati sebagai  wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun. Wahid membentuk kabinet  pertamanya, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabinet_Persatuan_Nasional" title="Kabinet Persatuan Nasional"&gt;Kabinet Persatuan Nasional&lt;/a&gt; pada awal November 1999 dan melakukan &lt;i&gt;reshuffle&lt;/i&gt; kabinetnya pada Agustus &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2000" title="2000"&gt;2000&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan  perkembangan ekonomi di bawah situasi yang menantang. Di samping  ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut, pemerintahannya juga  menghadapi konflik antar etnis dan antar agama, terutama di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh" title="Aceh"&gt;Aceh&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;Maluku&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua" title="Papua"&gt;Papua&lt;/a&gt;. Di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Barat" title="Timor Barat"&gt;Timor Barat&lt;/a&gt;,  masalah yang ditimbulkan rakyat Timor Timur yang tidak mempunyai tempat  tinggal dan kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timur  pro-Indonesia mengakibatkan masalah-masalah kemanusiaan dan sosial yang  besar. MPR yang semakin memberikan tekanan menantang kebijakan-kebijakan  Presiden Wahid, menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=40" title="Sunting bagian: Pemerintahan Megawati"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Pemerintahan_Megawati"&gt;Pemerintahan Megawati&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000, Presiden Wahid memberikan laporan pertanggung jawabannya. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/29_Januari" title="29 Januari"&gt;29 Januari&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2001" title="2001"&gt;2001&lt;/a&gt;,  ribuan demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkan  diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi. Di bawah  tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di dalam  pemerintahannya, dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan  kekuasaan negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. Megawati  mengambil alih jabatan presiden tak lama kemudian.Kabinet pada masa  pemerintahan Megawati disebut dengan kabinet gotong royong.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=41" title="Sunting bagian: Pemerintahan Yudhoyono"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Pemerintahan_Yudhoyono"&gt;Pemerintahan Yudhoyono&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004" title="2004"&gt;2004&lt;/a&gt;, pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono" title="Susilo Bambang Yudhoyono"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/a&gt;  tampil sebagai presiden baru Indonesia. Pemerintah baru ini pada awal  masa kerjanya telah menerima berbagai cobaan dan tantangan besar,  seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gempa_bumi_Samud%27ra_Hindia_2004&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Gempa bumi Samud'ra Hindia 2004 (halaman belum tersedia)"&gt;gempa bumi besar di Aceh dan Nias&lt;/a&gt; pada Desember 2004 yang meluluh lantakkan sebagian dari Aceh serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Sumatra_Maret_2005" title="Gempa bumi Sumatra Maret 2005" class="mw-redirect"&gt;gempa bumi lain pada awal 2005&lt;/a&gt; yang mengguncang Sumatra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Juli" title="17 Juli"&gt;17 Juli&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2005" title="2005"&gt;2005&lt;/a&gt;, sebuah kesepakatan bersejarah berhasil dicapai antara pemerintah Indonesia dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Aceh_Merdeka" title="Gerakan Aceh Merdeka"&gt;Gerakan Aceh Merdeka&lt;/a&gt; yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan selama 30 tahun di wilayah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh" title="Aceh"&gt;Aceh&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : wikipedia&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-4525707329149783553?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/4525707329149783553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/sejarah-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/4525707329149783553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/4525707329149783553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/sejarah-indonesia.html' title='SEJARAH INDONESIA'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-7683427544131508861</id><published>2011-01-07T03:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T03:09:46.644-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH ADMINISTRASI NEGARA</title><content type='html'>&lt;p  style="margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; line-height: 150%; page-break-before: always;font-family:times new roman;" align="center"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="en"&gt;BAB  I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;1. PENGERTIAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;a.  Hukum administrasi negara adalah peraturan hukum yang mengatur  administrasi, yaitu hubungan antara warga negara dan pemerintahnya yang  menjadi sebab hingga negara itu berfungsi. (R. Abdoel Djamali).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;b.  Hukum administrasi negara adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur  bagaimana negara sebagai penguasa menjalankan usaha-usaha untuk  memenuhi tugasnya. (Kusumadi Poedjosewojo.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;c.  Hukum administrasi negara adalah hukum yang menguji hubungan hukum  istinewa yang diadakan, akan kemungkinan para pejabat melakukan tugas  mereka yang khusus. (E. Utrecht.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;d.  Hukum administrasi negara adalah keseluruhan aturan yang harus  diperhatikan oleh para pengusaha yang diserahi tugas pemerintahan dalam  menjalankan tugasnya. (Van Apeldoorn.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;e.  Hukum administrasi negara adalah hukum yang mengatur tentang  hubungan-hubungan hukum antara jabatan-jabatan dalam negara dengan warga  masyarakat. (Djokosutono.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Istilah hukum administrasi negara adalah terjemahan dari istilah Administrasi recht (bahasa Belanda).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;2. SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Pada umumnya, dapat dibedakan menjadi dua :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;a.  Sumber hukum material, yaitu sumber hukum yang turut menentukan isi  kaidah hukum. Sumber hukum material ini berasal dari peristiwa-peristiwa  dalam pergaulan masyarakat dan peristiwa-peristiwa itu dapat  mempengaruhi bahkan menentukan sikap manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;b.  Sumber hukum formal, yaitu sumber hukum yang sudah diberi bentuk  tertentu. Agar berlaku umum, suatu kaidah harus diberi bentuk sehingga  pemerintah dapat mempertahankannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;3. OBYEK HUKUM ADMINISTRASI NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Pengertian  obyek adalah pokok permasalahan yang akan dibicarakan. Dengan  pengertian tersebut, yang dimaksud obyek hukum administrasi negara  adalah pokok permasalahan yang akan dibicarakan dalam hukum administrasi  negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Berangkat  dari pendapat Prof. Djokosutono, S.H., bahwa hukum administrasi negara  adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara jabatan-jabatan dalam  negara dan para warga masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa obyek  hukum administrasi negara adalah pemegang jabatan dalam negara itu atau  alat-alat perlengkapan negara dan warga masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Pendapat  lain mengatakan bahwa sebenarnya obyek hukum administrasi adalah sama  dengan obyek hukum tata negara, yaitu negara (pendapat Soehino, S.H.).  pendapat demikian dilandasi alasan bahwa hukum administrasi negara dan  hukum tata negara sama-sama mengatur negara. Namun, kedua hukum tersebut  berbeda, yaitu hukum administrasi negara mengatur negara dalam keadaan  bergerak sedangkan hukum tata negara dalam keadaan diam. Maksud dari  istilah ”negara dalam keadaan bergerak” adalah nahwa negara tersebut  dalam keadaan hidup. Hal ini berarti bahwa jabatan-jabatan atau  alat-alat perlengkapan negara yang ada pada negara telah melaksanakan  tugasnya sesuai dengan dengan fungsinya masing-masing. Istilah ”negara  dalam keadaan diam” berarti bahwa negara itu belum hidup sebagaimana  mestinya. Hal ini berarti bahwa alat-alat perlengkapan negara yang ada  belum menjalankan fungsinya. Dari penjelasan diatas dapat diketahui  tentang perbedaan antara hukum administrasi negara dan hukum tata  negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;4. BENTUK-BENTUK PERBUATAN PEMERINTAHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Pengertian pemerintahan dibedakan menjadi dua :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;1.  Pemerintahan dalam arti luas, yaitu pemerintahan yang terdiri dari tiga  kekuasaan yang masing-masing terpisah satu sama lain. Ketiga kekuasaan  itu adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;a. Kekuasaan legislatif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;b. Kekuasaan eksekutif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;c. Kekuasaan yudikatif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Pemerintahan  kekuasaan diatas berdasarkan teori Trias Politica dari Montesquieu.  Tetapi, menurut Van Vollenhoven, pemerintahan dalam arti luas berbeda  dengan tori trias politica. Menurut Van Vollenhoven pemerintahan dalam  arti luas mencakup :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;a. Tindakan / kegiatan pemerintahan dalam arti sempit (bestuur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;b. Tindakan / kegiatan polisi (politie).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;c. Tindakan / kegiatan peradilan (rechts praak).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;d. Tindakan membuat peraturan (regeling, wetgeving).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Sedangkan pemerintahan dalam arti luas menurut Lemaire adalah pemerintahan yang meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;a. Kegiatan penyelengaraan kesejahteraan umum (bestuur zorg).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;b. Kegiatan pemerintahan dalam arti sempit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;c. Kegiatan kepolisian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;d. Kegiatan peradilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;e. Kegiatan membuat peraturan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Sedangkan Donner berpendapat, bahwa pemerintahan dalam arti luas dibagi menjadi dua tingkatan (dwipraja), yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;a. Alat-alat pemerintahan yang menentukan hukum negara / politik negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;b. Alat-alat perlengkapan pemerintahan yang menjalankan politik negara yang telah ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;2.  Pemerintahan dalam arti sempit ialah badan pelaksana kegiatan eksekutif  saja tidak termasuk badan kepolisian, peradilan dan badan  perundang-undangan. Pemerintahan dalam arti sempit itu dapat disebut  dengan istilah lain, yaitu ”administrasi negara”. Bentuk perbuatan  pemerintahan atau bentuk tindakan administrasi negara secara garis besar  dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;1. Perbuatan hukum / tindakan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;2. Bukan perbuatan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;Perbuatan pemerintahan menurut hukum publik dibedakan menjadi dua, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 150%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;1. Perbuatan menurut hukum publik bersegi satu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 100%;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;2. Perbuatan menurut hukum publik bersegi dua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 1.27cm; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 100%;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en"&gt;Perbuatan  menurut hukum publik bersegi satu, yaitu suatu perbuatan hukum yang  dilakukan oleh aparat administrasi negara berdasarkan wewenang istimewa  dalam hal membuat suatu ketetapan yang megatur hubungan antara sesama  administrasi negara maupun antara administrasi negara dan warga  masyarakat. Misalnya, ketetapan tentang pengangkatan seseorang menjadi  pegawai negeri. Perbuatan menurut hukum publik bersegi dua, yaitu suatu  perbuatan aparat administrasi negara yang dilakukan oleh dua pihak atau  lebih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(34, 34, 34);font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="en"&gt; secara sukarela. Misalnya mengadakan perjanjian pembuatan gedung, jembatan dengan pihak swasta (pemborong).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 1.27cm; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 100%; page-break-before: always;font-family:times new roman;" align="justify" lang="en"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0cm;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="id-ID" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span  lang="id-ID" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Sumber Hukum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Hukum dapat ditinjau dari berbagai aspek. Seseorang mampu menjelaskan  hukum positif yang berlaku dan secara bersamaan mampu menjelaskan dengan  tegas sumber-sumber tempat hukum positif itu dikaji. Ketika orang  menulis suatu studi yang bersifat sejarah, maka sumber-sumber hukum  kebanyakan itu adalah sumber-sumber hukum lain seperti hasil-hasil  tulisan ilmu pengetahuan yang lama, notulen dari sidang rapat, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.95cm; text-indent: -0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Pancasila Sebagai Sumber Hukum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Dalam Tap MPR No. V/MPR/1973 tentang Peninjauan Produk-Produk yang  Berupa ketetapan-Ketetapan MPRS RI jo. Ketetapan MPR No.IX/MPR/1978  tentang perlunya penyempurnaan yang termaktub dalam pasal 3 Tap MPR No.  V/MPR/1973, Pancasila Dinyatakan Sebagai Sumber Dari Segala Sumber  Hukum”. Yang artinya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup, kesadaran  dan cita-cita hukum serta cita-cita mengenai kemerdekaan individu,  kemerdekaan bangsa, prikemanusiaan, keadilan sosial, perdamaian nasional  dan mondial, cita-cita politik mengenai sifat, bentuk-bentuk dan tujuan  negara, cita-cita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan  sebagai pengejawantahan dari Budi Nurani Manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Dalam Tap MPRS No. XX/MPR/1966, bahwa Pancasila itu mewujudkan dirinya dalam:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Yang dimaksud adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Dekrit 5 Juli 1959&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Suatu keputusan Presiden RI, yang isinya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Pembubaran Konstituante&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Pembentukan MPRS dan DPAS)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Undang-Undang Dasar Proklamasi, dan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Adalah UUD 1945 yang terdiri dari Pembukaan / Preambule, batang Tubuh dan Penutup.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;d.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Serat Perintah 11 Maret 1966.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (Berisi perintah kepada Letnan Jendral Soeharto, Mentri/Panglima AD, untuk dan atas nama Presiden/Panglima Tertinggi ABRI.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.95cm; text-indent: -0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;C.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Sumber hukum dalam Arti Formal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Sumber-sumber hukum dalam arti formal diperhitungkan terutama “bentuk  tempat hukum itu dibuat menjadi positif oleh instansi Pemerintahan yang  berwenang”. Dalam arti, bentuk wadah suatu badan pemerintahan tententu  dapat meciptakan badan hukum. Sumber Hukum (formal) di Indonesia, diatur  dalam MPRS No.XX/MPR/1966, berarti UUD 1945, Tap MPR, UU &amp;amp; PP  sebagai Pengganti UU (Perpu), PP, Keppres, Inpres, Permen, serta  Instruksi Mentri &amp;amp; Surat Mentri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;Skema Sumber Hukum Administrasi (dalam arti formal)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;(norma baerjenjang: gelede of getrapt normstelling)&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;dd&gt;  &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" rules="cols" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="458"&gt;   &lt;colgroup&gt;&lt;col width="109"&gt;   &lt;col width="30"&gt;   &lt;col width="42"&gt;   &lt;col width="33"&gt;   &lt;col width="172"&gt;   &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td height="25" valign="top" width="109"&gt;      &lt;p style="margin-bottom: 0.49cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;UUD      1945&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="margin-top: 0.49cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tap MPR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td colspan="4" width="319"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" height="12" valign="top" width="154"&gt;      &lt;p align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;UU / Perpu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" width="275"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="3" height="16" valign="top" width="210"&gt;      &lt;p align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PP&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td colspan="2" width="219"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="4" height="9" valign="top" width="257"&gt;      &lt;p align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Keppres&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td width="172"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;   &lt;tbody&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="5" height="26" valign="top" width="443"&gt;      &lt;p style="margin-bottom: 0.49cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Peraturan      pelaksanaan Bawahan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="margin-top: 0.49cm;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Keputusan      Tata Usaha Negara: norma penutup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;  &lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.27cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;PENJELASAN&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;UUD 1945&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada  tanggal 18 Agustus 1945. UUD ini berlaku hingga 27 Desember 1949, saat  berlakunya Konstitusi RIS. Setelah itu UUD 1945 hanya berlaku di negara  bagian RI. Namun Konstitusi RIS hanya berlaku selama 8 bulan, karena  mayoritas rakyat daerah-daerah bagian tidak menghendaki bentuk negara  serikat. Untuk itu, akhirnya ditetapkanlah UU Federal No.7 Tahun 1950.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Meski UUD 1945 hanya terdiri dari 37 Pasal, tetapi didalamnya telah  diatur hal-hal mendasar dalam berbagai bidang kehidupan. Oleh karena  itu, ia semacam “streefgrondwet”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Tap MPR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Tap MPR ini merupakan putusan majelis yang yang mempunyai kekuatan  hukum mengikat ke luar dan ke dalam MPR. Dan memiliki arti penting di  bidang hukum. Bentuk Tap MPR ini pertama kali keluar pada 1960, yaitu  Ketetapan MPRS RI No.1/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik RI sebagai  GBHN. Berdasarkan Tap MPRS No.XX/MPRS/1966 (lampiran) bentuk putusan  (peraturan) MPR ini memuat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Garis-garis besar dalam bidang legislatif yang dilaksanakan dengan UU.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Garis-garis besar dalam bidang eksekutif yang dilaksanakan dengan Keputusan Presiden.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Hal ini juga berarti, Ketetapan MPR di satu pihak dapat dilaksanakan dengan Keputusan Presiden.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;UU / Perpu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Undang-undang adalah produk legislatif presiden (pemerintah) bersama  DPR. Untuk Perpu, harus mendapat persetujuan dari DPR dalam persidangan.  Inisiatif mengajukan usul Rancangan UU dapat berasal dari Presiden  maupun DPR. Namun, dalam hal-hal yang sifatnya memaksa, Presiden berhak  menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang (Perpu)  yang sama derajatnya dengan UU. Perbedaannya hanyalah bahw Perpu hanya  dibuat oleh Presiden saja, sedang DPR tidak dilibatkan. Dan Perpu itu  hanya dibuat jika negara dalam keadaan darurat saja. Namun, jika suatu  Perpu tidak mendapat persetujuan DPR, Perpu itu harus dicabut dan akibat  hukum yang timbul harus diatur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;PP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Dalam Pasal 5 ayat (2) UUD 1945, ditentukan bahwa PP dibuat dan  dikeluarkan oleh Presiden untuk melaksankan UU. PP memuat aturan-aturan  yang sifatnya umum. MA dalam pemeriksaan tingkat kasasi berwenang untuk  menyatakan tidak sah, dengan alasan kerena PP tersebut bertentangan  dengan PP yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keppres&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Keppres dikeluarkan oleh Presiden, berbeda dengan PP, Keppres ini  memuat keputusan yang bersifat khusus (einmalig). Seperti diatur dalam  Tap MPR No.XX/MPRS/1966. dalam prakteknya, ada tiga macam Keppres,  yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keppres yang berisi pengangklatan seseorang menjadi Mentri atau menjadi Duta Besar atau Guru Besar atau Dirjen suatu Departemen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keppres yang berisi pemberian tunjangan kepada pejabat negara tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keputusan Presiden yang mengatur hal-hal tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Peraturan Pelaksanaan Bawahan Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Peraturan Pelaksanaan Bawahan lainnya, seperti:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Peraturan Mentri dan Surat Keputusan Mentri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Adalah peraturan yang dikeluarkan oleh seorang Mentri, yang berisikan  ketentuan-ketentuan tentang bidang tugasnya. Selain itu masih ada Surat  Keputusan Mentri (keputusan Mentri yang sifatnya khusus mengenai masalah  tertentu di bidang tugasnya), Surat Keputusan Bersama (dibuat oleh  beberapa Mentri), Instruksi Mentri dan Surat Mentri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang menganut sistem  Desentralisasi, yang terbagi-nagi dalam daerah-daerah otonom. Perda  dapat memuat Ketentuan tentang ancaman pidana kurungan selama-lamanya 6  bulan atau denda sebanyak-banyaknya lima puluh ribu rupiah, dengan atau  tidak dengan merampas barang tertentu untuk negara. Perda ditangani oleh  Kepala Daerah dan ditanda tangani serta oleh Ketua Dewan Perwkilan  Rakyat Daerah. Selain itu ada juga Keputusan Kepala Daerah yang  ditetapkan untuk melaksanakan Perda atau Urusan-urusan dalam rangka  tugas pembantuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Hukum Tidak Tertulis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Adalah hkum yang tidak dibentuk oleh sebuah badan legislatif  (unstatutory law), yaitu hukum yang hidup sebagai konvensi di  badan-badan hukum negara, hukum yang timbul karena putusan hakim, dan  hukum kebiasaan yang hidup di dalam masyarakat. Singkatnya adalah “Hukum  Adat” yang dipakai dalam ilmu pengetahuan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 2.54cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Hukum Internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Adalah keseluruhan kaedah-kaedah dan asas-asas yang mengatur hubungan  atau persoalan yang melintasi batas-batas negara, yaitu antar  negara-negara, atau antar negara denga subyek hukum bukan negara satu  sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keputusan Tata Usaha Negara (administratieve beschikking): norma penutup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Keputusan ini dibuat baik untuk menyelenggarakan hubungan dalam  lingkungan alat-alat perlengkapan negara yang membuatnya dengan seorang  partikelir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Doktrin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.91cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Adalah pendapat pendapat para pakar dalam bidangnya amsing-masing yang  berpengaruh. Pendapat ini sering digunakan sebagai sumber dalam  pengambilan keputusan, terutama oleh para hakim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.95cm; text-indent: -0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;D.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Sumber Hukum dalam Pengertian Sosiologis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Sumber-sumber hukum dalam artian sosiologis merupakan lapangan  pekerjaan bagi seorang sosiolog hukum. Namun penelaahan sumber-sumber  hukum juga dapat relevan bagi seseorang yang mempelajari hukum dalam  sisi yang formal yang akhir-akhir ini sering dibandingkan dengan  sumber-sumber sosiologis hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Macam-macam faktor sosiologis, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.59cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Situasi sosial-ekonomis menetukan isi perundang-undangan dalam bidang-bidang harga, hubungan tenaga kerja, penggajian, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.59cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Hubungan-hubungan  politik dalam corak penting dalam menentukan apakah suatu tugas umum  tertentu dilakukan oleh provinsi atau kota praja atau oleh pemerintah  pusat atau badan-badan swasta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.95cm; text-indent: -0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;E.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Sumber Hukum dalam Pengertian Sejarah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.32cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Dalam arti sejarah, istilah sumber memiliki dua makna:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.59cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sebagai sumber pengenal dari hukum yang berlaku pada suatu saat tertentu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 1.59cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sebagai sumber tempat asal pembuat UU yang menggalinya dalam sistem suatu aturan menurut UU.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Menurut para sejarawan hukum, hal yang paling penting adalah sumber  pertama., yaitu dokumen-dokumen resmi kuno, buku-buku ilmiah,  majalah-majalah, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.95cm; text-indent: -0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="center"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; text-indent: 1.27cm; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0.42cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 100%;font-family:times new roman;" lang="en"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 6.35cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;font-family:times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.95cm; text-indent: -0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; font-family:times new roman;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (BESCHIKKING)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-left: 0.95cm; text-indent: -0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Ciri- Ciri Keputusan Tata Usaha Negara/Keputusan Administratif&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Keputusan administratif dalam praktiknya tampak dalam bentuk  keputusan-keputusan yang sangat berbeda namun memiliki ciri-ciri yang  sama. Keputusan ini diperlukan untuk dapat mengenal dalam praktek  keputusan-keputusan/tindakan-tindakan tertentu sebagai keputusan  administratif karena hukum positif mengikatkan akibat-akibat hukum  tertentu pada keputusan-keputusan tersebut, contohnya suatu penyelesaian  hukum melalui hakim tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Dalam praktek pemerintahan di Indonesia bentuk keputusan tata usaha  negara diantaranya : SK Pengangkatan pegawai, Akte Kelahiran, Surat Izin  Mengemudi (SIM),dll. Dalam rangkaian norma hukum, keputusan tata usaha  negara merupakan norma tertutup. Sebagai contoh dapat dikemukakan  tentang izin mendirikan bangunan. Dengan adanya perda tentang bangunan,  seseorang tidak dibenarkan mendirikan bangunan tanpa adanya izin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Apabila kita melihat dampak suatu keputusan terhadap orang, maka kita dapat melakukan pembagian sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;u&gt;Keputusan dalam rangka ketentuan larangan atau perintah.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sistemnya  adalah bahwa Undang-Undang melarang suatu tindakan tertentu atau  tindakan-tindakan tertentu yang saling berhubungan. Terdapat bentuk  hukum dalam keputusan ini yaitu &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;dispensasi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;konsesi. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Dispensasi  berbicara tentang larangan dalam Undang-Undang yang bersangkutan memang  secara tegas dimaksudkan sebagai larangan dan kekecualian saja yang  dapat memberikan kebebasan. Konsesi berarti kepentingan umum justru  menuntut kegiatan-kegiatan dari si penerima konsesi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;u&gt;Keputusan yang menyediakan sejumlah uang.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Subsidi yang diberikan atau dikeluarkan oleh penguasa karena penguasa  ingin melancarkan kegiatan-kegiatan masyarakat tertentu. Contohnya di  Belanda, orang-orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka,  mempunyai hak atas suatu pembayaran tunjangan berdasarkan Algemene  Bijstandswet (Undang-Undang Bantuan Umum) juga berbagai asuransi sosial  dan asuransi rakyat memberikan hak atas tunjangan dalam keadaan  tertentu. Selanjutnya Undang-Undang Tata Ruang Belanda dapat memberikan  hak atas pemberian ganti rugi kepada orang yang menderita kerugian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;u&gt;Keputusan yang membebankan suatu kewajiban keuangan.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Sebagai contoh yang paling penting adalah penetapan pajak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;u&gt;Keputusan yang memberikan suatu kedudukan.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Diartikan sebagai keputusan-keputusan yang menyebabkan dapat  diperlakukannya beberapa peraturan yang saling berkaitan bagi seseorang  tertentu atau suatu denda tertentu. Misalnya, pengangkatan seorang  pegawai negeri dalam arti dari Undang-Undang Kepegawaian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;e)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;u&gt;Keputusan penyitaan&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Suatu organ penguasa melalui jalan hukumpublik dapat menadakan  penyitaan atas barang-barang dari warga atau untuk digunakan demi  kepentingan umum,dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  Ada juga pembagian-pembagian lain karena saling berkaitan antara akibat  hukum tertentu dimana ada kewenangan untuk menarik kembali atau membuat  peraturan, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keputusan yang bebas dan yang terikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keputusan yang memberi keuntungan dan yang memberi beban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;font-family:times new roman;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keputusan yang seketika akan berakhir dan yang berjalan lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%; font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Keputusan yang bersifat perorangan dan yang bersifat kebendaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%; font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0cm; line-height: 200%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;sumber : http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/01/administrasi-negara.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-7683427544131508861?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/7683427544131508861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-administrasi-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/7683427544131508861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/7683427544131508861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-administrasi-negara.html' title='MAKALAH ADMINISTRASI NEGARA'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-8621201003447435886</id><published>2011-01-07T03:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T03:05:09.455-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH HUKUM TATA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;BAB 1&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A   Latar Belakang&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Pembentukan  Mahkamah Konstitusi (MK) pada pokoknya  memang diperlukan karena bangsa  kita telah melakukan perubahan-perubahan yang mendasar stas dasar  undang-undang dasar 1945. Dalam rangka perubahan pertama sampai dengan  perubahan keempat UUD 1945. Bangsa itu telah mengadopsi prinsip-prinsip  baru dalam system ketenegaraan, yaitu antara lain dengan adanya system  prinsip “Pemisahan kekuasaan dan cheeks and balance” sebagai pengganti  system supremasi parlemen yang berlaku sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;          Sebagai akibat perubahan tersebut, maka perlu diadakan  mekanisme untuk memutuskan sengketa kewenangan yang mungkin terjadi  antara lembaga-lembaga yang mempunyai kedudukan yang satu sama lain  bersifat sederajat, yang kewenanganya ditentukan dalam Undang-Undang  Dasar serta perlu dilembagakannya peranan hukum dan hakim yang dapat  mengontrol proses dan produk keputusan-keputusan politik yang hanya  mendasarkan diri pada prinsip, The Rule of Majority”.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;          Karena itu, fungsi-fungsi Judicial Review atas  konstitusionalitas Undang-Undang dan proses pengujian hukum atas  tuntutan pemberhentian terhadap Presiden dan / Wakil Preseiden dikaitkan  dengan fungsi MK. Disamping itu juga diperlukan adanya mekanisme untuk  memutuskan berbagai persengketaan yang timbul dan tidak dapat  diseleseaikan melalui proses peradilan yang biasa, seperti sengketa  Pemilu dan tuntutan pembubaran suatu partai politik. Perkara-perkara  semacam ini berkaitan erat dengan hak dan kebebasan para warganegara  dalam dinamika system politik demokratis yang dijamin oleh UUD 1945.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt;B.  Tujuan Penulisan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pada mata  kuliah Hukum Tata Negara serta agar ingin lebih megkaji dan memahami  tentang Hukum Tata Negara  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt;C.  Rumusan Masalah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       1. Apakah yang dimaksud dengan Mahkamah Konstitusi ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       2.  Apa saja Kewenangan dan Hak Mahkamah Konstitusi ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       3.  Bagaimana Tanggung Jawab dan Akuntabilitas Mahkamah Konstitusi ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt;D.  Sistematika Penulisan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;         -  Bab I    merupakan bab pendahuluan yang berisi latar belakang,  tujuan      &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;            penulisan, rumusan masalah, dan sistematika penulisan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: -1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;         -  Bab II  merupakan bab Pembahasan yang merupakan esensi dari isi makalah  tersebut ini&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.85cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; -   Bab III  adalah merupakan bab peutup yang berisikan kesimpulan dan saran.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="center"&gt;BAB II&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="center"&gt;PEMBAHASAN&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;2.1  Pengertian MK &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Dalam Undang-Undang dijelaskan bahwa:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Mahkamah   Konstitusi adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman sebagaimana    dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun   1945.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Dewan   Perwakilan Rakyat yang selanjutnya disebut DPR adalah Dewan   Perwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar  Negara  Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Permohonan  adalah permohonan yang diatur secara tertulis kepada Mahkamah  Konstitusi mengenai :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Pengujian   undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik     Indonesia Tahun 1945.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sengketa   kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diatur oleh   Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Pembubaran   partai politik.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Perselisihan    tentang hasil pemilihan umum, atau pendapat DPR bahwa Presiden dan   /  Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa    pengkhianatan  terhadap Negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana    berat lainnya, atau perbuatan tercela, dan / atau tidak lagi   memenuhi  syarat sebagai Presiden dan/ atau Wakil Presiden   sebagaimana dimaksud  dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun   1945.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kewenangan   dan Hak MK&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kewajiban dan kewenangan Mahkamah  Konstitusi adalah :  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;1.Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusnya bersifat final untuk:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Menguji  Undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Memutus  sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh  UUD 1945&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Memutuskan  pembubaran partai politik, dan   &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Memutuskan  perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Wajib   memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai  dugaan  pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD  1945&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;2.  mahkamah Knstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa  Presiden dan Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum  beruppa pengkhiyanatan terhadap Negara, penyuapan, tindak pidana berat  lainnya, atau perbuatan tercela, dan /atau tidak lagi memenuhi syarat  sebagai Presiden dan / atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam  Undang-Undang Dasar Neagra Indonesia Tahunjh 1945.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;3.Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;           a. Pengkhianatan terhadap Negara adalah tindak pidana terhadap  keamanan Negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;          b. Korupsi dan penyuapan adalah tindak pidana korupsi atau penyuapan sebagaiana diatur dalam Undang-Undang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;          c. Tindak pidana berat lainnya adalah tindak pidana yang diancam dengan pudana penjara 5 (lima ) tahun atau lebih  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;         d. Perbuatan yang tercela adalah perbuatan yang dapat merendahkan martabat Presiden  dan /atau Wakil Presiden  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;          e. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/ Wakil  Presiden adalah syarat sebagaimana ditentukan dalam pasal 6  Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Undang-Undang Dasar 1945 menentukan bahwa Mk mempunyai 4 Kewenangan Konstitusional yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Menguji  undang-undang terhadap UUD&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Memutuskan  sengketa kewenangan antara lembaga yang kewenangannya diberikan oleh  UUD.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Memutuskan sengketa  hasil pemilu&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Memutuskan  pembubaran partai politik   &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Sementara kewajiban Konstitusi MK adalah memutuskan pendapat DPR  bahwa Presiden dan/ atau Wakil Presiden telah bersalah melakukan  pelanggaran hukum ataupun tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai  Presiden dan/ atau Wakil Presiden seperti yang dimaksud dalam UUD 1945.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Tanpa harus mengecilkan arti kewenangan lainnya dan apalagi tidak  cukup ruang untuk membahasnya dalam makalah singkat ini, maka dari  keempat kewenangan dan satu kewajiban konstitusional tersebut, yang  dapat dikatakan paling banyak mendapat sorotan di dunia ilmu pengetahuan  adalah pengujian atas &lt;i&gt;Konstitusionalitas.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Tanggung   Jawab dan akuntabilitas MK&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.74cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  Mahkamah Konstitusi bertanggung jawab mengatur organoisasi, personalia,  administrasi, dan keuangan sesuai dengan prinsip pemerintahan yang baik  dan bersih.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.74cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Mahkamah Konstitusi wajib mengumumkan laporan berkala kepada masyarakat secara terbuka mengenai :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Permohonan  yang terdaftar, diperiksa, dan diputuskan.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Pengelolaan  keuangan dan tugas administrasi Negara lainnya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 1.38cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Laporan sebagaimana dimaksud diatas dimuat dalam berita berkala yang diterbitkan oleh Mahkamah Konstitusi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Hakim Konstitusi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Hakim Konstitusi harus mempunyai syarat sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Memiliki  integritas dan kepribadian yang tidak tercela&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Adil,  dan   &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Negarawan  yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Untuk dapat diangkat menjadi hakim konstitusi seorang calon harus memenuhi syarat diantaranya :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Warga  Negara Indonesia&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Berpendidikan  sarjana hukum&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Berusia  sekurang-kurangnya 40 tahun pada saat pengangkatan&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Tidak   pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang   lebih memperoleh kekuatan hukum tetap karena tidak melakukan tindak   pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih  ;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Tidak  sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan ; dan   &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Mempunyai  pengalaman kerja dibidang hukum sekurang-kurangnya 10 (sepuluh)  tahun&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  Presiden. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh Mahkamah  Agung. 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat , dan tiga orang oleh  Presiden.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Masa jabatan Konstitusi adalah 5 tahun, dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Hakim Konstitusi  Periode 2003-2008 adalah :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 1. Jimly Asshiddiqie&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 2. Mohammad Laela Marzuki&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 3. Abdul Muktie Fadjar&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 4. Achmad Roestandi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 5. H.A.S. Natabaya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 6. Harjono&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 7. I Dewa Gede Palguna&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 8. Maruarar Siahaan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; 9. Soedarsono&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sejarah MK&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Sejarah berdirinya lembaga Mahkamah Konstitusi diawali dengan  Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam pasal 24 ayat (2), pasal 24C, dan pasal  7B yang disahkan pada 9 November 2001. Ssetelah disahkannya Perubahan  Ketiga UUD 1945, maka dalam rangka menunggu pembentukan  Mahkamah  Konstitusi, MPR menetapkan  Mahkamah Agung menjalankan fungsi MK untuk  sebagaimana diatur dalam pasal III aturan peralihan  UUD 1945 hasil  perubahan Keempat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan Undang-Undang  tantang Mahkamah Konstitusi. Setelah melalui pembahasan  mendalam , DPR  dan Pemerintah menyetujui secara bersama Undang-Undang Nomor 24 Tahun  2003 tentang mahkamah Konstitusi pada 13 agustus 2003 dan disahkan oleh  Presiden pada hari itu. Dua hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 2003,  Presiden mengambil sumpah jabatan para hakim konstitusi diistana Negara  pada tanggal 16 agustus 2003.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.38cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Ketua Mahkamah Konstitusi RI yang pertama adalah Prof. dr . jimli  Asshiddiqie SH. Guru Besar hukum tata Negara Unoversitas Indonesia  kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antara anggota  hukum Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Perbandingan MK dengan Negara lain&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Sejarah pengujian (judicial review) dapat dikatakan dimulai sejak  kasus Marbury versus Madison ketika Mahkamah Agung Amerika Serikat yang  dipimpin oleh Marsall pada tahun 1803. sejak itu, ide penguji UU menjadi  popular dan secara luas didiskusikan dimana-mana. Ide ini juga  mempengaruhi sehingga “ The Fouding Fathers “ Indonesi dalam siding  BPUPKI tanggal 15 juli 1945 mendiskusikannya secara mendalam.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Muhammad Yamin yang pertama sekali mengusulkan agar Mahkamah Agung  diberikan kewenangan untuk “ …membandingkan UU…” demikian setelah itu.  Akan tetapi ide ini ditolak oleh Soepomo karena dinilai tidak sesuai  dengan paradigma yang telah disepakati dalam rangka penyusunan UUD 1945,  yaitu bahwa UUD Indonesia menganut system supremasi MPR dan tidak  menganut ajaran  “ trias politica “, sehingga tidak memungkinkan ide  pengujian UU dapat diadopsikan kedalam UUD 1945.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;        Namun sekarang setelah UUD 1945 mengalami perubahan 4 kali  paradigma pemikiran yang terkandung didalamnya jelas sudah berubah  secara mendasar. Sekarang, UUD 1945 tidak lagi mengenal prinsip  supremasi parlemen seperti sebelumnya, jika sebelumnya MPR dianggap  sebagai pelaku kedaulatan rakyat sepenhnya dan sebagai penjelmaan  seluruh rakyat yang mempunyai kedudukan tertinggi dan dengan kekuasaan  yang tidak terbatas, maka sekarang setelah perubahan keempat UUD 1945,  MPR itu bukan lagi lembaga satu-satunya sebagai pelaku kedaulatan  rakyat. Karena Presiden dan/ atau Wakil Presiden dipilih secara langsung  oleh rakyat maka disamping MPR, DPR, dan DPD sebagai pelaku kedaulatan  rakyat dibidang legislative.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;           &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Bahkan seperti itu juga terjadi disemua Negara-negara lain yang  sebelumnya menganut system supremasi parlemen dan kemudian berubah  menjadi Negara demokrasi, fungsi pengujian UU ditambah fungsi-fungsi  lainnya itu selalu dilembagakan kedalam fungsi lembaga Mahkamah  Konstitusi yang berdiri sendiri diluar Mahkamah Agung. Kecenderungan  seperti ini dapat dilihat disemua Negara eks komunis yang sebelumnya  menganut prinsip supremasi parlemen lalu kemudian berubah menjadi  demokrasi, selalu membentuk MK yang berdiri sensiri diluar MA  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Ada beberapa jenis lembaga Mahkamah Konstitusi yang berbeda dari  Negara yang satu dengan yang lainnya. Seperti nagara Venezuela dimana  Mahkamah Konstitusinya berada dalam Mahkamah Agung. Ada pula Negara yang  tidak membentuk lembaganya sendiri, melainkan menganggapnya cukup  mengaitkan fungsi mahkamah ini sebagai salah satu fungsi tambahan dari  fungsi Mahkamah Agung yang telah ada. Amerika serikat dan semua Negara  yang dipengaruhinya menganut pandangan seperti ini juga.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Akan tetapi, sampai sekarang diseluruh dunia terdapat 78 negara  yang melembagakan bentuk-bentuk organ konstitusi ini sebagai  lembagatersendiri diluar lembaga Mahkamah Agung. Negara pertama yang  tercatat mempelopori pembentukan lembaga baru ini adalah Austria tahun  1920, dan terakhir adalah Thailand tahun 1998  dan selanjutnya Indonesia  yang menjadi Negara ke-78 yang membentuk lembaga baru ini diluar  Mahkamah Agung.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Namun, diantara ke-78 negara itu tidak semua menyebutkan dengan  Mahkamah Konstitusi. Negara-Negara yang dipengaruhi oleh Prancis  menyebutnya Dewan Konstitusi, sementara Belgia menyebutnya Arbitrase  Konstitusional. Orang-orang Prancis cenderung  demikian , karena lembaga  ini tidak menganggap sebagai peradilan dalam arti Lazim. Karena itu  para anggotanya tidak disebut Hakim. Terlepas dari perbedaan ini, yang  jelas di 78 negara itu, Mahkamah Konstitusi dilembagakan tersendiri  diluar Mahkamah Agung.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Kedua nilai ini perlu dipisahkan karena pada hakikatnya keduanya memang berbeda. Mahkamah Agung lebih merupakan  “ &lt;i&gt;Pengadilan Keadilan&lt;/i&gt; “ Sedangkan Mahkamah Konstitusi l;ebih berkenaan dengan  “ &lt;i&gt;Lembaga Peradilan&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Hukum&lt;/i&gt;“.  Memang tidak dapat dibedakan seratus persen dan mutlak sebagai  “ &lt;i&gt;Court of Justice versus Court of Law “ &lt;/i&gt;  yang sering didiskusikan sebelimnya .&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       DPR dan pemerintah membuat rancangan  Undang-Undang tentang  Mahkamh Konstitusi. Setelah melalui pembahasan mendalam kemudian  menyetujui  Undang-Undang tersebut, ketua Mahkamah Konstitusi  RI yang  pertama Guu Besar Hukum Tata Negara Universitas  Indonesia terpilih  dalam rapat internal antar anggota hakim  Mahkamah Konstitusi  pada  tanggal 19 Agustus 2003 dan menjadi orang pertama dalam Mahkamah  Konstitusi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Awalnya semua kegiatan diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi  sehingga Mahkamah Agung dapat berkonsentrasi menangani perkara-perkara  yang diharapkan dapat mewujudkan suatu rasa keadilan bagi setiap warga  negaranya. Akan tetapi, Nyatanya UUDE 1945 tetap memberikan kewenangan  pengujian terhadap peraturan dibawah UU kepada Mahkamah Agung. Dipihak  lain, Mahkamah Konstitusi diberi tugas dan kewajiban memutuskan dan  membuktikan unsur-unsur kesalahan dan tanggung jawab Pidana Presiden  dan/ atau Wakil Presiden yang menurut pendapat DPR telah melakukan  pelanggaran hukum menurut UUD&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      seperti sengketa Pemilu dan tuntutan pembubaran suatu partai  politik. Perkara-perkara semacam ini berkaitan erat dengan hak dan  kebebasan para warganegara dalam dinamika system politik demokratis yang  dijamin oleh UUD 1945. Karena itu, fungsi-fungsi penyelesaian sengketa  atas hasil pemilihan umum dan pembubaran partai politik juga dikaitkan  dengan kewenangan, melainkan menganggapnya cukup mengaitkan fungsi  mahkamah ini sebagai salah satu fungsi tambahan dari fungsi Mahkamah  Agung yang telah ada. Amerika serikat dan semua Negara yang  dipengaruhinya menganut pandangan seperti ini juga.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="center"&gt;BAB III&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="center"&gt;PENUTUP&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;3.1 Simpulan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;           Salah satu produk informasi ketatanegaraan yang kita bangun  setelah perubahan pertama  (1999),  kedua  (2000),  ketiga  (2001),  dan   keempat  (2002),  UUD 1945 adalah dibentuknya MK yang kedudukannya  sederajat dengan dan diluar Mahkamah Agung  (MA).  MK dibentuk dengan  maksud mengawal dan menjaga agar konstitusi sebagai Hukum tertinggi (the  supreme law of the land )  benar-benar dijalankan atau ditegakan dalam  penyelenggaran kehidupan kenegaraan sesuai dengan prinsip-prinsip negara  Hukum modern,  dimana Hukumlah yang menjadi factor bagi penentu bagi  keseluruhan dinamika kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu  bangsa.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Saran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;       Berdasarkan hal tersebut diatas sudahlah pasti Mahkamah Konstitusi  merupakan salah satu Mahkamah yang paling tinggi bersama Mahkamah Agung  , Mahkamah Agung hanya memperhubungkan dengan Undang-Undang, dan  Peraturan Daerah, sedangkan Mahkamah Konstitusi (Judicial review)  menempatkan UUD 1945, Undang-undang, yang mengkaji Undang-undang  dengan  UUD 1945. Agar maksud tersebut bisa dicanangkan maka hendaklah  pemerintah seperti Presiden dan/ atau Wakil Presiden tidak melakukan  hal-hal yang membuat kesalahan yang tidak bertanggung jawab karena  Mahkamah Konstitusi akan menindak tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;sumber :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-8621201003447435886?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/8621201003447435886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-hukum-tata-negara-mahkamah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/8621201003447435886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/8621201003447435886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-hukum-tata-negara-mahkamah.html' title='MAKALAH HUKUM TATA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-6655388580314374842</id><published>2011-01-07T03:02:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T03:04:17.571-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH Hukum Administrasi Negara</title><content type='html'>&lt;b&gt;AB I&lt;/b&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;I.I Latar Belakang &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Berdasarkan perspektif ilmu hukum administrasi, ada dua jenis hukum administrasi, yaitu pertama,hukum administrasi umum (&lt;i&gt;allgemeem deel&lt;/i&gt;)  , Yakni berkenaan dengan teori-teori dan prinsip-prinsip yang berlaku  untuk semua bidang hukum administrasi,tidak terikat pada bidang-bidang  tertentu , kedua hukum administrasi khusus (bijzonder deel) , yakni  hukum-hukum yang terkait dengan bidang-bidang pemerintahan tertentu  seperti hukum lingkungan, hukum tata ruang , hukum kesehatan dan  sebagainya. Sekilas Tentang Negara Hukum. Pemikiran atau konsepsi  manusia tentang Negara hukum juga lahir dan berkembang dalam situasi  kesejarahan. Oleh karena itu , meskipun konsep Negara hukum dianggap  sebagai konsep universal. Secara embrionik, gagasan Negara hukum telah  dikemukakan oleh plato.Ada tiga unsur dari pemerintah yang berkonstitusi  yaitu peratama, pemerintah dilaksanakan untuk kepentingan umum; kedua  pemerintah dilaksanakan menurut hukum yang berdasarkan pada  ketentuan-ketentuan umum,bukan yang dibuat secara sewenang-wenang yang  menyampingkan konvensi dan konstitusi; ketiga, pemerintah berkonstitusi  berarti pemerintah yang dilaksanakan atas kehendak rakyat,bukan berupa  paksaan – tekanan yang dilaksanakan pemerintah despotik.Dalam kaitannya  dengan konstitusi  bahwa konstitusi meupakan penyusunan jabatan dalam  suatu Negara dan menentukan apa yang dimaksudkan dengan badan  pemerintahan dan apa akhir dari setiap masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;I.2 Tujuan Penulisan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;        Karya ilmiah ini dibuat untuk meamenuhi salah satu tugas pada  mata kuliah Hukum Administrasi Negara pada fakultas hukum di universitas  sultan ageng tirtayasa dan ingin lebih mengetahui dan mengkaji ilmu  Hukum Administrasi Negara tentang  Negara Hukum Dan Hukum Administrasi  Negara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;I.3 Rumusan Masalah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;     1.Apa yang dimaksud dengan Negara hukum ?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;     2.Apakah Dasar Teoritis Negara Hukum ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;     3.Bagaimanakah  ruang Lingkup Negara Hukum ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;1.4 Sistematika Penulisan  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;     Didalam makalah ini, terdapat sistematika penulisan makalah yang dirinci sebagai&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 2.86cm; text-indent: -2.86cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;       BAB I :  Pendahuluan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;                    &lt;b&gt;.&lt;/b&gt;Latar belakang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;masalah  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;                    .Rumusan masalah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;                    .Tujuan penulisan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;                    .Sistematika penulisa&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;      BAB II : Pembahasan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;      BAB III: Kesimpulan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;      DAFTAR PUSTAKA&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;2.1    Mengenai Negara Hukum&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Negara  Hukum Adalah Negara yang didalamnya terdapat berbagai aspek  peraturan-peraturan yang memang bersifat abstrak yaitu memaksa, dan  mempunyai sanksi yang tegas.Gagasan Negara hukum masih bersifat  samar-samar dan tenggelam dalam waktu yang sangat panjang, kemudian  muncul kembali secara lebih ekplisit pada abad ke-19,yaitu dengan  munculnya konsep &lt;i&gt;rechtsstaat &lt;/i&gt;  dari Freidrich Julius Stahl, yang diilhami oleh Immanuel Kant, unsur-unsur Negara hukum adalah:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      a. Perlindungan hak-hak Asasi Manusia  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      b. Pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak-hak itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      c. Pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      d. Peradilan administrasi dalam perselisihan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     Munculnya “unsur peradilan administrasi dalam perselisihan “ pada  konsep rechtsstaat menunjukan adanya hubungan histories antara Negara  Hukum Eropa Kontinental dengan Hukum Romawi. “Konsep rechtsstaat  bertumpu pada sistem hukum continental yang disebut “civil law” atau  “modern roman law”  Dalam perkembangannya konsepsi Negara hukum tersebut  kemudian mengalami penyempurnaan  diantaranya :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      1. sistem pemerintahan Negara yang didasarkan atas kedaulatan rakyat&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;      2. bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya harus berdasar   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;          atas hukum atau peraturan perundang-undangan,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      3. adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (Warga Negara)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      4. adanya pembagian kekuasaan dalam Negara         &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       5. adanya pengawasan dari badan-badan peradilan yang bebas dan  mandiri,arti                lembaga peradilan tersebut benar-benar tidak  memihak  dan tidak berada          &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      dibawah pengaruh eksekutif.,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     6. adanya peran yang nyata dari anggota-anggota masyarakat atau warga Negara untuk           &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;turut serta mengawasi perbuatan dan pelaksanaan  yang dilakukan oleh pemerintah   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       7. adanya system perekonomian yang dapat menjamin pembagian yang  merata    sumber daya yang diperlukan bagi kemakmuran warga  Negara.Perumusan unsur-unsur Negara hukum ini tidak terlepas dari  falsafah dan sosio politik yang melatar belakanginya, terutama pengaruh  falsafah  Individualisme, yang menempatkan individu  atau warga Negara  sebagai  &lt;i&gt;primus interpares&lt;/i&gt;  dalam kehidupan bernegara. Oleh  karena itu,unsur pembatasan kekuasaan Negara untuk melindungi hak-hak  individu menempati posisi yang signifikan. Semangat membatasi  kekuasaan  Negara ini semakin kental segera setelah lahirnya adagiyum yang begitu  popular dan Lord Acton, yaitu “&lt;i&gt;power tends to corrupt, but absolute power corruptabsolutely “ &lt;/i&gt;  (Manusia yang mempunyai kekuasaan cenderung untuk menyalahgunakan  kekuasaan itu, tetapi kekuasaan yang tidak terbatas (absolut) pasti akan  disalah gunakan  ). Model Negara hukum seperti ini berdasarkan catatan  sejarah  disebut dengan  demokrasi konstitusional, dengan cirri  pemerintah yang demokrtis adalah pemerintah yang terbatas kekuasaannya  dan tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya.  Dengan kata lain , esensi dari Negara berkonstitusi adalah perlindungan  terhadap hak-hak asasi manusia.Atas dasar itu  keberadaan konstitusi   dalam suatu Negara merupakan  &lt;i&gt;condition sine quanon&lt;/i&gt;  Negara dan  konstitusi  merupakan dua lembaga yang tidak dapat dipisahkan  satu  dengan yang lainnya, bila Negara hukum diidentikan dengan  keberadaan  konstitusi dalam suatu Negara  dalam abad ke-20 ini hampir tidak suatu  Negara pun yang menganggap suatu Negara modern tanpa menyebutkan  dirinnya “ Negara berdasar atas hukum “ Negara hukum identik dengan  Negara yang berkonstitusi  atau Negara yang menjadikan konstitusi  sebagai aturan main kehidupan kenegaraan, pemerintahan, dan  kemasyarakatan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;        Telah disebutkan bahwa pada dataran implementasi  Negara hukum  itu memiliki karakteristik dan model yang beragam. Terlepas dari  berbagai model Negara hukum tersebut , Budiono mencatat bahwa sejarah  pemikiran manusia mengenai politik dan hukum secara bertahap menuju  kearah kesimpulan, yaitu Negara merupakan Negara yang akan mewujudkan  harapan pada warga Negara  akan kehidupan yang tertib, adil, dan  sejahtera jika Negara itu bdiselenggarakan berdasarkan hukum sebagai  aturan main  Dalam Negara hukum, hukum menjadi aturan permainan untuk  mencapai cita-cita bersama sebagai kesepakatan politik. Hukum juga  menjadi aturan permainan untuk menyelesaikan segala macamperselisihan,  termasuk juga perselisihan politik dalam rangka mencapai kesepakatan  politik tadi. Dengan demikian, hukum tidak mengabdi kepada kepentingan  politik sectarian dan primordial, melainkan kepada cita-cita politik  dalam kerangka kenegaraan  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Negara Hukum Demokratis, Negara hukum bertumpu pada konstitusi  dan  peraturan perundang-undangan,dengan kedaulatan rakyat, yang dijalankan  melalui system demokrasi. Hubungan antara Negara hukum dan demokrasi  tidak dapat dipisahkan. Demokrasi tanpa pengaturan hukum akan kehilangan  bentuk dan arah, sedangkan hukum tanpa demokrasi akan kehilangan  makna.Demokrasi merupakan cara paling aman untuk mempertahankan kontrol  atas Negara hukum. Dengan demikian Negara hukum yang bertopeng pada  sistem demokrasi dapat disebut sebagai Negara hukum demokratis  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Prinsip-prinsip Negara hukum  &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;   Asas legalitas   &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Pembatasan  warga Negara (oleh pemerintah) harus ditemukan dasarnya dalam  undang-undang yang merupakan peraturan umum.Undang-undang secara umum  harus memberikan jaminan (terhadap warga Negara) dari tindakan  (pemerintah) yang sewenang-wenang , kolusi dan berbagai jenis tindakan  yang tidak benar  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;b.  Perlindungan hak-hak asasi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;c.  Pemerintah terikat pada hukum&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     Hukum harus dapat ditegakan ketika hukum itu dilanggar,pemerintah  harus menjamin bahwa ditengah masyarakat terdapat instrument yuridis  penegakan hukum,pemerintah dapat memaksa seseorang yang melanggar hukum  melalui sistem peradilan Negara, memaksakan hukum publik secara prinsip  merupakan tugas pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;d.   Pengawasan oleh hakim yang merdeka       &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Negara hukum secara sederhana adalah Negara yang menempatkan hukum  sebagai dasar kekuasaan Negara dan penyelenggaraan kekuasaan tersebut  dalam segala bentuknya dilakukan dibawah kekuasaan hukum.  Negara hukum  menentukan bahwa pemerintah harus tunduk pada hukum, bukannya hukum yang  harus tunduk pada pemerintah.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Dalam Negara hukum, hukum ditempatkan sebagai aturan main sebagai   dalam penyelenggaraan kenegaraan, pemerintah, dan kemasyarakatan,  sementara tujuan hukum itu sendiri antara lain :(diletakan untuk menata  masyarakat yang damai ,adil dan bermakna) Artinya sasaran dari Negara  hukum adalah terciptanya kegiatan kenegaraan pemerintahan dan  kemasyarakatan yang bertumpu pada keadilan,kedamaian dan kemanfaatan  atau kebermaknaan. Dalam Negara hukum, eksistensi hukum dijadikan  sebagai instrumen dalam menata kehidupan kenegaraan, pemerintahan dan  kemasyarakatan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Pentingnya pemencaran dan pemisahan kekuasaan inilah yang kemudian  melahirkan teori pemencaran kekuasaan atau pemisahan kekuasaan . Dengan  membaginya menjadi kekuasaan legislatif (membuat undang-undang),  kekuasaan eksekutif (melaksanakan undang-undang) dan kekuasaan federatif  (keamanan dan hubungan luar negri)  .Bahwa dalam suatu negara ada tiga  organ dan fungsi pemeritah yaitu legislatif,eksekutif, dan yudisial ,  Masing-masing organ ini harus dipisahkan karena memusatkan lebih dari  satu fungsi dari satu orang  atau organ pemerintahan merupakan ancaman   kebebasan individu. Seiring dengan perkembangan kenegaran dan  pemerintahan ajaran Negara hukum yang kini dianut oleh Negara-negara  didunia khususnya setelah perang dunia kedua adalah Negara kesejahteraan  (&lt;i&gt;welfar state&lt;/i&gt;) dalam bidang ekonomi yang melarang Negara dan  pemerintah mencampuri kehidupan ekonomi masyarakat . Akibat pembatasan  ini pemerintah atau administrasi negara menjadi pasif, sehingga sering  disebut Negara penjaga malam . Karena timbul adanya kerusuhan-kerusuhan  maka konsepsi Negara penjaga malam telah gagal dalam implementasinya  .Yang membuat negara mengalami kerugian yang mungkian bukan kerugian  materil  saja tetapi juga kerugian formil seluruhnya yang dapat  menyengsarakan suluruh rakyatnya , demikian pula Negara juga tidak akan  terkontrol dalam  mengatur segala bentuk-bentuk pemerintahannya dalam  kondisi seperti sekarang ini yang belum kondusif serta aman, damai dan  sejahtera  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Kegagalan  inilah yang membuat suatu negara terimplementasi yang menempatkan  pemerintah yang harus bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya dan  dapat mensejahterakan masyarakatnya kembali seperti sediakala lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     Kegagalan implementasi tersebut kemudian muncul gagasan &lt;i&gt;yang&lt;/i&gt;  menempatkan pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas  kesejahteraan rakyatnya , Ciri utama Negara ini adalah munculnya  kewajiban pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum  bagi warganya  .Dengan kata lain, ajaran  merupakan bentuk konkret yang membatasi peran  Negara dan pemerintah untuk mencampuri kehidupan ekonomi dan sosial  masyarakat yang menghendaki pemerintah dan Negara terlibat aktif  dalam  kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat, sebagai langkah untuk  mewujudkan kesejahteraan umum, disamping menjaga ketertiban dan keamanan  . sejak Negara turut serta secara aktif dalam pergaulan kemasyarakatan,  lapangan pekerjaan pemerintah semakin lama makin luas. Admimistrasi  Negara diserahi  kewajiban untuk menyelenggarakan kesejahteraan umum,  diberinya tugas itu yang khusus bagi administrasi Negara agar dapat  menjalankan tugas menyelenggarakan kesejahteraan rakyatnya,  penyelenggaraan pengajaran bagi semua warga Negara, dan sebaginya secara  baik, maka administrasi Negara memerlukan kemerdekaan  untuk dapat  bertindak atas inisiatif sendiri, terutama dalam penyelesaian  soal-soal  genting yang timbul dengan sekonyong-konyong dan yang peraturan  penyelenggaraan belum ada, yaitu belum dibuat oleh badan kenegaraan yang  diserahi fungsi legislatif.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Pemberian kewenangan pada Negara kepada administrasi Negara untuk  bertindak sebagai inisiatif itu lazim yaitu, suatu yang didalamnya  mengandung kewajiban dan kekuasaan yang luas.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Kewajiban  adalah tindakan yang harus dilakukan,sedangkan kekuasaan yang luas itu  menyiratkan adanya kebebasan memilih  melakukan atau tidak melakukan  tindakan. Dalam praktik, kewajiban dan kekuasaan berkaitan erat .Suatu  kebebasan yang diberikan kepada alat administrasi, yaitun kebebasan yang  pada asasnya memperkenankan alat administrasi Negara mengutamakan  keefektifan tercapainya suatu tujuan dari pada berpegang teguh kepada  ketentuan hukum.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;1. sumber-sumber hukum  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     a. sumber hukum materil adalah faktor-faktor masyarakat yang  mempengaruhi pembentukan hukum. Atau faktor-faktor yang ikut  mempengaruhi materi (isi) dari aturan-aturan hukum. Atau tempat dari  mana matri hukum itun diambil.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     b.  sumber hukum formil adalah berbagai bentuk aturan hukum yang ada  , sumber hukum formal diartikan juga sebagai tempat atau sumber dari  mana suatu peraturan memperoleh kekuatan hukum. Ini berkaitan dengan  bentuk atau cara yang menyebabkan peraturan hukum itu formal berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;2.2 Dasar Teoritis Negara Hukum&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Pemikiran atau konsepsi manusia merupakan anak jaman yang lahir  dan berkembang dalam situasi kesejarahan dengan berbagai pengaruhnya.  Pemikiran atau konsepsi manusia tentang Negara hukum juga lahir dan  berkembang dalam situai kesejarahan, “Pada babak sejarah sekarang, sukar  untuk membayangkan Negara tidak sebagai Negara hukum. Setiap Negara  yang tidak mau dikucilkan dari pergaulan masyarakat internasional  menjelang abad XXI paling sedikit secara formal akan memaklumkan  dirinya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     Negara Hukum Demokratis&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sebagaimana  disebutkan di atas dalam sistem demokrasi penyelenggaraan Negara itu  harus bertumpu pada partisipasi dan kepentingan rakyat Implementasi  Negara hukum itu harus ditopang dengan sistem demokrasi. Hubungan antara  Negara hukum dan demokrasi dapat dipisahkan. Demokrasi tanpa pengaturan  hukum akan kehilangan bentuk dan arah, sedangkan hukum tanpa demokrasi  akan akan kehilangan makna.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Tugas-tugas Pemerintah dalam Negara Hukum Modern&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Pentingnya  pemencaran dan pemisahan kekuasaan inilah yang kemudian melahirkan  teori pemencaran kekuasaan atau pemisahan kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Mengawali  pengantar hukum administrasi Negara secara umum berupaya untuk memahami  konsep tertentu, pertama-tama kita batasi pada term ‘hukum administrasi  negara’ (Apa isi bagian hukum itu?) Kita dapat menempatkan bahwa hukum  administrasi Negara merupakan bagian dari hukum publik…Hukum  administrasi Negara dapat dijelaskan sebagai peraturan-peraturan  (dari  hukum publik) yang berkenaan dengan pemerintahan umum.(Untuk menemukan  definisi yang baik mengenai istilah ‘hukum adminisrasi negara’,  pertama-tama harus ditetapkan bahwa hukum administrasi Negara merupakan  bagian dari hukum publik, yakni hukum yang mengatur tindakan pemerintah  dan mengatur hubungan antara pemerintah dan mengatur hubungan antara  pemerintah dengan  warga Negara atau hubungan antar organ  pemerintahan…Hukum administrasi Negara memuat keseluruhan peraturan yang  berkenaan dengan cara bagaimana organ pemerintahan melaksanakan  tugasnya. Jadi hukum administrasi Negara berisi aturan main yang  berkenaan dengan fungsi organ-organ pemerintahan). Hukum administrasi  Negara atau hukum tata pemerintahan _pada dasarnya dapat dibedakan  berdasarkan tujuanya dari hukum tata Negara –memuat peraturan-peraturan  hukum yang menentukan {tugas-tugas yang dipercayakan} kepada organ-organ  pemerintahan itu, menentukan tempatnya pada Negara, menentukan  kedudukan terhadap warga Negara, dan peraturan-peraturan hukum yang  mengatur tindakan-tindakan organ pemerintahan itu).  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       (Hukum administrasi Negara, hukum tata pemerintahan adalah  keseluruhan hukum yang berkaitan dengan {mengatur} administrasi,  pemerintah, dan pemerintah. Secara global dikatakan,hukum administrasi  Negara merupakan instrument yuridis yang digunakan oleh pemrintah untuk  secara aktif terlibat dalam kehidupan kemasyarakatan, dan disisi lain  HAN merupakan hukum yang dapat digunakan oleh anggota masyarakat untuk  mempengaruhi dan memperolah perlindungan dari pemerintah. Jadi HAN  memuat peraturan mengenai aktivitas pemerintahan).  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;(Hukum  administrasi meliputi peraturan-peraturan yang berkenaan dengan  administrasi. Administrasi berarti sama dengan pemerintahan. Oleh karena  itu, HAN disebut juga hukum tata pemerintahan. Perkataan pemerintahan  dapat disamakan dengan kekuasaan eksekutif, artinya pemerintahan  merupakan bagian dari organ dan fungsi dari pemerintahan, yang bukan  organ dan fungsi pembuat undang-undang dan peradilan). Hukum  administrasi Negara atau hukum tata pemerintahan berisi  peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pemerintahan umum. Akan  tetapi, tidak semua peraturan - peraturan yang berkenaan dengan  pemerintahan umum termasuk dalam cakupan HAN sebab ada peraturan yang  menyangkut pemerintahan umum, tetapi tidak termasuk dalam HAN ,  melainkan masuk pada lingkup HTN.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Hukum Administrasi Negara adalah seperangkat peraturan yang  memungkinkan administrasi Negara menjalankan fungsinya, yang sekaligus  juga melindungi warga terhadap sikap tindak administrasi , dan  melindungi administrasi Negara itu sendiri. HAN sebagai menguji hubungan  hukum istimewa yang diadakan akan memungkinkan para pejabat  administrasi Negara melakukan tugas mereka yang khusus.Berdasarkan  beberapa definisi tersebut dalam hukum administrasi Negara terkandung  dua aspek, yaitu  &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;  aturan-aturan hukum yang mengatur dengan cara bagaimana alat-alat perlengkapan Negara itu melakukan tugasnya.;&lt;i&gt; kedua&lt;/i&gt;,   aturan-aturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara alat  perlengkapan administrasi Negara atau Pemerintah dengan para warga  negaranya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Dapatlah disebutkan bahwa hukum administrasi adalah hukum yang  berkenaan dengan pemerintahan dalam arti sempit. Secara garis besar  mengatur hal-hal antara lain :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;a.  perbuatan pemerintah (pusat dan daerah) dalam bidang publik,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;b.  kewenangan pemerintah (dalam melakukan perbuatan dibidang public  tersebut), didalamnya diatur mengenai dari mana, dengan cara apa, dan  bagaimana pemerintah menggunakan kewenangannya;penggunaan kewenangan ini  dituangkan dalam bentuk instrument hukum sehingga diatur pula tentang  pembuatan dan penggunaan instrument hukum,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;c. Akibat-akibat hukum yang lahir dari perbuatan atas penggunaan kewenangan  pemerintah itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;d.   penegakan hukun dan penerapan sanki-sanki dalam bidang pemerintahan.     &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Sehubungan dengan adanya hukum administrasi tertulis, yang  tertuang dalam berbagai peraturan perundang-undangan,dan hukum  administrasi tidak tertulis,yang lazim disebut asas-asas umum  pemerintahan yang layak keberadaan dan sasaran dari hukum administrasi  adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur tentang tugas dan  kewenangan pemerintahan dalam berbagai dimensinya sehingga tercipta  penyelenggaraan pemerintahan dan kemasyarakatan yang baik dalam suatu  Negara hukum. Dengan demikian, keberadaan hukum administrasi Negara  dalam suatu Negara hukum merupakan conditio sine cuanon.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Adminisrtasi Negara mempunyai konsekuensi tertentu dalam bidang  legislasi. Dengan bersandar pada  freies Ermessen, administrasi Negara  memiliki kewenangan yang luas untuk melakukan berbagai hukum dalam  rangka melayani kepentingan masyarakat atau mewujudkan kesejahteraan  umum, dan untuk melakukan itu diperlukan instrumen hukum. Artinya,  bersamaan dengan pemberian kewenangan yang luas untuk bertindak  diberikan pula kewenangan untuk membuat instrumen hukumnya.  Menurut  E.Utrecht, kekuasaan administrasi Negara dalam bidang legislasi ini  meliputi &lt;i&gt;;  pertama&lt;/i&gt; kewenangan untuk membuat peraturan atas &lt;i&gt;inisiatif sendiri&lt;/i&gt;, terutama dalam menghadapi soal-soal genting yang belum ada peraturannya, tanpa bergantung pada pembuat undang-undang pusat&lt;i&gt;.  Kedua&lt;/i&gt;,   kekuasaan administrasi Negara untuk membuat peraturan atas dasar  delegasi. Karena pembuat undang-undang hanya dapat menyelesaikan  soal-soal yang bersangkutan dalam garis besarnya saja dan tidak dapat  menyelesaikan tiap detail pergaulan sehari-hari, pemerintah diberi tugas  dengan keadaan yang sungguh-sungguh terjadi dimasyarakat, &lt;i&gt;ketiga, &lt;/i&gt;  droit function, yaitu kekuasaan administrasi Negara untuk menafsirkan  sendiri berbagai peraturan, yang berarti administrasi Negara berwenang  mengoreksi (corigeren) hasil pekerjaan pembuat undang-undang.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah berkaitan pula dengan  bentuk Negara tertentu. Dalam Negara yang berbentuk kesatuan, ada dua  kemungkinan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, yaitu sentralisasi  atau desentralisasi. Penyelenggaraan pemerintahan secara berarti  seluruh bidang-bidang pemerintahan diselenggarakan oleh pemerintah  pusat, sedangkan dengan desentralisasi berarti penyelenggaraan  tugas-tugas pemerintahan tidak hanya dijalankan oleh pemerintah pusat,  tetapi juga oleh satuan pemerntahan daerah, yang umumnya bertumpu pada  prinsip otonomi, yaitu “vrijhaid en zelfstandigheid “ kebebasan dan  kemandirian daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan rumah  tangga daerah  (huishouding).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;   Negara Hukum Dan Hukum Administrasi Negara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Negara hukum menurut F.R. Bothlingk adalah  “De staat,waarin de  wilsvrijheid van gezagsdragers is bepert door grenzen van recht”  (Negara, dimana kebebasan kehendak pemegang kekuasaan dibatasi oleh  kekuatan hukum). Lebih lanjut disebutkan bahwa dalam rangka merealisasi  pembatasan pemegang kekuasaan tersebut, maka diwujudkan dengan cara (Di  satu sisi keterikatan hakim dan pemerintah terhadap undang-undang, dan  disisi lain pembatasan kewenangan oleh pembuat undang-undang). A. Hamid  S. Attamimi, dengan mengutip Burkens, mengatakan bahwa &lt;i&gt;Negara hukum  secara sederhana adalah Negara yang menempatkan hukum sebagai dasar  kekuasaan Negara dan penyelenggaraan kekuasaan tersebut dalam segala  bentuknya dilakukan dibawah hukum. Dalam Negara hukum, segala sesuatu  harus dilakukan menurut hukum. &lt;/i&gt;Negara hukum menentukan bahwa  pemerintah harus tunduk pada hukum, bukunnya hukum yang harus tunduk  pada pemerintah.terhadap tugas-tugas pemerintahan dan kenegaraan dalam  suatu Negara hukum itu terdapat aturan-aturan hukum yang tertulis dalam  konstitusi atau peraturan-peraturan yang terhimpun dalam hukum tata  Negara. Dengan kata lain, hukum tata Negara membutuhkan hukum lain yang  lebih bersifat teknis. Hukum tersebut adalah hukum administrasi Negara .  Menurut J.B.J.M  ten Berge, hukum adminisrtrasi Negara adalah sebagai  (perpanjangan dari hukum tata Negara) atau (sebagai hukum sekunder yang  berkenaan dengan keanekaragaman lebih mendalam dari tatanan hukum publik  sebagai akibat pelaksanaan tugas oleh penguasa). Atas dasar ini tampak  bahwa keberadaan hukum administrasi Negara seiring dengan keberadaan  Negara hukum dan hukum tata Negara.  Oleh karena itu, menurut J.M.J.B.   ten Berge, adalah salah paham menganggap hukum administrasi Negara  sebagai fenomena yang relative baru. Lebih lanjut J.M.J.B  ten Berge  (hukum administrasi Negara berkaitan erat dengan kekuasaan dan kegiatan  penguasa. Karena kekuasaan dan kegiatan penguasa itu dilaksanakan,  lahirlah hukum administrasi Negara). Dengan kata lain, hukum  administrasi Negara, sebagaimana hukum tata Negara, berkaitan erat  dengan persoalan kekuasaan, mengingat Negara itu organisasi kekuasaan,  maka pada umumnya organisasi akan muncul sebagai instrumen untuk  mengawasi sebagai penggunaan kekuasaan pemerintah. Dengan  demikian,keberadaan hukum administrasi Negara itu muncul karena adanya  penyelenggaraan kekuasaan Negara dan pemerintahan suatu Negara  hukum,yang menuntut dan menghendaki penyelenggaraan tugas-tugas  kenegaraan, pemerintahan, dan kemasyarakatan yang berdasarkan atas  hukum. Hampir semua Negara didunia ini menganut Negara hukum, yakni yang  menempatkan hukum sebagai aturan main penyelenggaraan kekuasaan Negara  dan pemerintahan. Sebagai Negara hukum, sudah barang tentu “memiliki”  hukum administrasi Negara, sebagai instrument untuk mengatur dan  menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan Negara. Oleh karena itu,  sebenarnya semua Negara modern mengenal hukum administrsi Negara. Hanya  saja hukum administrasi Negara itu berbeda-beda antara satu Negara  dengan yang lainnya, yang disebabkan oleh perbedaan persoalan  kemasyarakatan dan pemerintahan yang dihadapi penguasa, perbedaan sistem  politik, perbedaan bentuk Negara dan bentuk pemerintahan, perbedaan  hukum tata Negara yang menjadi sandaran hukum administrasi , dan  sebagainya. Oleh karena itu Dasar Teoritis Negara Hukum sebagaimana  telah disampaikan diatas yang menghimbau tentang kewenangan, perebuatan,  organ-organ, aturan-aturan per-undang-undangan yang tidak hanya ada  pada pemerintah pusat saja tetapi pemerintah daerah juga turut andil  dalam kesejahteraan masyarakatnya. Dan sudah jelas bahwa Negara pada  jaman modern sekarang ini adakah Negara Hukum dan pemerintahkah yang  harus tunduk pada hukum, bukan hukum yang tunduk pada pemerintah karena  hukum itu ada. Hukumlah yang menjadikan suatu Negara maju dan berkembang  menjadi modern dan bukan pula penguasa yang menjadikan suatu Negara  berkembang menjadi modern. Persatuan Dan Kesatuan tentunya yang pertama  menjadi dasar Hukum administrasi Negara, dan hukum administrasi Negara  sebagai salah satu cabang ilmu,khususnya diwilayah hukum kontinental,  baru muncul belakangan, pada awalnya, khususnya di negri belanda.agak  berbeda dengan yang berkembang di Prancis sebagai bidang tersendiri  disamping hukum tata Negara.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;2.3 Ruang Lingkup Negara Hukum (HAN)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Di negri Belanda ada dua istilah mengenai hukum ini yaitu  bestuurrecht dan administratief recht, dengan kata dasar ‘administratie’  dan ‘bastuur’.terhadap dua istilah ini para sarjana Indonesia berbeda  pendapat dalam menerjemahkannya. &lt;i&gt;Administra&lt;/i&gt;se ini ada yang  menerjemahkan dengan tata usah, tata usaha pemerintahan, tata  pemerintahan, tata usaha Negara, dan ada yang menerjemahkan dengan  administrasi saja, sedangkan  &lt;i&gt;bastuur&lt;/i&gt;  diterjemahkan secara seragam dengan pemerintahan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Perbedaan penerjemahan tersebut mengakibatkan perbedaan penamaan  terhadap hukum ini, yakni seperti HAN, Hukum Tata Pemerintahan, Hukum  Tata usaha Pemerintahan, Hukum Tata Usaha Negara, Hukum Tata Usaha  Negara Indonesia, HAN Indonesia, dan Hukum administrasi, tanpa atribut  Negara, sebagaimana yang dianut Hadjon, dengan alasan bahwa pada kata  administrasi itu sudah mengandung konotasi Negara/ pemerintahan.  Sebenarnya kedua kata ini dalam penggungaanya memiliki makna sama,  karena pemerintah itu sendiri merupakan terjemahan dari kata  administrasi. Meski demikian ada akan dikemukakan secara terpisah  mengenai istilah administrasi Negara dan istilah pemerintah/pemerintahan  berdasarkan kamus dan yang berkembang dikalangan para sarjana.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: -0.64cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  a.   Administrasi merujuk pada pengertian yang ketiga, yakni kegiatan  yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan Prajudi Atmosudirdjo  mengemukakan bahwa administrasi Negara mempunyai tiga arti, yaitu;  &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sebagai  salah satu fungsi pemerintah;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sebagai  aparatur dan aparat dari pada pemerintah;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sebagai  proses pemerintah yang memerlukan kerja sama tertentu.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Menurut Bintoro Tjokroamidjojo administrasi Negara adalah  manajemen dan organisasi dari manusia-manusia dan peralatannya guna  mencapai tujuan-tujuan pemerintah.”Sondang P. Siagian mengartikan  administrasi Negara sebagai “keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh  seluruh aparatur pemerintah dari satu Negara dalam usaha mencapai tujuan  Negara”.   EUtrecht menyebutkan bahwa administrasi Negara adalah  gabungan jabatan-jabatan, aparat (alat) administrasi yang dibawah  pimpinan pemerintah melakukan sebagian dari pekerjaan pemerintah,  Menurut Dimock &amp;amp; Dimock, administrasi Negara adalah  aktivitas-aktivitas Negara dalam melaksanakan kekuasaan-&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;kekuasaan  politiknya, dalam arti sempit, aktivitas-aktivitas badan-badan  eksekutif dan kehakiman atau khususnya aktivitas-aktivitas badan  eksekutif saja dalam melaksanakan pemerintahan. “Bahsan Mustafa  mengartikan administrasi Negara sebagai gabungan jabatan-jabatan yang  dibentuk dan disusun secara bertingkat dan diserahi tugas melakukan  sebagian dari pekerjaan pemerintah dalam arti luas, yang tidak  diserahkan kepada badan-badan pembuat undang-undang dan badan-badan  kehakiman. Sudah jelas dari beberapa pendapat tersebut dapatlah  diketahui bahwa adminisrtasi Negara adalah “Keseluruhan aparatur  pemerintah yang melakukan berbagai aktivitas atau tugas-tugas Negara  selain tugas pembuatan undang-undang dan pengadilan”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;b.   Pemerintah/Pemerintahan  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Pemerintah sebagai alat kelengkapan Negara dapat diartikan secara  luas dan dalam arti sempit. Pemerintah dalam arti luas itu mencangkup  semua alat kelengkapan Negara, yang pada pokoknya terdiri dari  cabang-cabang kekuasaan eksekutif,legislatif, dan yudisial atau  alat-alat kelengkapan Negara lain yang bertindak untuk dan atas nama  Negara, sedangkan dalam pengertian sempit pemerintah adalah cabang  kekuasaan eksekutif.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Pemerintah dalam arti sempit adalah organ/alat perlengkapan Negara  yang diserahi tugas pemerintahan atau melaksanakan undang-undang,  sedangkan dalam arti luas mencangkup semua badan yang menyelenggarakan  semua kekuasaan didalam Negara baik eksekutuf maupun legislatif dan  yudikatif. Dalam kepustakaan disebutkan bahwa istilah pemerintahan  disebutkan memiliki dua pengertian, yaitu seabagai fungsi dan sebagai  organisasi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;a     Pemerintah sebagai fungsi adalah: melaksanakan tugas-tugas  pemerintahan, pemerintah sebagai organ adalah kumpulan organ-organ dan  organisasi pemerintahan yang dibebani dengan pelaksanaan tugas  pemerintahan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;b.  Pemerintah sebagai organisasi adalah: bila kita mempelajari  ketentuan-ketentuan susunan organisasi, termasuk didalamnya fungsi,  penugasan, kewenangan, kewajiban masing-masing departemen pemerintahan,  badan-badan, instansi serta dinas-dinas pemerintahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     Sebagai fungsi kita meneliti ketentuan-ketentuan yang mengatur apa  dan cara tindakan aparatur pemerintahan sesuai dengan kewenangan  masing-masing, fungsi pemerintah itu dapat ditentukan dengan  menempatkannya dalam hubungan dengan fungsi perundang-undangan dan  peradilan.Pemerintah dapat dirumuskan secara negatif sebagai segala  macam kegiatan perundang-undangn dan peradilan. Kalaupun hukum  administrasi Negara berkenaan dengan kekuasaan eksekutif, pengertian  eksekutif ini tidak sama dengan apa dengan apa yang dimaksudkan dengan  konsep trias politika (yang menempatkan kekuasaan eksekutif hanya  melaksanakan undang-undang).  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     Meskipun secara umum dianut definisi negatif tentang pemerintahan,  yaitu sebagai suatu aktivitas diluar perundangan dan peradilan, pada  kenyataannya pemerintah juga melakukan tindakan hukum dalam bidang  legislasi, misalnya dalam pembuatan undang-undang organik dan pembuatan  berbagai peraturan pelaksanaan lainnya, dan juga bertindak dalam bidang  penyelesaian perselisihan, misalnya dalam penyelesaian hukum melalui  upaya administrasi dan dalam hal penegakan hukum administrasi atau pada  penerapan sanki-sanki administrasi yang semuanya itu menjadi objek  kajian hukum administrasi Negara. Oleh karena itu tidak mudah untuk  menentukan ruang lingkup hukum administrasi Negara. Di samping itu  kesukaran menentukan ruang lingkup hukum administrasi Negara ini  disebabkan pula oleh beberapa faktor, &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, HAN berkaitan  dengan tindakan pemerintahan yang tidak semuanya dapat ditentukan secara  tertulis dalam peraturan perundang-undangan seiring dengan perkembangan  kemasyarakatan yang memerlukan pelayanan pemerintah dan masing-masing  masyarakat disuatu daerah atau Negara berbeda tuntutan dan kebutuhan. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;pembuatan  peraturan-peraturan, keputusan-keputusan dan instrument yuridis bidang  administrasi lainnya tidak hanya terletak pada satu tangan atau lembaga.  &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, hukum administrasi Negara berkembang  sejalan dengan  perkembangan tugas-tugas pemerintahan dan kemasyarakatan, yang  menyebabkan pertumbuhan bidang hukum administrasi Negara tertentu  berjalan secara sektoral. Karena faktor-faktor inilah, (HAN tidak dapat  dikodefikasi, seperti dalam hukum perdata dan hukum pidana yang dapat  dikumpulkan menjadi satu kitab undang-undang).  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;     Prajudi Atmosudirdjo membagi HAN dalam dua bagian, yaitu HAN  heteronom dan HAN otonom. HAN heteronom yang bersumber pada  UUD,TAP  MPR, dan  UU adalah hukum yang mengatur seluk beluk organisasi dan  fungsi administrasi Negara . HAN otonom adalah hukum oprasional yang  diciptakan pemerintah dan administrasi Negara. Dan juga ada yang  menyebutkan bahwa HAN itu ada HAN umum dan ada HAN khusus. HAN umum  berkenaan dengan peraturan-peraturan umum mengenai tindakan hukum dan  hubungan hukum administrasi atau peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip  yang berlaku untuk semua bidang hukum administrasi, dalam arti tidak  terikat pada bidang-bidang tertentu. Sementara itu, HAN khusus adalah  peraturan-peraturan yang berkaitan dengan bidang-bidang tertentu seperti  peraturan tata ruang, peraturan tentang kepegawaian, peraturan tentang  pertanahan, peraturan tentang kesehatan, peraturan tentang perpajakan,  peraturan bidang pendidikan, peraturan pertambangan, dan sebagainya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Adanya perbedaan bidang hukum Administrasi khusus merupakan suatu  hal yang logis dan wajar mengingat masing-masing Negara dihadapkan pada  perbedaan sosio kultural, politik, sistem pemerintahan, kebijakan  pemerintah, dan sebagainya, Artinya, munculnya pembedaan antara hukum  administrasi umum dan hukum administrasi khusus merupakan suatu yang  tidak dapat dihindari dan suatu yang alamiah. Munculnya hukum  administrasi ini semakin penting artinya seiring dengan lahirnya  berbagai bidang tugas-tugas pemerintahan yang baru dan sejalan dengan  perkembangan dan penemuan-penemuan baru berbagai bidang kehidupan  ditengah masyarakat, yang harus diatur melalui hukum administrasi. Dalam  konteks ini tampak bahwa hukum administrasi itu tumbuh dan berkembang  secara Dinamis.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;      Berdasarkan keterangan tersebut, tampak bahwa bidang hukum  administrasi itu sangat luas sehingga tidak dapat ditentukan secara  tegas ruang lingkupnya. Disamping itu khusus bagi Negara kesatuan dengan  sistem desentralisasi, terdapat pula hukum administrasi daerah, yaitu  peraturan-peraturan yang berkenaan dengan administrasi daearah atau  pemerintah daerah. Sehubungan dengan adanya hukum administrasi tertulis,  yang tertuang dalam berbagai peraturan perundang-undangan, dan hukum  administrasi tidak tertulis, yang lazim disebut  asas-asas pemerintahan  yang layak,  Keberadaan dan sasaran dari hukum administrasi Negara  adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur tentang tugas dan  kewenangan pemerintahan dalam berbagai dimensinya sehingga tercipta  penyelenggaraan pemerintahan dan kemasyarakatan yang baik dalam suatu  Negara hukum. Dengan deamikian, keberadaan hukum administrasi Negara  dalam suatu Negara hukum merupakan &lt;i&gt;condition sine quanon&lt;/i&gt;.   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Menurut WF.Prins, batas antara hukum administrasi Negara debgan  hukum tata Negara sebagaimana telah dijelaskan beberapa pengarang,  satupun tidak ada yang sama. Akan tetapi, bila diteliti, di dalam  membuat batas tersebut, sadar maupun tidak, yang telah diambil sebagai  dasar pikiran ialah bahwa tata Negara mengenai hal pokok. Setelah  menyebutkan  bahwa hukum tata Negara dan hukum administrasi Negara  merupakan satu kesatuan dan hukum administrasi Negara dianggap sebagai  bagian atau tambahan dari hukum tata Negara, yang kemudian pendapat  ditinggalkan karena perkembangan sejarah menempatkan hukum daministrasi  Negara sebagai bidang kajian hukum sendiri, mendefinisikan hukum  administrasi Negara sebagai (keseluruhan norma yang berasal dari hukum  tata negrara yang mengatur hubungan hukum di antara aparat Negara,  mengatur prosedur pembentukan keputusan yang mengikat pemerintahan, dan  memuat ketentuan mengenai hubungan hukum dengan subjek hukum lain). Guna  mengakhiri perbedaan pendapat mengenai perbedaan antara hukum tata  Negara dan denagan hukum administrasi Negara cukuplah disebutkan  pendapat dari Bagir Manan, yang mengatakan bahwa secara keilmuan hukum  yang mengatur tingkah laku Negara (alat perlengkapan Negara) dimasukan  kedalam kelompok hukum tata Negara, sedangkan hukum yang mengatur  pemerintahan (dalam arti administrasi Negara) masuk kedalam kelompok  hukum administrasi Negara.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;3.1 Simpulan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Bahwa sebenarnya Indonesia adalah  Negara hukum Negara yang  memprioritaskan berbagai hukum yang berlaku dijaman modern guna  terciptanya suatu hukum yang dapat ditaati, dipatuhi, dan dilaksanakan  secara menyeluruh oleh masyarakat,dan diantara hukum-hukum yang ada  dalam hukum administrasi Negara meliputi: Hukum Tata Negara, Hukum  tata  pemerintah, Hukum tata usaha pemerintah, Hukum tata usaha Negara, Hukum  tata usaha pemerintah Indonesia, dan lain sebagainya. Tujuan dari  Negara hukum adalah agar terciptanya keamanan, yang dapat memberikan  ketentraman bagi setiap warga Negaranya. (Hukum administrasi Negara  merupakan bagian-bagian dari hukum publik, hukum administrasi Negara  dapat dijelaskan sebagai peraturan-peraturan dari hukum publik), yang  berkenaan dengan pemerintahan umum untuk menemukan definisi yang baik  mengenai istilah hukum administrasi Negara, agar dapat terlaksananya  hukum harus mengatur tindakan pemerintah dan mengatur hubungan antara  pemerintah dengan warga Negara atau hubungan antar organ pemerintah.Oleh  karena itu, sebenarnya semua Negara modern mengenal Hukum Administrasi  Negara  hanya saja Hukum Administrasi Negara itu berbeda-beda antara  satu Negara dengan yang lainnya, yang disebabkan oleh perbedaan  persoalan kemasyarakatan dan pemerintahan yang dihadapi penguasa,  perbedaan sistem politik, perbedaan bentuk Negara dan bentuk  pemerintahan. Pemerintah dapat diartikan secara luas dan dalam arti  sempit, pemerintah dalam arti luas adalah mencangkup semua alat  kelengkapan Negara yang pada pokoknya terdiri dari cabang kekuasaan  eksekutif, legislative, yudisial atau alat-alat kelengkapan Negara lain  yang bertindak untuk dan atas nama Negara, sedangkan dalam pengertian  pemerintah dalam arti sempit adalah cabang kekuasaan eksekutif.  Berdasarkan keterangan tersebut, tampak bahwa bidang hukum administrasi  Negara itu sangat luas sehingga tidak dapt ditentukan secara tegas ruang  lingkupnya, disamping itu khusus bagi Negara kesatuan dengan sistem  desentralisasi, terdapat pula hukum administrasi daerah, yaitu  peraturan-peraturan yang berkenaan dengan administrasi daerah atau  pemerintah daerah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;SARAN &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;       Sebagai Negara hukum sudah sepatutnya hukum itu harus dipatuhi dan  ditaati agar terciptalah Negara yang sejahtera, agar demikian  masyarakat yang ada didalam dapat terlendungi hukum dari hal-hal yang  meresahkan dan tidak mengenakan, sebagai Negara hukum Indonesia adalah  salah satu Negara yang menjunjung hukum agar ketentraman dinegara  Indonesia senantiasa terjaga dan terpelihara agar terciptalah  kesejahteraan dan ketentraman dalam bermasyarakat, oleh karena itu sudah  seharusnya pemerintah juga turut turun langsung meninjau apakah seluruh  masyarakat sudah mendapatkan hak-nya dilindungi oleh hukum tanpa  pandang bulu apa dia masyarakat yang mampu ataukah tidak mampu. Karena  hukum itu adalah bagian dari masyarakat juga dan masyarakatlah yang  berhak dijamin atas hukum.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;RIDWAN HR,  HUKUM ADMINISTRASI NEGARA  Jakarta ;2004&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;sumber :http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/01/hukum-administrasi-negara.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-6655388580314374842?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/6655388580314374842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-hukum-administrasi-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/6655388580314374842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/6655388580314374842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-hukum-administrasi-negara.html' title='MAKALAH Hukum Administrasi Negara'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-103298251076949856</id><published>2011-01-07T03:01:00.001-08:00</published><updated>2011-01-07T03:01:43.571-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH NERACA</title><content type='html'>1. Current account (neraca transaksi berjalan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraca  Transaksi berjalan (the current account) terlihat seperti revenue dan  expenditure di bidang bisnis. Pada waktu dikombinasikan neraca  pembayaran menjadi menyajikan informasi penting tentang kemampuan  ekonomi internasional dari suatu negara, tampaknya seperti laporan laba  rugi dari suatu perusahaan yang berisi informasi penting tentang  kemampuan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Current account terdiri atas balance of trade (BOP), service account, dan unilateral account.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Transaksi ekspor pada current account dicatat sebagai transaksi kredit atau positif karena menghasilkan devisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Transaksi impor pada current account dicatat sebagai transaksi debit atau negatif karena mengeluarkan devisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Balance of trade (neraca perdagangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  kebanyakan negara, ekspor dan impor barang dagangan merupakan komponen  terbesar dari seluruh transaksi internasional. Penjualan barang kepada  orang asing (ekspor) merupakan sumber dana dan tercatat pada pos kredit.  Sebagai pembayaran untuk ekspor, negara eksportir menuntut kewajiban  terhadap orang asing yang tercatat pada pos debit. Sebaliknya, pembelian  barang dari orang asing (impor) merupakan penggunaan dana dan terdapat  pada pos debit untuk membayar impor, negara importer dapat mengurangi  tuntutnnya kepada orag asing atau menaikkan liabilities asingnya dan  tercatat pada pos kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam neraca ini dicatat seluruh transaksi ekspor dan impor barang atau visible dan tangible goods dengan ketentuan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ekspor barang dicatat sebagai transaksi kredit atau positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Impor barang dicatat sebagai transaksi derbit atau negative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Service account (neraca jasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah  lain dari jasa (services) disebut juga invisibles termasuk pengangkutan  (freight) dan insurance (asuransi) atau pendapatan internasional.  Pariwisata dan pengeluaran turis, pengeluaran belanja pegawai  pemerintah, warganegara, personel militer di luar negeri, dan pembayaran  management feees, royalty, sewa film dan jasa konstruksi. Pembelian  jasa dari pihak asing diperlakukan sebagai impor dan direkam pada pos  debit. Sebaliknya, penjualan jasa kepada pihak asing diperlakukan  sebagai ekspor dan dicatat sebagai kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invesment Income  meliputi semua pembayaran bunga, deviden dan laba dari hasil investasi  di perusahaan asing yang berada di bawah pengawasan penduduk (direct  investment). Pertukaran keuangan (finance transfer) dimasukkan ke dalam  current account karena sebagai factor penerimaan yaitu pembayaran atas  penggunaan modal. Sebaliknya, arus capital masuk ke capital account.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  kenyataannya, semua penerimaan orang asing dari direct investment  berada di neraca pembayaran walaupun tidak semua ditransfer sebagai  penerimaan deviden.Dasar rasional untuk memasukkan penerimaan yang  ditanam kembali (undistributed income) sebagai arus financial adalah  bahwa setiap penerimaan menjadi property dari induk perusahaan asing  yang dibayar kembali (remitted). Untuk mengikuti double entry, laba yang  ditahan tetapi tidak ditransfer menjadi investment income (dikredit)  harus melewati masukan dari luar yaitu melalui reinvested earning pada  neraca modal (sisi debit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi yang dimaksudkan ke service  account adalah seluruh transaksi ekspor dan impor jasa atau invisible  atau tangible goods yang meliputi hal-hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pembayaran bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Biaya transportasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Biaya asuransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Remittance (Jasa TKI/ TKW/ TKA, feelroyalty teknologi dan konsultasi, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Tourism&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service  account atau neraca jasa Indonesia hingga saat ini selalu tercatat  dalam posisi negative atau debit karena transaksi impor lebih besar  daripada transaksi ekspor, khususnya untuk pembayaran bunga, biaya  transportasi, biaya asuransi, dan remittance. Satu-satu transaksi jasa  yang positif adalah jasa dari tourisme karena lebih banyakturis asing  yang dating ke Indonesia yang ke luar negeri. Posisi negatif atau  defisit dari service account ini juga mencerminkan masih relatif  rendahnya kualitas SDM Indonesia sebagai penghasil jasa, walaupun secara  kuantitatif lebih banyak TKI/ TKW Indonesia yang bekerja di luar negeri  (tetapi dengan penghasilan yang rendah dibandingkan dengan TKA (tenaga  kerja asing) yang bekerja di Indonesia dengan bayaran yang lebih  tinggi.Dengan demikian, salah satu usaha untuk memperbaiki posisi  service account dan BOP Indonesia adalah dengan jalan meningkatkan  kualitas SDM-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Unrequited transfer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unrequited  transfer merupakan transaksi internasional yang bukan komersial yaitu  tanpa kewajiban (quid pro quo) baik yang dilakukan oleh pihak swasta  maupun pihak pemerintah. Bentuk pertukaran penting di sector swasta di  beberapa negara adalah pengiriman uang untuk keluarga dari pekerja di  luar negeri.transfer dari pihak swasta lainnya antara lain kegiatan  organisasi sosial dan bantuan (relief). Transfer dari pemerintah terdiri  dari uang, barang dan jasa yang diberikan sebagai bantuan bagi negara  lain atau penduduk asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila transfer dalam bentuk barang,  nilai dari barang dicatat sebagai ekspor pada sisi kredit dan  berhubungan dengan pos debit yang dicatat dengan jumlah nilai yang sama.  Bila transfer dalam bentuk uang, negara tujuan akan menunjukkan pos  kredit pada short-term capital account dan masukan debit pada pos  unrequirted transfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Unilateral account (neraca transaksi sepihak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraca  ini merupakan transaksi sepihak yang umumnya terdiri atas bantuan  sosial atau grant yang diterima atau diberikan dari/ ke luar negeri,  tanpa kewajiban untuk membayar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Capital account (neraca modal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraca  modal (capital account) merupakan transaksi dalam hal pemilikan.  Financial asssets dan liabilities yang kurang dari 1 tahun termasuk  short term (jangka pendek). Bila lebih dari 1 tahun (equity capital)  dinggap sebagai long term (jangka panjang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direct Invesment  melibatkan partisipasi dari perusahaan asing dan berada di bawah  pengawasan yang efektif. Secara statistik, belum dapat mendefinisikan  atau apa pengertian direct investment. Amerika mengelompokkan pemilikan  sebanyak 10% dari penanaman modal dianggap sebagai direct investment.  IMF mendefinisikan portofolio investment sebagai “usaha untuk  mendapatkan investment income atau capital again” sama seperti  penerimaan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos “other long-term” pada capital account  membedakan transaksi pemerintah dengan transaksi swasta di negara  pelapor. Transaksi dapat berupa loans (pinjaman ) atau surat berharga  (securities) dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun. Ada kemungkinan  melibatkan pihak swasta asing atau pemerintah asing lainnya, kecuali  transaksi yang dilakukan atara otoritas moneter. Pinjaman pemerintah  kepada swasta dapat berupa pinjaman dari bank Eksport-Import kepada  perusahaan penerbangan asing untuk membiayai penjualan kapal Amerika.  Pinjaman swasta kepada pemerintah asing dapat dilakukan oleh Chase  Manhattan Bank kepada pemerintah Brazilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pos “other  short-term” di neraca modal juga memisahkan transaksi pemerintah dan  transaksi swasta. Pemerintah pemilik surat berharga berada di short term  loans dan transaksi untuk pemerintah pelapor berad di “short- term  security”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos “private short-term” meliputi obligasi komersial  dan deposito atau utang di bank jangka pendek. Obligasi komersil  termasuk wesel dan bentuk pembayaran lainnya muncul dari kegiatan  keuangan perdagangan, termasuk juga pembukaan rekening kredit, kecuali  untuk keperluan interen perusahaan. Rekening intern perusahaan dianggap  sebagai direct investment walau hanya jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Capital account ini terdiri atas ekspor dan impor modal, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Penjumlahan saldo current account + saldo transaksi impor/ ekspor modal  jangka panjang (direct investment and long-term capital lainnya)  disebut sebagai basic balance (D. Salvatore, 1993 : 449)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Berlawanan dengan pencatatan pada current account, maka dalam capital account berlaku ketentuan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Transaksi impor modal dicatat sebagai transaksi kredit atau positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Transaksi ekspor modal dicatat sebagai transaksi debit atau negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Cadangan (reserve)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reserve  Assets dalam bentuk pemilikan SDR, emas dan valuta asing yang  convertible dari IMF. Kekayaan ini disediakan untuk otoritas moneter  untuk menghadapi defisit neraca pembayaran. Reserve nampaknya seperti  uang kas dari suatu perusahaan. Tetapi hanya dibelanjakan oleh otoritas  moneter seperti Federal Reserve System (Bank Sentral) di Amerika, Bank  of England, dan Bank of France. Suatu negara yang memiliki mata uang  bukan dalam bentuk valuta asing tidak termasuk dalam cadangan (Reverse  assets).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.3. Transaksi Ekonomi dalam Neraca Pembayaran Internasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  berbagai transaksi yang terdapat di neraca pembayaran internasional,  ada beberapa transaksi lainnya yang juga mempengaruhi kondisi neraca  pembayaran internasional. Transaksi itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.      Transaksi Barang dan Jasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi  ini meliputi ekspor maupun impor barang-barang dan jasa, disebut pula  transaksi yang sedang berjalan. Ekspor barang meliputi barang-barang  yang bisa dilihat secara fisik, seperti misalnya minyak, kayu, tembakau,  timah, dan sebagainya. Ekspor jasa seperti misalnya penjualan jasa-jasa  angkutan, tourisme, dan asuransi. Dalam transaksi jasa ini termawuk  juga pendapatan dan investasi capital di luar negeri. Ekspor  barang-barang dan jasa merupakan trnsaksi kredit sebab transaksi ini  menimbulkan hak untuk menerima pembayaran (menyebabkan terjadinya aliran  dana masuk). Impor barang meliputi barang-barang konsumsi, bahan mentah  untuk industri dan capital, sedang barang impor jasa meliputi pembelian  jasa-jasa dari penduduk negar lain. Termasuk dalam impor jasa adalah  pembayaran pendapatan (bunga, dividen atau keuntungan) untuk modal yang  ditanam di dalam negeri oleh penduduk Negara lain. Impor barang dan jasa  merupakan transaksi debit sebab trasaksi ini menimbulkan kewajiban untu  melakukan pembayran kepada penduduk Negara lain (menyebabkan aliran  dana ke luar negeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi yang sedang berjalan mempunyai  arti khusus. Surplus trnasaksi yang sedang berjalan menunjukkan bahwa  ekspor labih besar dari impor. Ini berarti bahwa suatu Negara mengalami  akumulasi kekayaan valuta asing, sehingga mempunyai saldo positif dalam  investasi luar negeri. SEbaliknya deficit dalam transaksi yang sedang  berjalan berarti impor lebih besar dari ekspor, sehingga terjadi  pengurangn investasi di luar negeri. Dengan demikian transaksi yang  sedang berjalan sangat erat hubungannya dengan penghasilan nasional,  sebab ekspor dan impor merupakan komponen penghasilan nasional, Hal ini  dapat dilihat dari persamaan pendapatan nasional di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y = C + I + G + (X – M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y = pendapatan nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C = pengeluaran konsumsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I = pengeluaran investai (swasta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G = pengeluaran pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(X – M) = neraca perdagangan (neto).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila (X – M) positif berarti (C + I + G) &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.      Transaksi Modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk transaksi modal adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1.            Transaksi modal jangka pendek, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         * Kredit untuk perdagangan dari negar alain (transaksi kredit)  atau kredit perdagangan yang diberikan kepada penduduk Negara lain  (transaksi debit).&lt;br /&gt;        * Deposito bank di luar negeri (transaksi  debit) atau deposito bank di dalam negeri milik penduduk Negara lain  (transaksi kredit).&lt;br /&gt;        *Pembelian surat berharga luar negeri  jangka pendek (transakasi debit) atau penjualan surat berharga dalam  negeri jangka pendek kepad apenduduk Negara lain (transaksi kredit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       2.            Transaksi modal jangka panjang, meliputi :&lt;br /&gt;         *            Investasi langsung di luar negeri (transaksi  debit) atau investasi asing di dalam negeri (transaksi kredit).&lt;br /&gt;         *            Pembelian surat-surat berharga jangka panjang milik  penduduk Negara lain (transaksi debit), atau pembelian surat-surat  berharga jangka panjang dalam negeri oleh penduduk asing (transaksi  kredit).&lt;br /&gt;        *            Pinjaman jangka panjang yang diberikan  kepada penduduk Negara lain (transaksi debit) atau pinjaman jangka  panjang yang diterima dari penduduk Negara lain (transaksi kredit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap  transaksi modal yang menyebabkan kenaikan (penurunan) kekayaan suatu  negara di luar negeri merupakan aliran modal keluar (masuk) atau  merupakan transaksi debit (kredit). Demikian juga setiap transaksi modal  yang menyebabkan kenaikan (penurunan) kekyaan asing di dalam negeri  merupakan aliran modal masuk (keluar) atau merupakan transaksi debit  (kredit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3.      Transaksi satu arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi satu  arah adalah transaksi yang tidak menimbulkan kewajiban untuk melakukan  pembayaran, misalnya hadiah (gifts) dan bantuan (aid). Apabila suatu  negara memberi hadiah atau bantuan kepada negara lain, maka ini  merupakan transaksi debit. Sebaliknya, apabila suatu negara menerima  bantuan atau hadiah dari negara lain merupakan transaksi kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4.      Selisih perhitungan (errors and omissions)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening  ini merupakan rekening penyeimbang apabila nilai transaksi-transaksi  kredit tidak persis sama dengan nilai transaksi-transaksi debit. Dengan  adanya rekening selisih perhitungan ini maka jumlah total nilai sebelah  kredit dan debit dari suatu neraca pembayaran internasional akan selalu  sama (balance).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori, neraca pembayaran harus seimbang  karena semua pos debit mempunyai pos lawan kreditnya (vice versa). Dalam  praktek, ternyata tidak pernah balance. Penyebab utama adalah sumber  masukan yang tidak lengkap dan tidak akurat. Juga sumber yang berbeda  tidak konsisten dalam menetpkan arus transaksi kredit atau debit. Net  error dan omission merupakan balancing untuk mengkonpensasikan dari  setiap catatan kredit yang melebihi debit dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Lalu Lintas Moneter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi  ini sering disebut “accommodating” sebab merupakan transksi yang timbul  sebagai akibat dari adanay transaksi lain. Transaksi lain ini sering  disebut dengan “autonomous” sebab transaksi ini timbul dengan  sendirinya, tanpa dipengaruhi transaksi lain. Termasuk dalam transaksi  autonomous adalah transaksi-transaksi yang sedang berjalan, transaksi  capital, serta transaksi satu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara transaksi  autonomous kredit dengan debit diseimbangkan dengan transaksi lalu  lintas monoter. Transaksi ini timbul dikaibatkan oleh ketidakseimbangan  antara transaksi aotunomous debit dan kredit. Yang termasuk ke dalam  transaksi lalu lintas monoter adalah mutasi dalam hubungan dengan IMF,  pasiva luar negeri serta aktiva luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defisit atau surplus  neraca pembayaran dapat diketahui dari transaksi aotunomous tersebut.  Defisit apabila transaksi autonomous debit lebih besar daripada  transaksi autonomous kredit. Sebaliknya surplus, apabila transksi  autonomous kredit lebih besar dari transaksi autonomous debit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.4. Defisit dan Surplus Neraca Pembayaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat  dikatakan “saldo” neraca pembayaran selalu sama dengan nol. Hal ini  semata-mata adalah konsekuensi dari cara membukukan transaksi luar  negeri itu sendiri : apa yang mengalir masuk (uang dan barang) diimbangi  dengan apa yang mengalir keluar (uang dan barang). Dari segi akuntansi  memang bisa dikatakan bahwa nearaca pembayaran, suatu negara selalu  seimbang. Tetapi pos “saldo” itu sendiri tidak mempunyai arti penting  bagi analisa ekonomi karena tidak bisa menunjukkan status keuangan  internasional suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambilah contoh mengenai negara A dan  B, dimana negara A memiliki kelebihan impor yang dibayar dengan  penurunan stok nasional. Meskipun saldo akhir neraca pembayarannya  adalah nol, sebenarnya negara A telah mengalami defisit dalam transaksi  ekonominya dengan luar negeri. Kekurangan dari apa yang diterima dari  luar negeri disbanding dengan apa yang harus dibayar ke luar negeri  ditutup dengan mengirimkan sebagian dari stok nasionalnya. Sebaliknya  bagi negara B, apa yang diterima dari ekspornya melebihi apa yang harus  dibayar bagi kebutuhan impornya. Kelebihan ekspornya diterima dalam  bentuk bertambahnya stok nasionalnya. Negara B sebenarnya mengalami  surplus neraca pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cotoh yang lain, kelebihan impor  negara A dibiayai dengan pinjaman dari negara B. Dengan kata lain,  kelebihan impor tersebut dibiayai dengan “pengeksporan surat utang”  negara A ke negara B. Apakah dalam hal ini Negara A juga mengalami  deficit neraca pembayaran? Jawaban bagi pertanyaan ini bisa ya dan bisa  tidak. Mengapa? Sebab ada beberapa kemungkinan di sini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a)  Apabila pinjaman yang diterima negara A (sebesar 10 unit bahan makanan)  tersebut memang diperolah dalam rangka pembiayaan kelebihan impor  tersebut, maka keadaanya tidak banyak berbeda dengan contoh pengurangan  stok nasional diatas. Perbedaannya hanyalah bahwa pembayarannya ditunda.  Dalam hal ini diakatakn bahwa negara A mengalami deficit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b)  Apabila dari 10 unit pinjaman tersebut misalnya 6 unit memang akan  dipinjamkan kepada negara A dalam tahun itu tanpa dikaitkan dengan  apakah negara A mengalami kelebihan impor atau tidak. Maka kita katakana  bahwa negara A mengalami deficit neraca pembayaran sebesar 4 unit (10  unit minus 6 unit). Pinjaman sebesar 4 unit inilah yang diberikan karena  negara A mengalami kelebihan impor pada tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Apabila  seluruh dari 10 unit pinjaman tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan  apakah negara A mengalami kelebihan impor atau tidak, maka kita katakan  bahwa Negara A tidak megnalami deficit atau surplus. Dalam contoh ini,  tanpa tindakan khusus apapun dari Negara A (yaitu mencari pinjaman untuk  menutup kelabihan impornya), neraca pembayarannya sudah otomatis  seimbang, sebab kelebihan impornya kebetulan persis seimbang oleh dana  yang mengalir masuk atas kemauannya sendiri. Jadi dalam kasus ini tidak  ada deficit maupun surplus neraca pembayarannya, dan neraca pembayaran  “seimbang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulan dari uraian diatas adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        1.            Penurunan stok nasional selalu berarti deficit,  sedangkan kenaikan stok nasional selalu menunjukkan adanya surplus.&lt;br /&gt;        2.            Tetapi turun-naiknya stok nasional bukan atau belum  mencerminkan seluruh deficit atau surplus neraca pembayaran. Kita  harusmelihat apa yang terjadi dengan pos “Pinjaman”.&lt;br /&gt;       3.             Harus dibedakan anatara “pinjaman” yang masuk atas kemauannya  sendiri (masuk secara otomatis atau autonomous inflow) dan “pinjaman”  yang masuk karena berkaitan dengan adanya kelabihan impor (yang bersifat  akomodatif atau accommodating inflow). “pinjaman” otonom tidak  merupakan deficit, sedangkan “pinjaman” akomodatif merupakan bagian dari  deficit.&lt;br /&gt;       4.            Defisit atau surplus total adalah besar kenaikan atau penurunan stok nasional plus “pinjaman” akomodatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.5. Mekanisme Neraca Pembayaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  tiga mekanisme atau proses penting yang menyangkut neraca pembayaran.  Ketiga proses penyesuaian ini sama – sama pentingnya dalam praktek,  sehingga tidak ada yang bisa diabaikan kalau kita ingin menjawab  pertanyaan pokok diatas dengan baik. Dalam kenyataan kita selalu  menjumpai bahwa ketiganya saling kait – mengait dan saling bekerja –  berdampingan satu sama lain, ketiga mekanisme ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Penyesuaian lewat perubahan harga – harga atau “mekanisme harga” (akibat dari proses ini disebut “price effects”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Penyesuaian lewat perubahan pendapatan nasional atau ”mekanisme pendapatan” (akibat dari proses ini disebut ”income effects”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Penyesuaian lewat perubahan stok uang atau “mekanisme moneter” (akibat dari proses ini disebut “real balance effects”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Mekanisme Harga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme  Hume adalah mekanisme penyesuaian neraca pembayaran lewat perubahan  harga – harga mekanisme harga ini bekerja secara penuh (dalam arti bisa  membawa kembali neraca pembayaran ke posisi kesimbangan kembali) dalam  system standar emas penuh. Kita sebutkan bahwa pada hakikatnya,  mekanisme Hume masih bekerja dalam sistem – sistem moneter lain, hanya  saja tidak secara penuh. Dalam sistem – sistem lain tidak bisa  diharapkan bahwa mekanisme harga (Hume) saja bisa membawa neraca  pembayaran kearah posisi keseimbangannya kembali. Proses penyesuaian  kembali ke arah keseimbangan neraca pembayaran bersifat otomatis. Proses  in berlaku bagi ketimpangan yang berupa defisit maupun surplus proses  penyesuaian otomatis dalam neraca pembayaran (dalam system standar emas  penuh) disebut mekanisme Hume sering pula disebut species flow mechanism  karena dimulai dengan adanya aliran (flow) emas (species) dari suatu  negara ke negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mekanisme Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme  penyesuaian melalui pendapatan nasional, atau singkatnya “mekanisme  pendapatan”, menunjukkan adanya saluran lain bagi proses penyesuaian  neraca pembayaran. Mekanisme ini didasarkan atas teori ekonomi makro  dari Keynes, khususnya dilandaskan atas proses pelipat (multiplier)  dalam teori tersebut. Proses penyeimbangan dapat pula berjalan melalui  perubahan pendapatan dan pengeluaran (proses multiplier). Proses ini  dapat dijelaskan dengan menggunakan model Keynes untuk ekonomi terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Mekanisme Moneter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme  Hume sebenarnya bukanlah murni mekanisme harga. Sebelum harga naik atau  turun, terjadilah penyebabnya, yaitu aliran uang masuk atau keluar  negeri. Apabila terjadi surplus maka uang yang mengalir masuk ke dalam  negeri, sehingga stok uang didalam negeri bertambah. Apabila terjadi  defisit maka uang akan mengalir keluar negeri, sehingga stok uang dalam  negeri menurun. Perubahan stok uang ini selanjutnya mengakibatkan  perubahan tingkat harga. Namun sebenarnya naik dan turunnya stok uang  tidak langsung mempengaruhi tingkat harga, tetapi (sebelum itu)  mempengaruhi pengeluaran agregat negara itu. Baru kemudian kenaikkan  atau penurunan pengeluaran agregat akan mempengaruhi tingkat harga,  setelah pengeluaran ini bertemu dengan penawaran (agregat) di pasar  barang. Mekanisme moneter juga erat kaitannya dengan mekanisme  pendapatan sebab kita tahu dari teori makro bahwa tingkat pengeluaran  agregat akhirnya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkat pendapatan  agregat. Meskipun mekanisme moneter berjalinan erat dengan kedua  mekanisme lain, namun secara konsepsional harus dibedakan baik dari  mekanisme harga maupun mekanisme pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.6. Pengertian “Balance” dalam Neraca Pembayaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  deficit dan surplus neraca pemabayaran, dikatakan bahwa saldo neraca  pembayaran selalu sama dengan nol. Sama dengan nol disini dapat  diartikan terjadi keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran dengan  kata lain “balance”. Konsep “balance” dalam nareca pembayaran mempunyai  arti yang berbeda-beda. Pada dasarnya ada empat pengertian balance,  yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *      Basic Balance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basic balance terdiri dari  balance dalam transaksi yang sedang berjalan ditambah transaksi modal  jangka panjang. Basic balance akan berubah-ubah apabila terjadi perubhan  yang prisipiil dalam perekonomian, seperti perubahan harga, kurs valuta  asing, dan pertumbuhan ekonomi. Perubahan dalam basic balance akan  tercermin dalam perubahan aliran modal jangka pendek dan selisih yang  diperhitungkan (errors and Omissions). Dengan demikian basic balance  memberikan informasi tentang akibat perubahan perekonomian terhadap  neraca pembayaran, yakni akibatnya terhadap aliran modal jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *      Balance transaksi “autonomous”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balance  ini terdiri dari basic balance ditambah dengan aliran modal jangka  pendek. Defisit atau surplus suatu neraca pembayaran dilihat dari  balance transaksi autonomous yang kemudian tercermin dalam transaksi  accommodating (yakni aliran modal pemerintah jangka pendek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *      Liquidity balance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep  ini dikembangkan di Amerika Serikat untuk mengukur posisi neraca  pembayarannya. Perbedaannya dengan balance transaksi aotunomous adalah  didalam perlakuan terhadap pemilikan kekayaan (assets) jangka pendek.  Kekayaan asing (misalnya surat-surat berharga jangka pendek atau  deposito) yang dimilki oleh penduduk Amerika di[erhitungkan sebagai  factor yang mempengaruhi ketidaksimbangan neraca pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  *      Balance transaksi pemerintah jangka pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep  balance inipun diperkembangkan di Amerika Serikat. Menurut konsep ini,  neraca pembayaran terdiri dari penjumlahan basic balance, selisih yang  diperhitungakan dan rekening modal jangka pendek (sesudah dikurangi  dengan modal amerika jangka pendek yang dimiliki oleh lembaga-lembaga  moneter Negara lain). Ketidaksimbangan yang timbul dalam neraca  pembayran diseimbangkan dengan cadangan modal pemerintah serta model  pemerintah jangka pendek yang dimiliki oleh lembaga-lembaga monoter  asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Konsep Balance untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Neraca Pembayaran Internasional&lt;br /&gt; 1.      Basic Balance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Balance dalam transaksi yang sednag berjalan (current account).&lt;br /&gt;2. Balance dalam rekening modal jangka panjang.&lt;br /&gt;3. Basic Balance yang diimbangi dengan :&lt;br /&gt;4. Balance dalam rekening modal jangka pendek.&lt;br /&gt;5. Transaksi reserves pemerintah.&lt;br /&gt;6. Selisih perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.      Balance Transaksi Autonomous&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.      Basic Balance .&lt;br /&gt; 2.      Balance dalam trasnski modal jangka pendek.&lt;br /&gt; 3.      Balance transaksi auotonomous, yang diimbangi dengan :&lt;br /&gt; 4.      Transaksi reserves pemerintah.&lt;br /&gt; 5.      Selisih perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3.      Liquidity Balance&lt;br /&gt;1. Basic Balances&lt;br /&gt;2. Modal jangka pendek yang dimiliki oleh penduduk sendiri.&lt;br /&gt;3. Selisih perhitungan.&lt;br /&gt;4. Liquidity balance, yang diimbangi dengan :&lt;br /&gt;5. Transaksi reserves pemerintah.&lt;br /&gt;6. Modal jangka pendek yang dimiliki oleh penduduk asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Balance Transaksi Pemerintah Jangka Pendek&lt;br /&gt;1. Basic Balance&lt;br /&gt;2. Balance dalam rekening modal jangka pendek.&lt;br /&gt;3. Modal jangka pendek yang dimiliki oleh badan-badan moneter asing.&lt;br /&gt;4. Selisih perhitungan.&lt;br /&gt;5. Balance transaksi pemerintah jangka pendek, yang diimbangi dengan :&lt;br /&gt;6. Transaksi reserves pemerintah.&lt;br /&gt;7. Modal jangka pendek yang dimiliki oleh badan-badan monoter asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraca  pembayaran suatu negara adalah catatan yang sistematis tentang  transaksi ekonomi internasional antara penduduk negara itu dengan  penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu. Atau NPI adalah suatu  catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh aktivitas ekonomi  yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan moneter  antara penduduk (resident) suatu negara dan penduduk luar negeri (rest  of the world) untuk suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.  Transaksi ekonomi tersebut diklasifikasikan ke dalam transaksi berjalan,  transaksi modal, dan lalu lintas moneter. Transaksi berjalan terdiri  atas ekspor ataupun impor barang dan jasa, sedangkan transaksi modal  terdiri atas arus modal sektor pemerintah ataupun swasta, baik yang  bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Lalu lintas moneter adalah  perubahan dalam cadangan devisa. Dengan demikian, neraca pembayaran  memberikan gambaran arus penerimaan dan pengeluaran devisa serta  perubahan neto cadangan devisa. Sedangkan menurut Balance of Payments  Manual (BPM) yang diterbitkan oleh IMF (1993), definisi balance of  payment (BOP) secara umum dapat diartikan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balance  of payment (BOP) atau neraca pembayaran internasional adalah suatu  catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi  yang meliputi perdagangan barang / jasa, transfer keuangan dan moneter  antara penduduk (resident) suatu negara dan penduduk luar negeri (rest  of the world) untuk suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  definisi di atas dapat dikemukakan bahwa BOP (balance of payment)  merupakan suatu catatan sistematis yang disusun berdasarkan suatu sistem  akuntansi yang dikenal sebagai” double-entry bookkeeping” sehingga  setiap transaksi internasional yang terjadi akan tercatat dua kali,  yaitu sebagai transaksi kredit dan sebagai transaksi debit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  konvensi yang biasanya digunakan dalam sistem double-entry bookkeeping,  transaksi yang tercatat dalam BOP terdiri atas hal – hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Credit entries (transaksi kredit)&lt;br /&gt;       1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Export of goods and services (ekspor barang dan jasa).&lt;br /&gt;       2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Income receivable (penerimaan dari hasil investasi).&lt;br /&gt;       3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Offset to real or financial resources provide (transfer).&lt;br /&gt;       4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Increases in liabilities.&lt;br /&gt;       5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Decreases in financial assets.&lt;br /&gt; 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Debit entries (transaksi debit)&lt;br /&gt;       1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Import of goods and services (impor barang dan jasa).&lt;br /&gt;       2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Income payable (pembayaran atas hasil investasi).&lt;br /&gt;       3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Offset to real or financial resources provide (transfer).&lt;br /&gt;       4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Decreases in liabilities.&lt;br /&gt;       5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Increases in financial assets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum sebagai suatu neraca, Neraca Pembayaran Internasional (NPI) atau Balance Of Payment (BOP) berguna sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.Untuk membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yang terjadi antara penduduk dalam negeri dan penduduk luar negeri.&lt;br /&gt; 2.Untuk mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional suatu negara.&lt;br /&gt; 3.Untuk mengetahui mitra utama suatu negara dalam hubaungan ekonomi internasional&lt;br /&gt; 4.Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara&lt;br /&gt;  5.Sebagai salah satu indikator yang akan dipertimbangkan oleh IMF atau  negara donor untuk memberikan bantuan keuangan, terutama negara yang  mengalami kesulitan BOP.&lt;br /&gt; 6.Sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain tingkat inflasi, pertumbuhan, GDP, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jenis – jenis neraca pembayaran internasional yaitu sebagai berikut diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.Current account (neraca transaksi berjalan).&lt;br /&gt; 2.Balance of trade (neraca perdagangan).&lt;br /&gt; 3.Service account (neraca jasa).&lt;br /&gt; 4.Unrequited transfer.&lt;br /&gt; 5.Unilateral account (neraca transaksi sepihak)&lt;br /&gt; 6.Capital account (neraca modal).&lt;br /&gt; 7.Cadangan (reserve).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa transaksi yang mempengaruhi keseimbangan neraca pembayaran internasional yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1.Transaksi Barang dan Jasa.&lt;br /&gt;       2.Transaksi Modal.&lt;br /&gt;       3.Transaksi Satu Arah.&lt;br /&gt;       4.Selisih perhitungan (errors and omission).&lt;br /&gt;       5.Lalu lintas Moneter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan  penyusunan neraca pembayaran ini adalah untuk memberitahukan kepada  pemerintah dan siapa saja yang membutuhkan atau berkepentingan mengenai  posisi internasional dari negara yang bersangkutan secara keseluruhan.  Data-data seperti ini sangat diperlukan bagi penyusunan  kebijakan-kebijakan moneter, fiscal, dan perdagangan. Bagi kalangan  swasta, data-data pada neraca pemabayaran itu juga penting untuk  menyusun perencanaan dan strategi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan analisa neraca  pembayaran sangat berbeda-beda dan perbedaan ini menentukkan pola  analisanya. Kesukaraan timbul dalam penentuan secara umum pola analisa  tersebut. Beberapa masalah atau kekeliruan yang sering timbul dalam  analisa neraca pembayaran antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Seringkali  mengabaikan saling hubungan anatara transaksi internasional yang satu  dengan yang lain, sehingga ketidaksimbangan dalam neraca pembayaran  diasosiasikan dengan satu transaksi saja tanpa melihat hubungannya  dengan yang lain.&lt;br /&gt;  * Surplus dalam transaksi yang sedang berjalan  sering dianggap baik, sebaliknya deficit dianggap jelek. Anggapan  semacam ini tidak selalu benar.&lt;br /&gt;  * Keputusan untuk memberi bantuan  (aid) sehrusnya lebih didasarjan pada kekuatan ekonomi Negara secara  keseluruhan (misalnya diukur dengan penghasilan per kapita) bukan atas  dasar pertimbangan neraca pembayran. Seperti misalnya, Indonesia  mempunyai surplus neraca pembayarannya dan Inggris deficit, tidak  berarti Indonesia memulai memberi bantuan pada Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/02/neraca.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/83329539190090774-103298251076949856?l=ilmusini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmusini.blogspot.com/feeds/103298251076949856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-neraca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/103298251076949856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/83329539190090774/posts/default/103298251076949856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmusini.blogspot.com/2011/01/makalah-neraca.html' title='MAKALAH NERACA'/><author><name>Dhanny.Risman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12099028415052868077</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-83329539190090774.post-8393868317122182102</id><published>2011-01-07T02:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T03:00:00.665-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH EKONOMI KAPITALIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;      1.1 Latar Belakang Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu sistem perekonomian yang ada didunia adalah sistem ekonomi  kapitalis, yaitu sistem ekonomi dimana kekayaan produktif terutama  dimiliki secara pribadi dan pruduksi terutama untuk penjualan. Tujuan  dari pemilikan pribadi tersebut adalah untuk mendapatkan suatu  keuntungan yang lumayan dari penggunaan kekayaan pruduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilikan,  usaha bebas dan produksi untuk pasar, mencari keuntungan tidak hanya  merupakan gejala ekonomi. Semua ini ikut menentukan segala aspek dalam  masyarakat dan segala aspek kehidupan dan kebudayaan manusia. Ini sangat  jelas dan motif mencari keuntungan, bersama-sama dengan lembaga warisan  dan dipupuk oleh oleh hukum perjanjian, merupakan mesin kapitalisme  yang besar; memang merupakan pendorong ekonomi yang besar dalam sejarah  sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Identifikasi Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  masa permulaannya, kapitalisme merupakan semangat yang sering  mendapatkan penekanan adalah sebagai usaha, berani mengambil resiko,  persaingan dan keinginan untuk mengadakan inovasi. Tata nilai yang  memadai kapitalisme ( terutama di negara Anglo Saxon ) adalah  individualisme, kemajuan material dan kebebasan politik. Pertumbuhan  kapitalisme, dan terutama industrialisasi oleh kapitalis, juga berarti  melahirkan kelas pekerja yang besar dinegara yang lebih maju. Sering  berdesakan didaerah yang kotor di kota-kota industri yang baru  berkembang, jam kerja yang lama dengan upah yang rendah dan dalam  keadaan yang menyedihkan dan tidak sehat, kehilangan lembaga pengatur  yang terdapat di daerah asalnya, dan untuk selama beberapa dekade  disisihkan sama sekali dari proses politik – pekerja dieropa tak dapat  diabaikan untuk keberhasilan kapitalisme dan juga merupakan persoalan  sosial dan politik yang paling besar selam tingkat permulaan kapitalisme  industri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, prospek kapitalisme  tidak begitu cerah seluruhya segera sesudah terjadinya krisis finansial  yang melanda Amerika Serikat yang kemudian berdampak bagi negara-negara  lain. Banyak para kalangan yang mengatakan bahwa ini adalah saatnya  kehancuran kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3 Tujuan Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1.      Di harapkan mampu mendeskripsikan dan memahami sistem ekonomi kapitalis.&lt;br /&gt;  2.      Mampu menganalisis sejauh mana kekuatan ekonomi kapitalis yang banyak dianut oleh negara-negara barat.&lt;br /&gt;  3.      Dapat memahami sejauh mana dampak dari ekonomi kapitalis bagi suatu negara yang menganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1 Lahirnya Ekonomi Kapitalisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi  teori modernisasi untuk merubah cara produksi masyarakat berkembang  sesungguhnya adalah usaha merubah cara produksi pra-kapitalis ke  kapitalis, sebagaimana negara-negara maju sudah menerapkannya untuk  ditiru. Selanjutnya dalam teori dependensi yang bertolak dari analisa  Marxis, dapat diakatakan hanyalah mengangkat kritik terhadap kapitalisme  dari skala pabrik (majikan dan buruh) ke tingkat antar negara (pusat  dan pinggiran), dengan analisis utama yang sama yaitu eksploitasi.  Demikian halnya dengan teori sistem dunia yang didasari teori  dependensi, menganalisis persoalan kapitalisme dengan satuan analisis  dunia sebagai hanya satu sistem, yaitu sistem ekonomi kapitalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan  kapitalisme pada negara terbelakang menjadi sebuah topik yang menarik  untuk dikaji. Gejala kapitalisme dianggap sebagai sebuah solusi untuk  melakukan pembangunan di negara terbelakang. Teori sistem dunia yang  disampaikan oleh Wallerstein merupakan keberlanjutan pemikiran Frank  dengan teori dependensinya. Pendapat Frank, Sweezy dan Wallerstein  mengacu pada model yang dikenalkan oleh Adam Smith. Menurut Smith,  pembangunan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat  memiliki kesamaan dengan pembangunan produktivitas tenaga kerja.  Produktivitas tenaga kerja merupakan sebuah fungsi yang berhubungan  dengan tingkat pembagian kerja. Konsep inilah yang kemudian memunculkan  pembedaan mode produksi menjadi sektor pertanian dan manufaktur. Konsep  ini kemudian semakin berkembang dengan munculnya pembedaan desa dan kota  sebagai sebuah mode produksi yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti pemikiran Smith  adalah bahwa proses produksi dan distribusi ini harus lepas dari campur  tangan pemerintah dan perdagangan bebas. Proses ekonomi hanya akan  berjalan melalui tangan-tangan tak kelihatan yang mengatur bagaimana  produksi dan distribusi kekayaan ekonomi itu berjalan secara adil.  Biarkan para pengusaha, tenaga kerja, pedagang bekerja mencari  keuntungan sendiri. Siapapun tak boleh mencampurinya, karena ekonomi  hanya bisa muncul dari perdagangan yang adil. Karenanya, pemerintah  harus menjadi penonton tak berpihak. Ia tak boleh mendukung siapapun  yang sedang menumpuk kekayaan pun yang tak lagi punya kekayaan.  Tangan-tangan yang tak kelihatan akan menunjukkan bagaimana semua  bekerja secara adil, secara fair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan teori sistem dunia  yang menganggap dunia sebagai sebuah kesatuan sistem ekonomi kapitalis  mengharuskan negara pinggiran menjadi tergantung pada negara pusat.  Tansfer surplus dari negara pinggiran menuju negara pusat melalui  perdagangan dan ekspansi modal. Secara tidak langsung teori ini memang  mendukung pernyataan Smith yang memusatkan perhatian pada tatanan kelas.  Kenyataan yang terjadi dalam proses kapitalisme telah menimbulkan  dampak berupa pertumbuhan ekonomi yang terjadi karena arus pertukaran  barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja. Kerangka pertukaran  barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja ini terwujud dalam  bentuk peningkatan produktivitas yang lebih dikenal dengan konsep  maksimalisasi keuntungan dan kompetisi pasar. Kapitalisme sebagai suatu  sistem ekonomi yang memungkinkan beberapa individu menguasai sumberdaya  vital dan menggunakannnya untuk keuntungan maksimal. Maksimimalisasi  keuntungan menyebabkan eksploitasi tenaga kerja murah, karena tenaga  kerja adalah faktor produksi yang paling mudah direkayasa dibandingkan  modal dan tanah. Lebih jauh, dalam wacana filsafat sosial misalnya,  kapitalisme dipandang secara luas tak terbatas hanya aspek ekonomi,  namun juga meliputi sisi politik, etika, maupun kultural. Kapitalisme  pada awalnya berkembang bukan melalui eksploitasi tenaga kerja murah,  melainkan eksploitasi kepada kaum petani kecil. Negara terbelakang  merupakan penghasil barang mentah terutama dalam sektor pertanian.  Kapitalisme masuk melalui sistem perdagangan yang tidak adil dimana  negara terbelakang menjual barang mentah dengan harga relatif murah  sehingga menyebabkan eksploitasi petani. Masuknya sistem ekonomi  perdagangan telah menyebabkan petani subsisten menjadi petani komersil  yang ternyata merupakan bentuk eksploitasi tenaga kerja secara tidak  langsung. Perkembangan selanjutnya telah melahirkan industri baru yang  memerlukan spesialisasi tenaga kerja. Kapitalisme yang menitikberatkan  pada spesialisasi tenaga kerja dan teknologi tinggi membutuhkan tenaga  kerja yang terampil dan menguasai teknologi. Keadaan ini sangat sulit  terwujud pada negara pinggiran. Proses ini hanya akan melahirkan tenaga  kerja kasar pada negara pinggiran, sedangkan tenaga kerja terampil  dikuasai oleh negara pusat. Ketidakberdayaan tenaga kerja pada negara  pinggiran merupakan keuntungan bagi negara pusat untuk melakukan  eksploitasi. Ekspansi kapitalisme melalui investasi modal dan teknologi  tinggi pada negara pinggiran disebabkan oleh tersedianya tenaga kerja  yang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapitalisme yang menjalar hingga negara terbelakang  menjadikan struktur sosial di negara terbelakang juga berubah.  Kapitalisme memunculkan kelas sosial baru di negara terbelakang yaitu  kelas pemilik modal. Berkembangnya ekonomi kapitalis ini didukung oleh  sistem kekerabatan antara mereka. Kelas borjuis di negara terbelakang  juga dapat dengan mudah memanfaatkan dukungan politik dari pemerintah.  Sebagai sebuah kesatuan ekonomi dunia, asumsi Wallerstein akan adanya  perlawanan dari negara terbelakang sebagai kelas tertindas oleh negara  pusat menjadi hal yang tidak mungkin terjadi. Kapitalisme telah  menciptakan kelompok sosial borjuis di negara terbelakang yang juga  menggunakan kapitalisme untuk meningkatkan keuntungan ekonomi mereka,  sehingga sangat tidak mungkin mereka melakukan perjuangan kelas. Gagasan  Marx tentang tahapan revolusi ternyata runtuh. Marx menyatakan bahwa  negara terbelakang akan memerlukan dua tahap revolusi, yaitu revolusi  borjuis dan revolusi sosialis. Revolusi borjuis dilakukan oleh kelas  borjuis nasional untuk melawan penindasan oleh negara maju dan kemudian  baru berlanjut pada revolusi sosialis oleh kelas proletar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi  ini runtuh karena kelas borjuis nasional ternyata tidak mampu lagi  melaksanakan tugasnya sebagai pembebas kelas proletar dari eksploitasi  kapitalisme, karena kelas borjuis nasional sendiri merupakan bentukan  dan alat kapitalisme negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas terlihat  bahwa kapitalisme yang pada awalnya hanyalah perubahan cara produksi  dari produksi untuk dipakai ke produksi untuk dijual, telah merambah  jauh jauh menjadi dibolehkannya pemilikan barang sebanyak-banyaknya,  bersama-sama juga mengembangkan individualisme, komersialisme,  liberalisasi, dan pasar bebas. Kapitalisme tidak hanya merubah cara-cara  produksi atau sistem ekonomi saja, namun bahkan memasuki segala aspek  kehidupan dan pranata dalam kehidupan masyarakat, dari hubungan antar  negara, bahkan sampai ke tingkat antar individu. Sehingga itulah, kita  mengenal tidak hanya perusahaan-perusahaan kapitalis, tapi juga struktur  masyarakat dan bentuk negara. Upaya untuk memerangi kapitalisme bukan  dengan sistem ekonomi sosialis namun dengan kemandirian ekonomi atau  swasembada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2 Perspektif Sistem Ekonomi Kapitalisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.1 Ciri-ciri Ekonomi Kapitalisme :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana Pemilikan  alat-alat produksi di tangan individu dan Inidividu bebas memilih  pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana Pasar berfungsi  memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk  harga-harga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The  Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien. Motif yang  menggerakkan perekonomian mencari laba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Manusia  dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar  kepentingan sendiri. Paham individualisme didasarkan materialisme,  warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.2 Kebaikan-kebaikan Ekonomi Kapitalisme:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *      Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.&lt;br /&gt;   *      Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.&lt;br /&gt;   *       Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.3 Kelemahan-kelemahan Kapitalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *     Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.&lt;br /&gt;    *      Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara  efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak  memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.4 Kecenderungan Bisnis dalam Kapitalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan  bisnis sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang berlaku.  Kecenderungan bisnis dalam kapitalisme dewasa ini adalah: adanya  spesialisasi, adanya produksi massa, adanya perusahaan berskala besar,  adanya perkembangan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Runtuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  kegagalan kapitalisme membangun kesejahteran umat manusia di muka bumi,  maka isu kematian ilmu ekonomi semakin meluas di kalangan para  cendikiawan dunia. Banyak pakar yang secara khusus menulis buku tentang  The Death of Economics tersebut, antara lain Paul Omerod, Umar Ibrahim  Vadillo, Critovan Buarque, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Omerod dalam buku  The Death of Economics (1994). Menuliskan bahwa ahli ekonomi terjebak  pada ideologi kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memiliki  kekuatan dalam membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia.  Mekanisme pasar yang merupakan bentuk dari sistem yang diterapkan  kapitalis cenderung pada pemusatan kekayaan pada kelompok orang  tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan buku Omerod, muncul pula Umar Vadillo dari  Scotlandia yang menulis buku, ”The Ends of Economics” yang mengkritik  secara tajam ketidakadilan sistem moneter kapitalisme. Kapitalisme  justru telah melakukan ”perampokan” terhadap kekayaan negara-negara  berkembang melalui sistem moneter fiat money yang sesungguhnya adalah  riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai analisa para ekonom dapat disimpulkan, bahwa  teori ekonomi telah mati karena beberapa alasan. Pertama, teori ekonomi  Barat (kapitalisme) telah menimbulkan ketidakadilan ekonomi yang sangat  dalam, khususnya karena sistem moneter yang hanya menguntungkan Barat  melalui hegemoni mata uang kertas dan sistem ribawi. Kedua, Teori  ekonomi kapitalisme tidak mampu mengentaskan masalah kemiskinan dan  ketimpangan pendapatan. Ketiga, paradigmanya tidak mengacu kepada  kepentingan masyarakat secara menyeluruh, sehingga ada dikotomi antara  individu, masyarakat dan negara. Keempat, Teori ekonominya tidak mampu  menyelaraskan hubungana antara negara-negara di dunia, terutama antara  negara-negara maju dan negara berkembang. Kelima, terlalaikannya  pelestarian sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan-alasan inilah yang oleh  Mahbub al-Haq (1970) dianggap sebagai dosa-dosa para perencana  pembangunan kapitalis. Kesimpulan ini begitu jelas apabila pembahasan  teori ekonomi dihubungkan dengan pembangunan di negara-negara  berkembang. Sementara itu perkembangan terakhir menunjukkan bahwa  kesenjangan antara negara-negara berpendapatan tinggi dan negara-negara  berpendapatan rendah, tetap menjadi indikasi bahwa globalisasi belum  menunjukkan kinerja yang menguntungkan bagi negara miskin. (The World  Bank, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan Omerod dan Vadillo, belakangan  ini muncul lagi ilmuwan ekonomi terkemuka bernama E.Stigliz, pemegang  hadiah Nobel ekonomi pada tahun 2001. Stigliz adalah Chairman Tim  Penasehat Ekonomi President Bill Clinton, Chief Ekonomi Bank Dunia dan  Guru Besar Universitas Columbia. Dalam bukunya “Globalization and  Descontents, ia mengupas dampak globalisasi dan peranan IMF (agen utama  kapitalisme) dalam mengatasi krisis ekonomi global maupun lokal. Ia  menyatakan, globalisasi tidak banyak membantu negara miskin. Akibat  globalisasi ternyata pendapatan masyarakat juga tidak meningkat di  berbagai belahan dunia. Penerapan pasar terbuka, pasar bebas,  privatisasi sebagaimana formula IMF selama ini menimbulkan  ketidakstabilan ekonomi negara sedang berkembang, bukan sebaliknya  seperti yang selama ini didengungkan barat bahwa globalisasi itu  mendatangkan manfaat.. Stigliz mengungkapkan bahwa IMF gagal dalam  misinya menciptakan stabilitas ekonomi yang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  kegagalan kapitalisme itulah, maka sejak awal, Joseph Schumpeter  meragukan kapitalisme. Dalam konteks ini ia mempertanyakan, “Can  Capitalism Survive”?. No, I do not think it can. (Dapatkah kapitalisme  bertahan ?. Tidak, saya tidak berfikir bahwa kapitalisme dapat  bertahan). Selanjutnya ia mengatakan, ” Capitalism would fade away with a  resign shrug of the shoulders”,Kapitalisme akan pudar/mati dengan  terhentinya tanggung jawabnya untuk kesejahteraan (Heilbroner,1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan  dengan pandangan para ekonom di atas, pakar ekonomi Fritjop Chapra  dalam bukunya, The Turning Point, Science, Society and The Rising  Culture (1999) dan Ervin Laszio dalam buku 3rd Millenium, The Challenge  and The Vision (1999), mengungkapkan bahwa ekonomi konvensional  (kapitalisme) yang berlandaskan sistem ribawi, memiliki kelemahan dan  kekeliruan yang besar dalam sejumlah premisnya, terutama rasionalitas  ekonomi yang telah mengabaikan moral. Kelemahan itulah menyebabkan  ekonomi (konvensional) tidak berhasil menciptakan keadilan ekonomi dan  kesejahteraan bagi umat manusia. Yang terjadi justru sebaliknya,  ketimpangan yang semakin tajam antara negara-negara dan masyarakat yang  miskin dengan negara-negara dan masyarakat yang kaya, demikian pula  antara sesama anggota masyarakat di dalam suatu negeri. Lebih lanjut  mereka menegaskan bahwa untuk memperbaiki keadaan ini, tidak ada jalan  lain kecuali mengubah paradigma dan visi, yaitu melakukan satu titik  balik peradaban, dalam arti membangun dan mengembangkan sistem ekonomi  yang memiliki nilai dan norma yang bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik  balik peradaban versi Fritjop Chapra sangat sesuai dengan pemikiran  Kuryid Ahmad ketika memberi pengantar buku Umar Chapra, ”The Future of  Economics : An Islamic Perspective (2000), yang mengharuskan perubahan  paradigma ekonomi. Hal yang sama juga ditulis oleh Amitai Etzioni dalam  buku, ”The Moral Dimension : Toward a New Economics”(1988), yakni  kebutuhan akan paradigm shift (pergeseran paradigma) dalam ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan  dengan pandangan para ilmuwan di atas, Critovan Buarque, ekonom dari  universitas Brazil dalam buknya, “The End of Economics” Ethics and the  Disorder of Progress (1993), melontarkan sebuah gugatan terhadap  paradigma ekonomi kapitalis yang mengabaikan nilai-nilai etika dan  sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma ekonomi kapitalis tersebut telah menimbulkan  efek negatif bagi pembangunan ekonomi dunia, yang disebut Fukuyama  sebagai ”Kekacauan Dahsyat” dalam bukunya yang paling monumental, “The  End of Order”.(1997), yakni berkaitan dengan runtuhnya solidaritas  sosial dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun di Barat, ada upaya untuk  mewujudkan keadilan sosial, namun upaya itu gagal, karena paradigmanya  tetap didasarkan pada filsafat materialisme dan sistem ekonomi ribawi.  Kemandulan yang dihasilkan elaborasi teori dan praktek Filsuf Sosial  Amerika, John Rawis dalam buku “The Theory of Justice” (1971) yang  ditanggapi oleh Robert Nozik dalam bukunya “Anarchy, State and Utopia”  (1974), telah menjadi contoh yang mempresentasikan kegagalan teori  keadilan versi Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.4 Dampak sistem Ekonomi Kapitalisme;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi Kasus: “Krisis Finansial Global”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interkoneksi  sistem bisnis global yang saling terkait, membuat 'efek domino' krisis  yang berbasis di Amerika Serikat ini, dengan cepat dan mudah menyebar ke  berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Tak terkecualikan Indonesia.  Krisis keuangan yang berawal dari krisis subprime mortgage itu  merontokkan sejumlah lembaga keuangan AS. Pemain-pemain utama Wall  Street berguguran, termasuk Lehman Brothers dan Washington Mutual, dua  bank terbesar di AS. Para investor mulai kehilangan kepercayaan,  sehingga harga-harga saham di bursa-bursa utama dunia pun rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn di Washington, seperti  dikutip AFP belum lama ini, resesi sekarang dipicu pengeringan aliran  modal. Ia menaksir akan terdapat kerugian sekitar 1,4 triliun dolar AS  pada sistem perbankan global akibat kredit macet di sektor perumahan AS.  "Ini lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 945 miliar dolar  AS,". Hal ini menyebabkan sistem perbankan dunia saling enggan  mengucurkan dana, sehingga aliran dana perbankan, urat nadi perekonomian  global, menjadi macet. Hasil analisis Dana Moneter Internasional (IMF)  pekan lalu mengingatkan, krisis perbankan memiliki kekuatan yang lebih  besar untuk menyebabkan resesi. Penurunan pertumbuhan setidaknya dua  kuartal berturut-turut sudah bisa disebut sebagai resesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet  bank di Eropa juga telah menjadi korban, sehingga pemerintah di Eropa  harus turun tangan menolong dan mengatasi masalah perbankan mereka.  Pemerintah Belgia, Luksemburg, dan Belanda menstabilkan Fortis Group  dengan menyediakan modal 11,2 miliar euro atau sekitar Rp155,8 triliun  untuk meningkatkan solvabilitas dan likuiditasnya. Fortis, bank terbesar  kedua di Belanda dan perusahaan swasta terbesar di Belgia, memiliki  85.000 pegawai di seluruh dunia dan beroperasi di 31 negara, termasuk  Indonesia. Ketiga pemerintah itu memiliki 49 persen saham Fortis. Fortis  akan menjual kepemilikannya di ABN AMRO yang dibelinya tahun lalu  kepada pesaingnya, ING. Pemerintah Jerman dan konsorsium perbankan, juga  berupaya menyelamatkan Bank Hypo Real Estate, bank terbesar pemberi  kredit kepemilikan rumah di Jerman. Pemerintah Jerman menyiapkan dana 35  miliar euro atau sekitar Rp486,4 triliun berupa garansi kredit. Inggris  juga tak kalah sibuk. Kementerian Keuangan Inggris, menasionalisasi  bank penyedia KPR, Bradford &amp;amp; Bingley, dengan menyuntikkan dana 50  miliar poundsterling atau Rp864 triliun. Pemerintah juga harus membayar  18 miliar poundsterling untuk memfasilitasi penjualan jaringan cabang  Bradford &amp;amp; Bingley kepada Santander, bank Spanyol yang merupakan  bank terbesar kedua di Eropa. Bradford &amp;amp; Bingley merupakan bank  Inggris ketiga yang terkena dampak krisis finansial AS setelah Northern  Rock dinasionalisasi Februari lalu dan HBOS yang dilego pemiliknya  kepada Lloyds TSB Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan analisis  “stakeholder”, kita dapat melihat bahwa krisis finansial global yang  dimulai dari AS, sesungguhnya merupakan akibat dari ketidakseimbangan  pembangunan ekonomi yang berlebihan di SEKTOR FINANSIAL dibandingkan  SEKTOR RIIL yang berakar dari system moneter buatan The Fed. Padahal  secara inheren sektor finansial ini sudah bersifat inflatif, karena  mengandalkan keuntungannya pada system riba dan bukan karena  produktivitas yang riil (yang disebabkan karena kerja, kreativitas dan  pemikiran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara populer untuk mengatasi krisis ini, karenanya,  jelas dengan memberikan energi yang lebih besar pada sektor riil  sebagaimana yang pernah dilakukan Presiden AS Roosevelt bersama  penasihat ekonominya yang terkenal John Maynard Keynes untuk membangun  secara massif infrastruktur sektor riil pasca terjadinya depresi besar  di AS, di tahun 1930-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara implisit, gambaran di atas juga  menunjukkan bahwa tinggi-rendahnya dampak krisis finansial yang terjadi  di AS maupun di luar AS, sangat ditentukan oleh peran dari masing-masing  pemangku kepentingan atau “stakeholders” tadi. Pemerintah di luar AS  bisa saja meminimalisir dampak krisis bila melakukan “imunisasi” atau  “proteksi” yang perlu serta mengantisipasinya dengan melakukan  pembangunan sector riil dan peningkatan kesejahteraan publik secara  massif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.5 Prinsip dan Akar masalah Krisis Ekonomi Kapitalis ( Krisis Finansial )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  dengan menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang, dan dimasukkannya  dolar sebagai pendamping mata uang dalam Perjanjian Breetonword,  setelah berakhirnya Perang Dunia II, kemudian sebagai substitusi mata  uang pada awal dekade tujuh puluhan, telah menyebabkan dolar mendominasi  perekonomian global. Akibatnya, goncangan ekonomi sekecil apapun yang  terjadi di Amerika pasti akan menjadi pukulan yang telak bagi  perekonomian negara-negara lain. Sebab, sebagian besar cadangan  devisanya, jika tidak keseluruhannya, dicover dengan dolar yang nilai  intrinsiknya tidak sebanding dengan kertas dan tulisan yang tertera di  dalamnya. Setelah euro memasuki arena pertarungan, baru negara-negara  tersebut menyimpan cadangan devisanya dengan mata uang non-dolar, meski  dolar tetap saja memiliki prosentase terbesar dalam cadangan devisa  negara-negara tersebut secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, selama emas tidak  menjadi cadangan mata uang, maka krisis ekonomi seperti ini akan terus  terulang. Sekecil apapun krisis yang menimpa dolar, maka krisis tersebut  akan dengan segera menjalar ke perekonomian negara-negara lain. Bahkan  dampak krisis politik yang dirancang Amerika juga akan berakibat  terhadap dolar, dengan begitu juga berdampak pada dunia. Kondisi seperti  akan bisa saja menimpa uang kertas negara manapun yang mempunyai  kontrol terhadap negara lain.&lt;br /&gt;Kedua, hutang-hutang riba juga  menciptakan masalah perekomian yang besar, hingga kadar hutang pokoknya  menggelembung seiring dengan waktu, sesuai dengan prosentase riba yang  diberlakukan kepadanya. Akibatnya, ketidakmampuan individu dan negara  dalam banyak kondisi menjadi perkara yang nyata. Sesuatu yang  menyebabkan terjadinya krisis pengembalian pinjaman, dan lambannya roda  perekonomian, karena ketidakmampuan sebagian besar kelas menengah dan  atas untuk mengembalikan pinjaman dan melanjutkan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  sistem yang digunakan di bursa dan pasar modal, yaitu jual-beli saham,  obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komuditi yang  bersangkutan, bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali, tanpa harus  mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli, adalah  sistem yang batil dan menimbulkan masalah, bukan sistem yang bisa  menyelesaikan masalah, dimana naik dan turunnya transaksi terjadi tanpa  proses serah terima, bahkan tanpa adanya komiditi yang bersangkutan..  Semuanya itu memicu terjadinya spekulasi dan goncangan di pasar.  Begitulah, berbagai kerugian dan keuntungan terus terjadi melalui  berbagai cara penipuan dan manipulasi. Semuanya terus berjalan dan  berjalan, sampai terkuak dan menjadi malapetaka ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat,  perkara penting, yaitu ketidaktahuan akan fakta kepemilikan.  Kepemilikan tersebut, di mata para pemikir Timur dan Barat, adalah  kepemilikan umum yang dikuasai oleh negara, sebagaimana teori  Sosialisme-Komunisme, dan kepemilikan pribadi yang dikuasi oleh kelompok  tertentu. Negara pun tidak akan mengintervensinya sesuai dengan teori  Kapitalisme Liberal yang bertumpu pada pasar bebas, privatisasi,  ditambah dengan globalisasi.Ketidaktahuan akan fakta kepemilikan ini  memang telah dan akan menyebabkan goncangan dan masalah ekonomi. Itu  karena kepemilikan tersebut bukanlah sesuatu yang dikuasai oleh negara  atau kelompok tertentu, melainkan ada tiga macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *       Kepemilikan umum, meliputi semua sumber, baik yang keras, cair maupun  gas, seperti minyak, besi, tembaga, emas dan gas. Termasuk semua yang  tersimpan di perut bumi, dan semua bentuk energi, juga industri berat  yang menjadikan energi sebagai komponen utamanya.. Maka, negara harus  mengekplorasi dan mendistribusikannya kepada rakyat, baik dalam bentuk  barang maupun jasa.&lt;br /&gt;   *      Kepemilikan negara, adalah semua  kekayaan yang diambil negara, seperti pajak dengan segala bentuknya,  serta perdagangan, industri dan pertanian yang diupayakan oleh negara,  di luar kepemilikan umum. Semuanya ini dibiayai oleh negara sesuai  dengan kepentingan negara.&lt;br /&gt;   *      kepemilikan pribadi, yang  merupakan bentuk lain. Kepemilikan 
